<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Omuniuum &#187; cd</title>
	<atom:link href="http://omuniuum.net/category/cd/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://omuniuum.net</link>
	<description>small shop of reading and listening</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 May 2012 12:47:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Pers Rilis &#124; Komunal &#8211; Gemuruh Musik Pertiwi</title>
		<link>http://omuniuum.net/pers-rilis-gemuruh-musik-pertiwi/</link>
		<comments>http://omuniuum.net/pers-rilis-gemuruh-musik-pertiwi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2012 02:00:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[cd]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[komunal]]></category>
		<category><![CDATA[pers release]]></category>
		<category><![CDATA[pers rilis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omuniuum.net/?p=3344</guid>
		<description><![CDATA[3 April 2012, Album ketiga kami “Gemuruh Musik Pertiwi” dirilis dibawah bendera Progresiv Barbar Musik yang berisi 9 track, masih memainkan Heavy Metal dan direkam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://omuniuum.net/wp-content/uploads/2012/04/headpict.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-3354" title="headpict" src="http://omuniuum.net/wp-content/uploads/2012/04/headpict.jpg" alt="" width="486" height="303" /></a><br style="font-family: CambriaMath;" />3 April 2012, Album ketiga kami “Gemuruh Musik Pertiwi” dirilis dibawah bendera Progresiv Barbar Musik yang berisi 9 track, masih memainkan Heavy Metal dan direkam secara live yang memakan waktu satu hari, serta disusul take gitar tambahan dan vokal latar. Hal ini dikarenakan kami tidak mau ambil pusing dengan hal-hal teknis proses rekaman.</p>
<p style="text-align: center;">httpv://www.youtube.com/watch?v=FXRwkUQi-58</p>
<p style="text-align: center;">Gemuruh Musik Pertiwi adalah dedikasi dan pengabdian kami terhadap Heavy Metal, serta sebuah album penghormatan kepada “GODBLESS” dengan alasan, ketika Gemuruh Musik Pertiwi masih dalam bentuk rumusan ide, kami ingin mencontek habis apa yang pernah mereka buat di album “Raksasa”. Namun seiring perjalanan waktu dan keterbatasan kemampuan kami, Gemuruh Musik Pertiwi jauh berbeda tetapi kami yakin memiliki spirit yang sama.</p>
<p style="text-align: center;">Secara lirik Gemuruh Musik Pertiwi menceritakan betapa menyenangkan bermain musik didalam institusi yang bernama KOMUNAL.</p>
<p style="text-align: center;">Ini adalah album tanpa harapan ,tanpa diragukan karena sudah dipastikan kehebatannya,<br />
selamat menikmati, Heavy Metal tetap berkibar.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://omuniuum.net/wp-content/uploads/2012/03/komunal-logo.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-3347" title="komunal logo" src="http://omuniuum.net/wp-content/uploads/2012/03/komunal-logo-150x61.jpg" alt="" width="150" height="61" /></a>Kontribusi skill :<br />
Muhammad Anwar Sadat &#8211; Doddy Hamson &#8211; Arie Khomaini &#8211; Rezha H.K</p>
<p style="text-align: center;">info dan kontak Komunal<br />
<em>email : komunalhellyeah@yahoo.com</em><br />
<em>www.facebook.com/komunalindonesia</em><br />
<em>www.twitter.com/KOMUNAL</em><br />
<em>Informasi :</em><br />
<em>Ary Purwanto 022 7007 9170</em><br />
<em>Edo Gordo 0856 1880 510</em></p>
<p style="text-align: center;"><!--[if gte mso 9]><xml><br />
<w:WordDocument><br />
<w:View>Normal</w:View><br />
<w:Zoom>0</w:Zoom><br />
<w:PunctuationKerning/><br />
<w:ValidateAgainstSchemas/><br />
<w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid><br />
<w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent><br />
<w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText><br />
<w:Compatibility><br />
<w:BreakWrappedTables/><br />
<w:SnapToGridInCell/><br />
<w:WrapTextWithPunct/><br />
<w:UseAsianBreakRules/><br />
<w:DontGrowAutofit/><br />
</w:Compatibility><br />
<w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel><br />
</w:WordDocument><br />
</xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml><br />
<w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"><br />
</w:LatentStyles><br />
</xml><![endif]--><!--[if !mso]><object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></object></p>
<style>
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
</style>
<p><![endif]--><!--[if gte mso 10]></p>
<style>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}
</style>
<p><![endif]-->*********</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><a href="http://omuniuum.net/wp-content/uploads/2012/04/Photo-06-04-12-21-39-18.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-3366" title="Komunal " src="http://omuniuum.net/wp-content/uploads/2012/04/Photo-06-04-12-21-39-18-724x1024.jpg" alt="" width="478" height="678" /></a></strong></p>
<p>CD GMP &#8211; IDR 25,000</p>
<p>Sertakan nama, alamat, nomer telepon, kode dan size.<br />
kirim ke email omuniuum@gmail.com / order@omuniuum.net atau sms via 087821836088<br />
Pembayaran transfer via rek BCA/Mandiri/BNI<br />
Pengiriman memakai jasa JNE</p>
<p>+ Omuniuum +<br />
Ciumbuleuit 151 b Lt.2 Bandung 40141<br />
ph. 022-2038279<br />
08782183608</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omuniuum.net/pers-rilis-gemuruh-musik-pertiwi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pers Rilis &#124; Forgotten: Laras Perlaya</title>
		<link>http://omuniuum.net/pers-rilis-forgotten-laras-perlaya/</link>
		<comments>http://omuniuum.net/pers-rilis-forgotten-laras-perlaya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Nov 2011 10:38:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boit</dc:creator>
				<category><![CDATA[cd]]></category>
		<category><![CDATA[forgotten]]></category>
		<category><![CDATA[Laras Perlaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omuniuum.net/?p=3135</guid>
