Beberapa bulan berselang sudah semenjak Tika and the Dissidents merilis album The Headless Songstress, Juli 2009 lalu. Album yang dikemas unik ini juga mendapat banyak respon positif, diantaranya predikat album terbaik 2009 dari majalah Tempo, Rolling Stone Indonesia, Trax Magazine dan lain-lain. Begitu juga dengan sorotan media internasional seperti Time Magazine. Namun semenjak dirilisnya album The Headless Songstress hingga saat ini, Tika & the Dissidents belum pernah mengadakan konser launching.
Kata launching sepertinya sudah tak lagi cocok digunakan, mengingat album The Headless Songstress sudah cukup lama dirilis. Maka itu Tika and the Dissidents merencanakan untuk membuat rangkaian konser yang dinamai “In Search Of Her Head”
Dalam konser ini, Tika and the Dissidents akan datang ke kota-kota berbeda untuk berburu kepala sang Headless Songstress, sosok bidadari tanpa kepala yang menjadi ikon band ini. Mereka berencana berkolaborasi dengan komunitas seni, dan juga membuka kesempatan bagi siapapun yang ingin memberikan kepala untuk sang bidadari. “Kami membiarkan orang untuk menggambarkan interpretasi mereka sendiri tentang kepala yang cocok untuk Headless Songstress kami. Nanti gambar-gambar kepala tersebut akan ikut menjadi bagian artistik konser kami,” ungkap Tika, vokalis.
Kota pertama yang akan dikunjungi Tika and the Dissidents adalah Jogjakarta. Sebelumnya mereka pernah menggelar konser di kota Gudeg setahun yang lalu, dan amat terkesan dengan apresiasi penggemar musik Jogja. “Sejauh ini, kota favorit kami untuk manggung adalah Jogja. Masyarakat seni di Jogja punya karakter yang luar biasa dan suasana seperti ini sulit didapatkan di kota lain.” Ujar Susan, pemain bass Dissidents.
Konser “In Search of Her Head” ini akan diadakan di Jogja National Museum pada tanggal 30 april 2010. Mari datang dan lihat apakah sang Headless Songstress akan menemukan kepalanya di Jogjakarta?
*taken from here











