<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Omuniuum &#187; artikel</title>
	<atom:link href="http://omuniuum.net/category/artikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://omuniuum.net</link>
	<description>small shop of reading and listening</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 May 2012 12:47:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Pers Rilis &#124; Seringai Merilis Single Baru, “Tragedi”, Free Download</title>
		<link>http://omuniuum.net/pers-rilis-seringai-merilis-single-baru-tragedi-free-download/</link>
		<comments>http://omuniuum.net/pers-rilis-seringai-merilis-single-baru-tragedi-free-download/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2012 16:28:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boit</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Band]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[seringai]]></category>
		<category><![CDATA[Taring]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omuniuum.net/?p=3414</guid>
		<description><![CDATA[Seringai baru saja merilis single lagu barunya, “Tragedi” dari album baru mendatang, Taring. Dirilis di website Seringai, single ini menawarkan aransemen yang segar namun tetap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">Seringai baru saja merilis single lagu barunya, “Tragedi” dari album baru mendatang, <em>Taring</em>. Dirilis di website Seringai, single ini menawarkan aransemen yang segar namun tetap khas a la band cadas yang digawangi oleh Ricky Siahaan [gitar], Sammy Bramantyo [bass], Arian13 [vokal] dan Khemod [drum].</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">“Ini merupakan teritori baru,” cerita Ricky, “Dalam lagu ini gue mencoba <em>riffing</em> gitar yang belum pernah dilakukan Seringai. Targetnya, merilis sebuah lagu <em>badass</em> yang bisa dinyanyikan semua orang. <em>Hell</em>, sampai lead gitarnya saja gue buat supaya bisa dinyanyikan, bahkan membuat <em>air guitar</em> masif!”</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Memang terasa warna hard rock pada riff-riff inti disini, layaknya sebuah lagu klasik hard rock yang hingga kini masih seru dan relevan untuk dimainkan, tanpa terjebak keklisean hard rock pada umumnya. Chorus yang catchy, intro yang ‘memanggil’, dan tetap intens. Mungkinkah Turbonegro bertemu dengan Mötley Crüe tapi <em>flirting</em> dengan GG Allin? Mungkin saja.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Sementara dari departemen lirik, penulis lirik Arian13 memilih tema yang tidak biasa: tentang buah pikiran yang keliru.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div>                  “Begitu banyak lelucon tidak lucu yang sering dilontarkan di negeri ini, dan buah pikiran keliru yang disampaikan oleh para petinggi/tokoh/politisi negara atau siapapun, adalah salah satunya.” jelas Arian13, “Pada intinya, lagu ini bertema tentang logika sampah. Sedangkal pemikiran keliru ketika semalam kamu menonton film di bioskop, besok paginya ada relasi yang meninggal.. karena kamu menonton film di bioskop, maka dari itu relasimu meninggal.” Ha!</div>
<div></div>
<div>                  “Ada <em>line</em>, ‘<em>Tabur garam kepada luka/membuat duka menjadi murka’</em>, menggambarkan mental <em>self-righteousness</em>, bukannya empati. Bukannya menolong, malah menghakimi.” jelas Khemod. Sammy menambahkan, “Antara bencana dengan akhlak manusia yang tidak berhubungan menjadi fokus kami untuk tema lagu “Tragedi” ini. Ketika kebebalan dipelihara, maka ini adalah sebuah tragedi sesungguhnya.”</div>
<div></div>
<div style="text-align: justify;">Kenapa <em>free download </em>khusus untuk single “Tragedi”? Karena sebagai penggemar musik, Seringai juga selalu senang bila ada band kesukaan yang menggratiskan single-nya.</div>
<div style="text-align: justify;">“<em>It&#8217;s the least we can do</em>, mengingat hutang cukup besar kepada khalayak setelah lima tahun absen album.” kata Ricky.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div> <object height="81" width="100%"><param name="movie" value="http://player.soundcloud.com/player.swf?url=http%3A%2F%2Fapi.soundcloud.com%2Ftracks%2F44393230&#038;g=1&#038;"></param><embed height="81" src="http://player.soundcloud.com/player.swf?url=http%3A%2F%2Fapi.soundcloud.com%2Ftracks%2F44393230&#038;g=1&#038;" type="application/x-shockwave-flash" width="100%"> </embed> </object></div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">berikut, lirik lagu “Tragedi”:</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;" align="center"></div>
<div style="text-align: center;" align="center">dan! ini! tragedi!</div>
<div style="text-align: center;" align="center"></div>
<div style="text-align: center;" align="center">kucing hitam menghalangimu, kau pikir akan tertimpa musibah.</div>
<div style="text-align: center;" align="center">salahkan sesuatu yang diluar kendalimu, logika mati, mengundang amarah.</div>
<div style="text-align: center;" align="center">kebebalanmu membuatku gusar: dimanakah engkau bersekolah?</div>
<div style="text-align: center;" align="center">pembenaranmu akan tragedi dan moral, selalu akan aku sergah.</div>
<div style="text-align: center;" align="center"></div>
<div style="text-align: center;" align="center">azab menghantuimu.</div>
<div style="text-align: center;" align="center">bebal mengaburkanmu.</div>
<div style="text-align: center;" align="center">tabur garam kepada luka,</div>
<div style="text-align: center;" align="center">membuat duka menjadi murka.</div>
<div style="text-align: center;" align="center">bebal mengaburkanmu.</div>
<div style="text-align: center;" align="center"></div>
<div style="text-align: center;" align="center">kepicikanmu dalam dogma, mengaburkan pikiranmu.</div>
<div style="text-align: center;" align="center">dimana korelasi antara bencana dan akhlak manusia?</div>
<div style="text-align: center;" align="center">“<em>Post hoc, ergo propter hoc.”</em> &#8211; buah pikiran yang keliru.</div>
<div style="text-align: center;" align="center">pembenaranmu akan dua hal.. logika sampah.</div>
<div style="text-align: center;" align="center"></div>
<div style="text-align: center;" align="center">azab menghantuimu.</div>
<div style="text-align: center;" align="center">bebal mengaburkanmu.</div>
<div style="text-align: center;" align="center">tabur garam kepada luka,</div>
<div style="text-align: center;" align="center">membuat duka menjadi murka.</div>
<div style="text-align: center;" align="center">bebal mengaburkanmu.</div>
<div style="text-align: center;" align="center"></div>
<div style="text-align: center;" align="center">irasional! irasional! ini mulai melelahkan.</div>
<div style="text-align: center;" align="center"></div>
<div style="text-align: center;" align="center">tragedi, adalah melestarikan kebebalan.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<p style="text-align: justify;">“Tragedi” diciptakan oleh Ricky Siahaan, Sammy Bramantyo, &amp; Edy Khemod<br />
Lirik “Tragedi” oleh Arian13<br />
Aransemen “Tragedi” oleh Seringai<br />
Vokal latar oleh Dawny [The Authentics], Medhina Purwadi &amp; Surya Adi [Death Olympia], Ricky, Sammy, &amp; Khemod.</p>
<p>Produser Eksekutif: HighOctane Production<br />
Produser rekaman: Ricky Siahaan<br />
Track drums direkam di Studio Gajah oleh Jaya Roxx<br />
Track bass &amp; gitar direkam di Riverbrick Studio oleh Satya Adi<br />
Track vokal, vokal latar, gitar fill-ins di Empire Studio oleh Andy P. Mallombasang<br />
Mixing oleh Miko