		<description><![CDATA[&#8216;Laras Perlaya&#8217; adalah titel dari album baru Forgotten yang dirilis oleh Rock Records pada tahun 2011. Album ini adalah album ke 5 bagi Forgotten yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://omuniuum.net/pers-rilis-forgotten-laras-perlaya/forgotten-2/" rel="attachment wp-att-3142"><img class="aligncenter size-full wp-image-3142" title="Forgotten" src="http://omuniuum.net/wp-content/uploads/2011/11/Forgotten.jpg" alt="" width="350" height="527" /></a>&#8216;Laras Perlaya&#8217; adalah titel dari album baru Forgotten yang dirilis oleh Rock Records pada tahun 2011. Album ini adalah album ke 5 bagi Forgotten yang telah berdiri sejak tahun 1994. Bermaterikan 10 lagu yang direkam di Masterplan Recording Chamber Studio sedangkan untuk tahap mixing dan mastering dilakukan di Dialog Studio, Bandung. Aransemen pada komposisi lagu pada album kelima ini masih tetap dengan genre death metal yang progresif. Yang membuat album ini menjadi berbeda dengan album sebelumnya adalah adanya kolaborasi Forgotten dengan musisi tradisional sunda yang memainkan kesenian tarawangsa dan beluk.</p>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/omuniuum/6217321288/"><img class="aligncenter" title="laras perlaya" src="http://omuniuum.net/wp-content/uploads/2011/11/laras-perlaya.jpg" alt="" width="350" height="350" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Di tanah Pasundan, keberadaan Tarawangsa lebih tua umurnya daripada rebab. Dalam naskah kuno Sewaka Darma (abad ke-18), menyebutkan Tarawangsa sebagai nama alat musik. Kesenian Tarawangsa dimainkan oleh dua instrument yaitu Tarawangsa dan Jentreng. Tarawangsa adalah sejenis alat musik gesek yang prinsip memainkannya mirip dengan alat musik rebab. Akan tetapi yang digesek hanya satu dawai, yakni dawai yang paling dekat kepada pemain sementara dawai yang satunya lagi dimainkan dengan cara dipetik dengan jari telunjuk tangan kiri. Jentreng adalah sejenis kecapi kecil dengan tujuh dawai. Seniman yang dilibatkan adalah Kang Asep dan Kang Jaja dari daerah Ranca Kalong, Sumedang. Kesenian Tarawangsa biasanya ditampilkan pada upacara-upacara sakral tertentu yang berkaitan dengan pemujaan kepada alam dan arwah leluhur.</p>
<p style="text-align: justify;">Kata beluk berasal dari kata ba dan aluk. Ba artinya besar dan aluk artinya &#8216;gorowok&#8217; atau dalam bahasa Indonesia `berteriak&#8217;. Berbeda dengan “nembang” atau seni suara yang lainnya, kesenian Beluk tidak ‘menembangkan’ atau menyanyikan syair yang digunakan, tetapi hanya membaca dengan memainkan tinggi-rendahnya frekuensi suara. Seni Beluk merupakan sajian sekar berirama bebas atau merdeka. Salah seorang maestro Beluk yang dilibatkan adalah Mang Ayi yang berasal dari kota Subang, Jawa Barat.  Syair yang dilantunkan adalah jenis Wawacan (hikayat/cerita) yang dibawakan seperti kita jumpai dalam berbagai pupuh mulai dari pembukaan sampai pada penutupan seperti: Pupuh Kinanti, Asmaradana, Pucung, Dangdanggula, Balabak, Magatru, Mijil, Ladrang, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jenis wawacan yang disampaikan juru beluk tergantung apa yang dikuasainya seperti Babar Nabi, Barjah, Amungsari, Jayalalana, Natasukma, Mahabarata, Mundinglaya, Lutung Kasarung, Ciung Wanara, dan sebagainya. Menurut Mang Ayi seni beluk di daerah Subang pada awalnya digunakan untuk  memberikan perintah pada kerbau ketika membajak sawah. Para petani jaman dahulu ketika membajak sawah biasanya melantunkan beluk untuk mengarahkan laju dan gerakan kerbau.</p>
<p style="text-align: justify;">‘Laras Perlaya’ diambil dari kata bahasa sunda yang mempunyai makna ‘lagu kematian’. Tema yang diusung di album ini adalah bercerita tentang kematian dan hancurnya tatanan nilai-nilai kemanusian yang diakibatkan oleh makin menguatnya gerakan fundamentalisme dan fasisme yang mengatasnamakan agama, politik dan kekuasaan golongan tertentu. Dalam pengemasan album ini juga ikut disertakan sebuah novel yang dilengkapi dengan ilustrasi engraving karya Dinan Art yang memberikan penjabaran terhadap setiap makna lirik yang sarat dengan kalimat sarkas.</p>
<address><em>Kontak Manajemen:</em><br />
<em> Indira 0818612793</em><br />
<em> http://www.facebook.com/666forgotten666</em><br />
<em> http://www.reverbnation.com/forgotten666</em></address>
<address> </address>
<p><em>*Album Forgotten Laras Perlaya seharga Rp 75,000 bisa didapatkan di: Omuniuum, Remains, Arena </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omuniuum.net/pers-rilis-forgotten-laras-perlaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>New Arrival : Okt &#8211; November 2011</title>
		<link>http://omuniuum.net/new-arrival-okt-november-2011/</link>
		<comments>http://omuniuum.net/new-arrival-okt-november-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Nov 2011 11:58:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boit</dc:creator>
				<category><![CDATA[cd]]></category>
		<category><![CDATA[t-shirt]]></category>
		<category><![CDATA[angsa dan serigala]]></category>
		<category><![CDATA[bottlesmoker]]></category>
		<category><![CDATA[forgotten]]></category>
		<category><![CDATA[Gelap]]></category>
		<category><![CDATA[Glosalia]]></category>
		<category><![CDATA[Hollywood Nobody]]></category>
		<category><![CDATA[infamy]]></category>
		<category><![CDATA[koil]]></category>
		<category><![CDATA[new arrival]]></category>
		<category><![CDATA[Straight Answer]]></category>
		<category><![CDATA[TDS]]></category>
		<category><![CDATA[thinking straight]]></category>
		<category><![CDATA[tulus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omuniuum.net/?p=3129</guid>
		<description><![CDATA[Hei hei hei, mau menyapa dan memberi tahu barang-barang baru di bulan Oktober &#8211; November nih kita kedatangan tshirt Koil, TDS, Thinking Straight, Infamy, Straight [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hei hei hei,</p>
<p style="text-align: justify;">mau menyapa dan memberi tahu barang-barang baru di bulan Oktober &#8211; November nih kita kedatangan tshirt Koil, TDS, Thinking Straight, Infamy, Straight Answer,  Bottlesmoker, Hollywood Nobody dan banyak lagi. Untuk CD rilisan baru ada Angsa dan Serigala, Tulus, Gelap, Glosalia, Forgotten terus juga ada Majalah Cobra edisi dua dengan bonus CD Desis Cobra yang ciamik, isinya ada Hightime Rebellion, Homogenic dan kawan-kawannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Yuk, silakan klik gambar untuk melihat katalog kita di <a href="http://www.facebook.com/omuniuum">facebook</a> atau bisa juga cek <a href="http://www.flickr.com/photos/omuniuum">flickr</a> kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Ditunggu ordernya atau datang langsung ke toko kita yang ngumpet di lantai 2 Ciumbuleuit 151 B seberang Unpar.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga harinya menyenangkan ya! <img src='http://omuniuum.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.facebook.com/media/set/?set=a.10150417299789002.403596.53548959001&amp;type=3"><img class="aligncenter size-full wp-image-3130" src="http://omuniuum.net/wp-content/uploads/2011/11/tumb.jpg" alt="" width="464" height="579" /></a></p>
<p style="text-align: center;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omuniuum.net/new-arrival-okt-november-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rubrik Review! Asuhan Mas Bram &#124; Rajasinga &#8211; Rajagnaruk</title>
		<link>http://omuniuum.net/rubrik-review-asuhan-mas-bram-rajasinga-rajagnaruk/</link>
		<comments>http://omuniuum.net/rubrik-review-asuhan-mas-bram-rajasinga-rajagnaruk/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Aug 2011 13:22:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boit</dc:creator>
				<category><![CDATA[cd]]></category>
		<category><![CDATA[rajagnaruk]]></category>
		<category><![CDATA[Rajasinga]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[Review CD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omuniuum.net/?p=3021</guid>
		<description><![CDATA[Memasuki tengah bulan puasa yang merupakan bulan suci ini, marilah kita bersama-sama mendoakan Kak Katy Bon agar persiapan pernikahannya lancar sentausa dan juga semoga ujian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Memasuki tengah bulan puasa yang merupakan bulan suci ini, marilah kita bersama-sama mendoakan Kak Katy Bon agar persiapan pernikahannya lancar sentausa dan juga semoga ujian Kak Gendat juga lancar, amin. Selagi kedua orang itu sibuk dengan kegiatannya masing-masing, siang tadi ada kiriman surat elektronik dari Mas Bram berisikan review album terbaru dari band kesayangan kita yang katanya menyegankan. Mari kita membaca, ugh!</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://omuniuum.net/rubrik-review-asuhan-mas-bram-rajasinga-rajagnaruk/rajasinga-3/" rel="attachment wp-att-3022"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3022" title="rajasinga" src="http://omuniuum.net/wp-content/uploads/2011/08/rajasinga-260x300.jpg" alt="" width="260" height="300" /></a><em>Rajasinga | Rajagnaruk |Demajors | IDR 30,000</em></p>
<p style="text-align: justify;">Seks bebas adalah kata pertama yang terbesit dalam pikiran saya saat mendengar nama band ini. Dilanjutkan dengan kata &#8220;infeksi kronis&#8221; dan &#8220;pengaman&#8221;. Mengapa? Karena, kalau Anda belum tahu, rajasinga ini adalah nama penyakit kelamin yang diakibatkan oleh seks bebas dan menyebabkan infeksi kronis pada penderitanya. Solusinya hanya satu, cegahlah dengan menggunakan pengaman.</p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun Rajasinga dalam konteks ulasan ini tidak ada kaitannya dengan penyakit rajasinga tersebut, tapi Anda tetap membutuhkan pengaman. Namun, bukan pengaman seperti itu. Pengaman yang Anda butuhkan adalah pengaman untuk kedua telinga Anda. Kenapa? Karena mereka akan dihajar habis-habisan oleh Rajasinga dalam album Rajagnaruk ini!! ugh yeah</p>
<p style="text-align: justify;">Sedikit sejarah singkat tentang Rajasinga. Band yang digawangi oleh Morrg (vokal &amp; bass), Biman (gitar &amp; bass), dan Revan (drum) ini telah berdiri sejak tahun 2004. Sebuah album live demo, mini album, dan full album telah mereka rilis sebelum akhirnya pada tahun ini mereka merilis Rajagnaruk.</p>
<p style="text-align: justify;">Oke, masuk ke album. Hal pertama yang mencuri perhatian saya adalah judul albumnya. Rajagnaruk? Awalnya saya mengira rajagnaruk ini adalah semacam dewa dari mitologi Nordic, tapi kemudian saya tersadar kalau para personil Rajasinga tidak memakai eyeliner ataupun memainkan musik black metal. Pasti bukan itu. Atau mungkin rajagnaruk ini adalah bahasa Ibrani untuk rajasinga? Bisa jadi. Tapi setelah melakukan konsultasi ke Google Translate, ternyata jawabannya bukan. Lalu saya pun tersadar setelah membalikkan kata tersebut, ternyata menjadi sebuah kosakata yang begitu kickass : kurangajar. Cadas bray!!</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi memang album ini secara harafiah menurut saya kurang ajar. Mengapa? Karena setelah mengeroyok kedua telinga saya habis-habisan dalam satu putaran, dia meminta saya untuk mengulanginya kembali.  Saya pun melakukannya&#8230;. lagi… lagi… dan lagi! Terus menerus!! Benar-benar tidak tahu malu. Seberapa kurangajarnya album ini dapat pula disimak dari lirik-lirik bertemakan sex, drugs, dan rock &amp; roll yang begitu kental di seluruh album, namun tetap dibawakan dalam nuansa yang humoris oleh Rajasinga. Sekedar cuplikan, simak track <strong>Ujung Tombak</strong> (&#8220;<em>Gerbang Nirvana telah terbuka / telah terhunus ujung tombak</em>&#8220;) dan <strong>Roda Roda Gila</strong> (&#8220;<em>Adrenalin berkuasa / hati tak seluas samudera / polisi tidur kami gilas!!</em>). Selain itu, bicara soal judul lagu, Rajasinga cukup nakal juga memberi judul yang membuat orang berpikir. Coba, angkat tangan siapa yang bisa langsung paham arti dari <strong>N.A.D. Kush</strong>, <strong>99%THC 1%Skill</strong>, dan favorit pribadi saya, <strong>Kokang Batang</strong>?</p>
<p style="text-align: justify;">Dari departemen tata suara, walaupun mengatasnamakan grindcore, namun metal yang Rajasinga bawakan tidak selalu ala Napalm Death atau kerabatnya Pig Destroyer. Memang, album ini penuh dengan musik yang bertempo cepat, gebukan drum yang menggebu, growl yang membabi buta, serta distorsi yang padat karya. Namun, ada juga lagu-lagu <em>anthemic</em> yang sekiranya dapat dipakai untuk karaoke berjamaah di sebuah ritual bernama <em>moshing</em>. Coba dengarkan track pembuka<strong> Anak Haram Ibukota</strong> dan <strong>Angkasa Murka</strong>, dijamin mulut ikut komat-kamit.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhir kata, segera genggam CD ini, bayar di kasir, masukkan ke dalam CD player, dan nikmati dengan khidmat. Hati-hati, headbanging yang terlalu brutal dapat mengakibatkan sakit kepala dan gejala muntah, tapi di samping itu dapat juga membuat Anda puas dan lega selama 7 hari 7 malam. SEGAN UNTUK RAJASINGA!!</p>
<p style="text-align: justify;"><em>P.S. Ugh! Ugh! Ugh! Buat kalian yang mau order CD-nya langsung kontak 087821836088 atau silakan via email order@omuniuum.net. Kalau mau kirim penganan, tajil atau kue lebaran, silakan langsung kirim ke Ciumbuleuit 151 B lantai 2 Bandung. Kalo mau curhat, ngajak ngobrol dan lain-lain bisa via twitter kita @omuniuum. Salam ugh!  </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omuniuum.net/rubrik-review-asuhan-mas-bram-rajasinga-rajagnaruk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rubrik Review! Asuhan Kak Gendat a.k.a Si Gendat &#124; Morfem – Indonesia</title>
		<link>http://omuniuum.net/rubrik-review-asuhan-kak-gendat-a-k-a-si-gendat-morfem-%e2%80%93-indonesia/</link>
		<comments>http://omuniuum.net/rubrik-review-asuhan-kak-gendat-a-k-a-si-gendat-morfem-%e2%80%93-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Aug 2011 12:35:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boit</dc:creator>
				<category><![CDATA[cd]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[morfem]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[Review CD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omuniuum.net/?p=3008</guid>
		<description><![CDATA[Berjumpa lagi dengan Kak Gendat, karena Kak Bram lagi sibuk dan tanggal pernikahan Kak Katy Bon pun makin dekat. Kali ini dia membahas Morfem, mari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Berjumpa lagi dengan Kak Gendat, karena Kak Bram lagi sibuk dan tanggal pernikahan Kak Katy Bon pun makin dekat. Kali ini dia membahas Morfem, mari membaca..</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://omuniuum.net/rubrik-review-asuhan-kak-gendat-a-k-a-si-gendat-morfem-%e2%80%93-indonesia/morfem-2/" rel="attachment wp-att-3010"><img class="aligncenter size-full wp-image-3010" title="morfem" src="http://omuniuum.net/wp-content/uploads/2011/08/morfem1.jpg" alt="" width="240" height="240" /></a><em>Morfem | Indonesia | Demajors | IDR 25,000</em></p>
<p style="text-align: justify;">Inilah dia super group yang sedang semarak menjadi buah bibir di mana-mana, mengapa super group ? Karena personil dari Morfem ini masing-masing memiliki band yang sudah malang melintang di dunia persilatan musik indie. Sebut saja Jimi (The Upstairs) pada vokal, Pandu (The Porno) pada gitar, Bram (JARB) pada bass, dan Freddie (Nervous Breakdown) pada drum. Pasti udah pada tau lah orang-orang yang saya sebutkan itu, kalau tidak tahu, sekalian kenalan dan yak, saat ini mereka tergabung dalam Morfem.</p>
<p style="text-align: justify;"> Morfem baru saja mengeluarkan sebuah album yang dikasih ngaran “Indonesia” pada tahun 2011 ini, mengapa “Indonesia”, dugaan saya sih mungkin karena mereka semua berasal dari Indonesia dan kebanyakan lirik mereka menggunakan bahasa Indonesia, silahkan mau yang mana tinggal pilih aja.. Hehe!! Yang pasti di kuping saya yang ga bagus-bagus amat ini, album mereka terdengar sangat Indonesia.</p>
<p> Baiklah sekarang saya akan membahas dari artwork dulu, secara artwork mereka lebih memilih menempelkan banyak foto (mungkin sebagai dokumentasi juga..), jadi kalian bisa dengan bebas melihat-lihat foto-foto mereka (entah sedang perform atau sekedar bergaya sebagai cover album) yang kebanyakan berwarna hitam-putih, terkesan jaman dulu namun sangat sophisticated sekali.. Haha!!.</p>
<p style="text-align: justify;"> Mulai kita masuk kedalam track yang ditawarkan oleh Morfem, track pertama kalian akan di kenalkan dengan <strong>Gadis Suku Pedalaman</strong>, yang bila dibaca liriknya tentang sebuah perjalanan seorang gadis yang pasti dari suku pedalaman. Dia tampak mencoba mencari peruntungan di kota besar dan yah gitu aja sih.. Track ini pun dipilih sebagai single pertama mereka, lalu di track ke-5 ada <strong>Pilih Sidang Atau Berdamai</strong> yang video klipnya sudah bisa kalian nikmati di you tube atau channel televisi nasional yang menayangkan program musik, yak simple saja ini adalah potret kehidupan seorang pelanggar lalu lintas dengan pihak berwajib.. Track ini pun kalau tidak salah dipilih sebagai single kedua mereka. Track yang lain asyik-asyik, tapi  seperti peribahasa yang diajarkan dulu di bangku sekolah, tak kenal maka tak sayang, lebih baik kalian lari ke toko CD terdekat dan beli CDnya dan dengarkan sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk sound dan musikalitas, kalau dari segi sound saya tidak akan berbicara banyak, intinya adalah apabila kalian mendengarkan band-band yang bermunculan di era 90an, mereka cukup mewakili sound dan musik generasi saat itu. Bunyi gitar yang meraung-raung dan kasar ditambah sedikit noise, lalu untuk pemilihan chord pun simple tidak yang membuat para pendengarnya harus berpikir.</p>
<p style="text-align: justify;"> Secara keseluruhan album dari super group ini layak didengar dan didendangkan sambil angguk-angguk kepala tentunya, jadi album ini wajib kalian miliki, dan baik juga untuk kawula muda mudi jaman sekarang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>-sigendat-</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>P.S. Yiha! Kalo kalian mau order CD-nya langsung kontak 087821836088 atau silakan via email order@omuniuum.net. Begitupun kalau mau kirim surat cinta, keluhan, curhat atau mungkin ngajak kerjasama. Jangan lupa follow twitter kita @omuniuum untuk interaksi yang lebih asyik tentunya. sekali lagi yihaaaa!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omuniuum.net/rubrik-review-asuhan-kak-gendat-a-k-a-si-gendat-morfem-%e2%80%93-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rubrik Review! Asuhan Mas Bram &#124; Sir Dandy &#8211; Lesson #1</title>
		<link>http://omuniuum.net/rubrik-review-asuhan-mas-bram-sir-dandy-lesson-1/</link>
		<comments>http://omuniuum.net/rubrik-review-asuhan-mas-bram-sir-dandy-lesson-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jul 2011 10:27:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[cd]]></category>
		<category><![CDATA[lesson #1]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[sir dandy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omuniuum.net/?p=2991</guid>
		<description><![CDATA[Dicurigai Kak Katy Bon lagi sibuk foto pre-wed dan Kak Gendat lagi mojok di kamar karena belum dapat pacar, kali ini mari kita membaca review [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dicurigai Kak Katy Bon lagi sibuk foto pre-wed dan Kak Gendat lagi mojok di kamar karena belum dapat pacar, kali ini mari kita membaca review dari Mas Bram yang baik hati dan tidak sombong dan rajin menabung dan lain sebagainya. Mari membaca!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>37.4 menit.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pernahkah Anda tertawa selama itu? Well, mungkin saat menonton film Hangover Anda tertawa lebih lama dari itu, tapi pernahkan Anda tertawa selama 37.4 menit saat mendengarkan sebuah karya musik? Sebuah album? Tidak? Belum pernah?</p>
<p style="text-align: justify;">Kasihan ya. Tapi, tidak perlu khawatir, karena setelah mendengarkan album Lesson #1 yang akan saya review ini, Anda bisa menjawab pertanyaan di atas dengan satu jawaban tegas : PERNAH!</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://omuniuum.net/rubrik-review-asuhan-mas-bram-sir-dandy-lesson-1/sir-dandy/" rel="attachment wp-att-2993"><img class="aligncenter size-full wp-image-2993" title="sir dandy" src="http://omuniuum.net/wp-content/uploads/2011/07/sir-dandy.jpg" alt="" width="209" height="240" /></a><em>Sir Dandy &#8211; Lesson #1 | Demajors / Organic Rec. | IDR 35,000</em></p>
<p style="text-align: justify;">Dengan 10 lagu dalam durasi sepanjang 37.4 menit, Sir Dandy berhasil memberikan sebuah album komedik yang mampu mengocok-ngocok perut dan membuat kita terperangah karena ia melakukannya tanpa suara merdu yang dapat menyentuh pitch-pitch tinggi (baca: suara fals) dan kunci gitar yang kompleks seperti F Major 9 sus4 dan C Minor Major 7th add 13 (baca: skill minim). Hanya berbekal racikan antara lirik simpel yang nakal dengan musik bernuansa folk pop sebagai modal dasar, voila! Jadilah Lesson #1.</p>
<p style="text-align: justify;">Simak lagu Ode To Antruefunk Part II di mana Sir Dandy bernanyi “anto anto adik kelasku, pandai memainkan gitar, berkacamata terlihat pintar, tak pernah marah ataupun gusar, kalau pipis kadang-kadang minta ditemenin pacar”. Juara. Puas membuat tertawa, yang mana saat ini adalah hal yang sangat baik karena tertawa itu adalah ibadah, dan menjelang bulan Ramadhan kita harus banyak melakukan ibadah, yes?</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi jangan anggap Sir Dandy sekedar menuliskan hal-hal yang asal dan tak berisi. Sindiran terhadap fenomena-fenomena sosial yang terjadi di sekitar kita pun berhasil ia tuangkan dengan begitu seksi. Simak Jakarta Motor City di mana Sir Dandy menyindir “tak diperlukan gelar sarjana, apalagi ijazah SMA, asal kau bisa naik sepedah, bayar DP murah, motor bawa ke rumah”. Tepat sasaran, dan mengundang senyuman.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal lain yang membuat album ini semakin menarik ialah di awal setiap lagu Sir Dandy selalu memberikan ceramah singkat mengenai lagu yang akan dibawakan. Semacam intro lah begitu. Dibacking dengan musik latar yang terkadang kontras dengan lagunya itu sendiri, membuat ceramah singkat ini menjadi satu hal yang menarik untuk dicermati. Awalnya seperti “Anjiir, apaan ni?” lalu berlanjut kepada “Hahaha kacau ini nyett”. Seperti pada Lagu Itu, intro dengan background musik ala ESQ sudah membuat saya tertawa duluan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bicara soal sound, jujur saja pada awalnya saya cukup pesimis dengan Lesson #1 ini. Jauh-jauh hari sebelum album ini dirilis, Sir Dandy sebenarnya telah mengeluarkan karya-karyanya di dunia maya dalam format EP dan single. Namun masih dalam model akustikan (alias hanya vokal dan gitar saja). Menarik dan lucu, tapi jujur saja tidak sebagus itu. Sir Dandy bukanlah The Tallest Man on Earth atau Bob Dylan yang mampu menghasilkan sebuah mahakarya dengan hanya bermodalkan pita suara dan gitar, sehingga saat mengetahui Sir Dandy akan mengeluarkan debut albumnya, saya sempat berpikir ini akan menjadi sebuah epic failure.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi ternyata saya salah, dan saya mensyukuri itu. Terima kasih kepada Widi Puradiredja, seorang produser yang kebetulan merupakan drummer sebuah band jazz soul terkemuka di Indonesia, yang sukses membuat lagu-lagu Sir Dandy menjadi semakin penuh dan berisi. Bayangkan musik seorang Iwan Fals tambun yang baru belajar main gitar dengan sidejob sebagai seorang pelawak. Kurang lebih seperti itu musik dalam Lesson #1 ini. Simak lagu andalan Juara Dunia. Perpaduan antara suara organ yang soulful dengan bassline yang agak2 psychedelic mampu membuat lagu yang sudah catchy ini semakin bertambah catchy. Begitu pas.</p>
<p style="text-align: justify;">Intinya, album ini adalah sebuah album yang sanggup membuat kita yang sedih menjadi senang dan yang senang bertambah senang. Jangan dianggap terlalu serius, karena justru di situlah esensi dari album ini. Namun walau begitu, bukan berarti album ini bisa Anda unduh begitu saja secara illegal dari mediafire atau 4shared. Mengapa? Karena selain merugikan orang lain, hal tersebut akan merugikan diri Anda sendiri. Anda tidak dapat merasakan orgasme visual dari artwork-artwork ciamik Sir Dandy plus chord-chord dari semua lagu-lagunya yang terdapat di dalam booklet album ini. Jadi beli CD nya oke.</p>
<p style="text-align: justify;">Sir Dandy Harrington memang tidak pernah berjasa bagi Kerajaan Inggris sehingga ia berada di kelas yang sama dengan Sir Alex Ferguson atau Sir Elton John. Saya yakin nama “Sir” yang tertera pada namanya juga ia nisbatkan sendiri sesukanya. Tapi, dengan hadirnya Lesson #1 ini, saya percaya Ratu Elizabeth selayaknya melantik dirinya ke dalam jajaran orang-orang hebat tersebut. Bravo Sir Dandy</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>P. S. Ahey, mari beli CD-nya! Kalian bisa kontak 087821836088 buat order ya. Kalo mau kirim order atau surat cinta, keluh kesah juga bisa, langsung ke email order@omuniuum.net. Lalu jangan lupa follow twitter kita @omuniuum biar gaul ceritanya sih. Sampai berjumpa di review selanjutnya! Eh tersedia juga merchandise dan spesial pack Sir Dandy Lesson #1 di Omu yaa&#8230; <img src='http://omuniuum.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omuniuum.net/rubrik-review-asuhan-mas-bram-sir-dandy-lesson-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rubrik Review! Asuhan Kak Gendat a.k.a Si Gendat &#124; Sajama Cut – Manimal</title>
		<link>http://omuniuum.net/rubrik-review-asuhan-kak-gendat-a-k-a-si-gendat-sajama-cut-%e2%80%93-manimal/</link>
		<comments>http://omuniuum.net/rubrik-review-asuhan-kak-gendat-a-k-a-si-gendat-sajama-cut-%e2%80%93-manimal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 08:49:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boit</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[cd]]></category>
		<category><![CDATA[Manimal]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[Review CD]]></category>
		<category><![CDATA[Sajama Cut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omuniuum.net/?p=2974</guid>
		<description><![CDATA[Tampak Kak Katy Bon mulai benar-benar sibuk dengan segala kesibukannya, mungkin dia mau rebonding rambut keritingnya biar ga kusut-sut-sut seperti arumanis jadi review kali ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tampak Kak Katy Bon mulai benar-benar sibuk dengan segala kesibukannya, mungkin dia mau rebonding rambut keritingnya biar ga kusut-sut-sut seperti arumanis jadi review kali ini muncul kembali dari Kak Gendat. Silakan di baca &#8230;</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://omuniuum.net/rubrik-review-asuhan-kak-gendat-a-k-a-si-gendat-sajama-cut-%e2%80%93-manimal/sajama-cut/" rel="attachment wp-att-2975"><img class="aligncenter size-full wp-image-2975" title="sajama cut" src="http://omuniuum.net/wp-content/uploads/2011/07/sajama-cut.jpg" alt="" width="240" height="240" /></a><em>Sajama Cut &#8211; Manimal | Demajors | IDR 35,000</em></p>
<p style="text-align: justify;">Selamat pagi, siang dan malam, entah kenapa ketika bangun pagi saya ingin mengulas EP teranyar dari Sajama Cut, walaupun sebenernya mereka mengeluarkan EP ini tahun lalu tapi biarlah yah.. Haha!</p>
<p style="text-align: justify;">Baiklah saya mulai, siapa yang tidak kenal dengan band asal Jakarta ini yang sudah malang melintang selama kurang lebih 10 tahun dan menelurkan 3 album, yak mereka hadir kembali dgn EP teranyar mereka berjudul “<strong>Manimal</strong>” yg merupakan album ke-3 mereka, dimana di mini album ini personil tetap yang tersisa dari Sajama Cut hanya tinggal frontman mas Marcel Thee (yak berarti selebihnya anyar bro). Mini album teranyar mereka terdengar lebih asik dan mantap, mengapa demikian, karena mulai banyak variasi pada setiap lagunya, jadi dapat dikatakan mini album Sajama Cut yang terbaru lebih fresh dan canggih.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita bahas dari <em>artwork</em>-nya dulu, mungkin yang dimaksud dengan “Manimal” ini adalah penggabungan kata dari <em>Human </em>dan <em>Animal, </em>karena artwork dari mini album ini ada manusia tetapi semua berkepala binatang, entah ada makna apa dibalik nama “Manimal” ini atau mungkin mereka mencoba menjelaskan bahwa manusia terkadang dapat bersikap seperti “binatang” &#8230; Nah mungkin kalian dapat menterjemahkannya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Mari kita masuk ke lagu didalam mini album ini, saya tidak akan membahas per track yah, pertama kali saya masukkan CD ini langsung dihantam dengan harmonisasi vokal ala-ala The Beach Boys dan dipadu sedikit dari Fleet Foxes (sotoy dikit aahh), yak inilah track pertama yang kebetulan mereka jadikan single dari mini album ini, yaitu <strong>Paintings/Paintings</strong>, pemilihan single yang ciamik menurut saya. Lalu ada <strong>Where’s The Orient</strong> di track 4, di awal penggalan liriknya ada kata-kata “<em>girl you’re a criminal, girl you’re a criminal you stole my heart..” </em>simple tapi boleh juga ini kata-kata, cocok buat yang jatuh cinta.. <em>Yeah</em>!! Yang menarik di lagu ini juga ada bunyi lonceng gereja, sedikit tapi cukup <em>catchy</em> lalu di <em>track</em> terakhir ditutup dengan <strong>Street Haunts</strong>, ada penggalan lirik yang diulang-ulang berbunyi “<em>but now I feel like I’m dying..”</em> trus diulang-ulang seakan menggambarkan jalanan itu keras..</p>
<p style="text-align: justify;">Saatnya kita masuk ke packaging, tidak terlalu istimewa bila dilihat dari packaging, jadi biasa saja, sayang mereka tidak melampirkan lirik sama sekali jadi hanya ada beberapa kata-kata saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesimpulannya, menurut saya mini album ini layak sekali untuk kalian jadikan koleksi, buat yang memang suka Sajama Cut dari dulu, maupun kalian yang baru-baru saja mendengarkan Sajama Cut. Beli aja CD-nya kalo tidak percaya.</p>
<p> Salam manis buat yang manis dari Kak Gendat yah!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><em>P.S.</em> <em>Gimana ? Ini Kak Gendat lagi cari pacar loh, jadi buat mojang-mojang yang tertarik buat jadi pacar kak Gendat yang pandai mereview ini silakan kirim surat cinta via email ke 0rder@omuniuum.net .. Eh email kami juga kalau ada yang mau menyampaikan kritik, saran dan sebagainya termasuk undangan kerjasama terutama kerjasama yang menghasilkan cuan .. Eh apa sih ini ngelantur. Pokoknya follow twitter kami @omuniuum dan hubungi 0878213836088 jika kalian ingin membeli CD yang di review di atas itu ya . Cihuy!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omuniuum.net/rubrik-review-asuhan-kak-gendat-a-k-a-si-gendat-sajama-cut-%e2%80%93-manimal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rubrik Review! Asuhan Kak Gendat a.k.a Si Gendat &#124; Thinking Straight &#8211; The Opposite Of Ordinary</title>
		<link>http://omuniuum.net/rubrik-review-asuhan-kak-gendat-a-k-a-si-gendat-thinking-straight-the-opposite-of-ordinary/</link>
		<comments>http://omuniuum.net/rubrik-review-asuhan-kak-gendat-a-k-a-si-gendat-thinking-straight-the-opposite-of-ordinary/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jul 2011 11:27:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boit</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[cd]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[The Opposite Of Ordinary]]></category>
		<category><![CDATA[thinking straight]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omuniuum.net/?p=2927</guid>
		<description><![CDATA[Berhubung Kak Katy Bon lagi sibuk mengasuh anak asuhannya yang banyak dan katanya mau menikah, kali ini rubrik review-nya Omu memanggil Kak Gendat alias Si [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Berhubung Kak Katy Bon lagi sibuk mengasuh anak asuhannya yang banyak dan katanya mau menikah, kali ini rubrik review-nya Omu memanggil Kak Gendat alias Si Gendat yang baik hati dan tidak sombong, berambut sama-sama keriting kayak Kak Katy Bon, semoga reviewnya ngga’ sekusut rambutnya, yak daripada ngelantur mari kita baca reviewnya kali ini bicara tentang album barunya Thinking Straight.</p>
<address style="text-align: center;"><a rel="attachment wp-att-2928" href="http://omuniuum.net/rubrik-review-asuhan-kak-gendat-a-k-a-si-gendat-thinking-straight-the-opposite-of-ordinary/thinkingstraight/"><img class="aligncenter size-full wp-image-2928" title="thinkingstraight" src="http://omuniuum.net/wp-content/uploads/2011/07/thinkingstraight.jpg" alt="" width="209" height="240" /></a><em>Thinking Straight | The Opposite Of Ordinary </em></address>
<address style="text-align: center;"><em>Linoleum Records | IDR 30,000</em></address>
<address style="text-align: center;">
</address>
<address style="text-align: center;"><em><br />
</em></address>
<address style="text-align: center;"> </address>
<p style="text-align: justify;">Pertama kali kalian mendengarkan nama band asal Depok ini, pasti akan terlintas bahwa band ini adalah band <em>Hardcore Punk</em> yang mengambil banyak pengaruh dari <em>Youth Of Today</em>. Yak, memang betul sekali bila kalian berpikir seperti itu. Sewaktu saya memasukkan CD mereka yg berjudul “The <em>Opposite Of Ordinary</em>”, awalnya saya berpikir “aahh palingan standar band2 HC Punk, dengan sound seadanya dan vokal yg melengking khas <em>Ray Cappo</em>”, apabila kalian punya pikiran sama seperti saya, sayangnya kalian salah besar, karena mereka berhasil merekam album ini dengan sound yg luar biasa, dengan kata lain <em>Thinking Straight</em> tidak seperti band2 HC Punk lokal kebanyakan yg merekam album mereka dengan konsep seadanya. Tidak banyak band HC Punk lokal yg bisa <em>survive</em> dan mengeluarkan album, tetapi <em>Thinking Straight</em> cukup dapat menepis anggapan itu terlebih mereka membawa bendera <em>Straight Edge</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari segi <em>sound</em> dan musik, mereka berhasil membuat album HC Punk yg mantap, campuran nuansa HC Punk ala <em>Youth Of Today</em> ditambah sedikit sentuhan modern (yah sekitar 2000an lah) mampu membuat telinga kalian nyaman tapi sekaligus juga membuat ingin <em>stage diving</em> dan moshing bersama teman-teman, yeah! Haha!</p>
<p style="text-align: justify;">Dari segi lirik, ada salah satu track yg berjudul <em>Oath That Sets Me Free</em> berbunyi <em>addiction to poison, I choose to refuse..</em> Ini memperlihatkan bahwa mereka mengusung <em>Straight Edge</em> atau dengan kata lain menolak segala jenis “Drugs” semoga juga dapat memotivasi yg mendengarkan untuk bersikap positif dalam segala hal. Lalu di <em>track</em> <em>The Opposite Of Ordinary</em> mereka menawarkan musik tanpa vokal dgn kata lain hanya memakai instrumen saja, tetapi cukup <em>ear catchy </em>.. Kejutan terakhir muncul di <em>track</em> terakhir mereka membawakan cover song dari <em>Chain Of Strength</em> berjudul <em>Never Understand</em>.. Yah, tahu lah pasti band itu kalo kalian mendengarkan HC Punk 80an. Haha!</p>
<p style="text-align: justify;">Dari segi packaging, sangat jarang band seperti ini membuat <em>packaging</em> yg cukup terkonsep, bahkan apabila kalian membuka kertas lipatan yg dimana terdapat lirik disitu dan apabila dibalik akan ada sebuah poster kecil yg bisa menghiasi kamar kalian.. Hehehe!</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi kesimpulannya menurut saya album ini adalah album yg hrs didengarkan dengan volume maksimal bersama teman-teman, pacar dan sanak keluarga.. Let’s go!  Mosh… Mosh.. Mosh.. Yeeaahhhh!</p>
<p style="text-align: justify;">Eh, pesan sponsornya lupa. Ah, tapi kalian udah tahulah ya, belinya dimana. Silakan lari ke seberang Unpar Ciumbuleuit, ruko lantai 2 sebelah CK, ada toko kecil mungil berantakan tapi oke sekali nyelip di lantai 2.</p>
<p>Sampai jumpa lagi dengan Si Gendat!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">P.S. <em>Yah, begitulah review CD yang ditulis sama kak Gendat yang tampaknya lebih serius dari Kak Katy Bon   .. hihihi… Kalo ada  yang mau kirim surat bertanya tentang tips  dan trik menulis ala Kak Gendat  bisa di  imel ke  order@omuniuum.net, nanti kami  sampaikan. Eh, ya, pesen CD  bisa  via  sms ke 087821836088 yaks! Oh, biar keliatan update dan eksis,   jangan  lupa follow kita di twitter ya, @omuniuum</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omuniuum.net/rubrik-review-asuhan-kak-gendat-a-k-a-si-gendat-thinking-straight-the-opposite-of-ordinary/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pers Release album baru The Brandals &#124; DGNR8</title>
		<link>http://omuniuum.net/pers-release-album-baru-the-brandals-dgnr8/</link>
		<comments>http://omuniuum.net/pers-release-album-baru-the-brandals-dgnr8/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jun 2011 14:45:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boit</dc:creator>
				<category><![CDATA[cd]]></category>
		<category><![CDATA[dngr8]]></category>
		<category><![CDATA[the brandals]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omuniuum.net/?p=3122</guid>
		<description><![CDATA[ALBUM BRNDLS &#8211; DGNR8 DAN PROGRAM PRJKT:DGNR8 de•gen•er•ate Berbagai peristiwa dan kejadian menyedihkan yang terjadi di negeri ini tak lelah menghampiri kita. Melalui televisi, koran, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://omuniuum.net/pers-release-album-baru-the-brandals-dgnr8/brandals/" rel="attachment wp-att-3123"><img class="aligncenter size-full wp-image-3123" title="brandals" src="http://omuniuum.net/wp-content/uploads/2011/10/brandals.jpg" alt="" width="361" height="414" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">ALBUM BRNDLS &#8211; DGNR8 DAN PROGRAM PRJKT:DGNR8 de•gen•er•ate</p>
<p style="text-align: justify;">Berbagai peristiwa dan kejadian menyedihkan yang terjadi di negeri ini tak lelah menghampiri kita. Melalui televisi, koran, internet maupun melalui kehidupan sehari hari, seakan kita tak dibiarkan lupa dan acuh . Dipaksa menyaksikan bangsa ini pelan-pelan terpuruk ke lubang hitam dan sulit &#8211; keluar lagi</p>
<p style="text-align: justify;">Kenyataan ini yang mengilhami album ke empat BRNDLS yang bertajuk DGNR8 (baca: degenerate) yang dirilis oleh Sinjitos Records yang mulai dirilis secara nasional mulai 10 Juni 2011: sebuah tribut untuk bangsa besar yang mengerdil sehingga menjadi bahan tertawaan rakyat yang terjebak di dalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pernyataan ini disimbolkan melalui desain cover dan packaging CD DGNR8 yang berbentuk kemasan obat.  Bila biasanya obat diberikan pada orang sakit, maka DGNR8 adalah persembahan BRNDLS untuk bangsa yang sakit, atau rakyat yang sakit karena kondisi bangsa yang kian bobrok.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari segi musik, BRNDLS menjanjikan perubahan musik yang ekstrim;ledakan emosi yang dulu mereka umbar di karya lama mereka muncul lebih terkontrol, namun tetap keras menohok. Seperti yang dikatakan oleh Eka Annash (vokal) &#8220;We made peace with our demons&#8221;.  Sesuai dengan pendewasaan yang telah dialami oleh para personilnya, kini BRNDLS merasa sudah waktunya untuk keluar dari zona nyaman mereka dan bereksperimen dengan sound dan pendekatan musik yang berbeda. Hasilnya bisa disimak melalui dua single yang telah terlebih ditawarkan melalui internet dan radio &#8220;Start Bleeding&#8221; dan &#8220;Perak&#8221;. Tidak kurang dari Morgue Vanguard alias Ucok dari kelompok hip-hop legendaris asal Bandung, Homicide ikut berkontribusi di album ini, dalam lagu &#8220;Abrasi&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Tentunya, resiko perubahan besar besaran ini disadari oleh mereka. Menurut Eka, sejak merilis single Start Bleeding di internet sebagai teaser dari album DGNR8 ini, mereka menuai banyak protes dari penggemar berat BRNDLS yang menuduh band ini mulai berkompromi dengan sound dan kehilangan rawness. &#8220;Padahal sebagai manusia, kita ingin progress.&#8221; katanya. &#8220;Dan ketika kita bekerja sama dengan Sinjitos Records, kita baru sadar banyak &#8216;pintu&#8217; yang belum kita buka selama ini.&#8221;, merujuk pada eksplorasi yang mereka lakukan selama penggarapan album ini. Tony Dwi Setiaji (gitar) menambahkan,&#8221;Benang merah musik kita tetap rock n&#8217; roll tapi bila album pertama kita dibandingkan dengan album ini, akan terasa ekstrim.&#8221; Tony menambahkan bahwa album DGNR8 juga merupakan ujian bagi penggemar BRNDLS. &#8220;Gue dan Eka yakin, sebagian orang akan sangat suka dengan album ini, sedang sebagian lagi akan sangat tidak suka. Sekaligus menunjukkan apakah elo bener bener penggemar BRNDLS atau bukan.&#8221; tutupnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain kepingan CD audio, album DGNR8 juga menyertakan kepingan extra bertajuk &#8220;DGNR8: The DVD&#8221;, sebuah film dokumenter mengenai suka duka BRNDLS dalam mengerjakan album ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Bersamaan dengan dirilisnya album baru mereka, BRNDLS dan Sinjitos Records juga meluncurkan projek yang diberi nama PRJKT:DGNR8 dengan tujuan memberi sedikit kontribusi untuk memperbaiki degradasi yang terjadi di lingkungan sekitar kita. Kali ini PRJKT:DGNR8 memiliki fokus mengajak anak-anak muda dan remaja untuk kembali membeli produk musik secara fisik di toko CD dan kaset yang satu persatu menghilang ditelan kebangkrutan. Sekaligus membantu meminimalisasi pembajakan dengan melakukan persuasi langsung kepada penggemar musik, tanpa mengumbar slogan atau anjuran yang tidak efektif. Untuk keterangan lebih lengkap mengenai PRJKT: DGNR8 dapat diakses di situs <a href="http://dgnr8.tumblr.com/"><strong>http://dgnr8.tumblr.com</strong></a></p>
<p style="text-align: justify;">Berdiri di tahun 2001, BRNDLS yang dulu lebih dikenal dengan nama The Brandals adalah salah satu band rock n&#8217; roll paling berbahaya di era 2000an dan salah satu band terbaik yang muncul dari gerakan musik independen yang merebak di era tersebut. Mereka telah merilis tiga album dan DGNR8 adalah album keempat mereka  setelah vakum selama empat tahun. Kini kelompok ini digawangi oleh Eka Annash (vokal), Rully Annash (drum), Tony Dwi Setiaji (gitar), dan dua personil baru Mulyadi “PM” Natakusumah (gitar) dan Radit Syahrazam (bass).</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>CD The Brandals | DGNR8 bisa didapatkan di tempat kita ya, sms 087821836088 nama, alamat dan pesananmu atau email ke order@omuniuum.net yaks!</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Oya, jangan lupa follow twitter @thebrandals atau @sinjitos untuk keterangan lebih lengkapnya ya. <img src='http://omuniuum.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omuniuum.net/pers-release-album-baru-the-brandals-dgnr8/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rubrik Review! Asuhan Kak Katy Bon &#124; Polyester Embassy Fake/Faker</title>
		<link>http://omuniuum.net/rubrik-review-asuhan-kak-katy-bon-polyester-embassy-fakefaker/</link>
		<comments>http://omuniuum.net/rubrik-review-asuhan-kak-katy-bon-polyester-embassy-fakefaker/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jun 2011 22:59:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boit</dc:creator>
				<category><![CDATA[cd]]></category>
		<category><![CDATA[fake/faker]]></category>
		<category><![CDATA[ffwd records]]></category>
		<category><![CDATA[polyester embassy]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omuniuum.net/?p=2850</guid>
		<description><![CDATA[Polyester Embassy &#124; Fake/Faker &#124; FFWD Records&#124; IDR 50,000 Hatss..hiattt!! Setelah injak bumi 7 kali, akhirnya Katy Bon kembali dari mulut singa. Maafkan rambut saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a rel="attachment wp-att-2851" href="http://omuniuum.net/rubrik-review-asuhan-kak-katy-bon-polyester-embassy-fakefaker/polem/"><img class="aligncenter size-full wp-image-2851" title="polem" src="http://omuniuum.net/wp-content/uploads/2011/06/polem.jpg" alt="" width="209" height="240" /></a><em>Polyester Embassy | Fake/Faker | FFWD Records| IDR 50,000 </em></p>
<p>Hatss..hiattt!!</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah injak bumi 7 kali, akhirnya Katy Bon kembali dari mulut singa. Maafkan rambut saya yang agak melurus, mungkin ini akibat dari tidak keramas 5 hari. Janji, esok hari keramas. Semakin megar semakin seksi, saya tau. Baiklah, kembali ke bisnis..lho apa ini? Hoo.. Fake/Faker, Polyester Embassy! Ayo adik-adik, mari kita kemonah! Pertama-tama, masukkan CD ke dalam pantat kalkun..</p>
<p style="text-align: justify;">&#8230; LHO! Apa ini?! Kenapa ada pantut kalkun disini! Enyahkan kalkun ini lengkap bersama pantatnya! Ini bukan rubrik Cook With Yen! Dasar freelancer, kerjanya serabutan jadi suka ketuker-tuker! Yak kembali, mari adik-adik, masukkan CD ke dalam CD player. <strong>Polyester Embassy </strong>dengan <strong>Fake/Faker</strong>-nya berhasil membuat telinga saya kecantol. Dari awal pembukaan, saya udah langsung ngeceng. Hmm..bagaimana mendeskripsikannya dengan kata-kata ya? Ini perasaan yang sama saat saya melihat Bary Prima untuk pertama kalinya di film Legenda Sangkuriang.. ohh.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari lagu pertama <strong>Air</strong>, saja sudah membuat perhatian saya tersita. Terlebih saat <strong>Later On</strong> berkenalan dengan lendir-lendir di telinga saya sebelum sampai ke gendang telinga. Dari intro aja udah catchy. Samar-samar “Later On” membuat saya teringat dengan “One Armed Scissor” nya At The Drive-In, juga Mew. Seandainya album ini adalah sebuah pancingan, bagi saya track ini adalah umpan dan hook terbaik diantara semua, dan seandainya saya ikan kakap merah, sudah barang tentu saat ini saya sedang kalian santap dengan sambel kecap dan nasi panas. Lain lumbung, lain ilalang. Lain track dua, lain juga track tiga. Do mi ka do, cie duo tigo, <strong>LSD</strong> masuk dengan intro yang masih upbeat, sempat teringat dengan band yang digawangi Okereke dan Lissack saat mendengar track ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan ceritakan pada saya, mari kemari, have u ever feel the pain when u’re insane? <strong>Have You</strong>? menceritakan kontemplasi yang dimusikalisasi. Kenapa saya bilang kontemplasi yang dimusikalisasi, karena kalau kamu dengarkan seksama, kadang backsound-nya mengikuti kata-kata Elang bernyanyi. Dan hal itu menarik sekali, pendengar jadi seperti bisa membayangkan visual yang terekam akibat perpaduan lirik, musik, dan backsound itu. Karena alasan itu juga menurut saya lagu ini pasti akan laku sekali di radio-radio, pi-requesteun. Ha ha.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Fake/Faker </strong>yang juga menjadi judul album, adalah lagu terpanjang di album ini. Membuat saya berpikir ini semacam kesimpulan sekaligus klimaks dalam album ini. Ada 9 total keseluruhan lagu dalam album kedua Polyester Embassy ini, dan saya suka sekali dengan eksplorasi mereka disini, membuat nama Polyester Embassy semakin mengkilat, mereka memamerkan perkembangan grup musiknya. Eh! Tunggu dulu..APA INI..ternyata ada tambahan 1 lagu yang diselundupkan, membuat saya mau tidak mau berpikir bahwa peribahasa orang sabar disayang Tuhan benar adanya, hanya untuk kali ini mungkin peribahasanya lebih tepat menjadi orang sabar disayang anak band. Setelah <strong>White Crime</strong> yang mencekam perasaan saya, ternyata menempel sebuah track yang easy dan playful. Ada di menit ke 3:59! Ha ha! Track yang paling elektronik, seperti pencuci mulut yang ringan dan manis setelah main course yang mengenyangkan. Mengingatkan saya dengan musik-musik Junior Boys, The Knife, atau M.I.A di tahun-tahun 2003 sampai 2007-an.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhir kata, belilah album ini, jangan me-rip CD teman kamu. Ayolah, ini band lokal, janganlah kamu curangi juga. Jangan takut miskin, takut mah sama Tuhan aja. Dan dimana lagi selain di Omuniuum, tempat kamu bisa dengan mudah menemukan album ini! Ini adalah saran terbaik saya sepanjang 3 bulan terakhir, “Pergilah ke Omuniuum!” karena sekarang kamu ga cuma bisa menemukan merchandise, buku, CD, atau calon pacar, kamu juga bias menemukan ruang alternatif Omuniuum di lantai 3! Oh, kurang Barry Prima apalagi coba? Seksi sekali. Tapi jangan kamu prospek teteh-teteh Omuniuum ya, soalnya yang satu baru saja melepas masa lajang, ihiyy!</p>
<p style="text-align: justify;">download:  <a rel="attachment wp-att-2859" href="http://omuniuum.net/rubrik-review-asuhan-kak-katy-bon-polyester-embassy-fakefaker/polyesterembassy-spacetravelrocknrollradioedit/">Polyester Embassy &#8211; Space Travel Rock n Roll Radio Edit</a></p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">P.S. <em>Yah, begitulah review CD yang ditulis sama kak Katy Bon yang ajaib.   .. hihihi… Kalo ada  yang mau kirim surat bertanya tentang tips dan trick menulis ala Kak Katy Bon  bisa di  imel ke order@omuniuum.net, nanti kami  sampaikan. Eh, ya, pesen CD  bisa  via sms ke 087821836088 yaks! Oh, biar keliatan update dan eksis,   jangan lupa follow kita di twitter ya, @omuniuum</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omuniuum.net/rubrik-review-asuhan-kak-katy-bon-polyester-embassy-fakefaker/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

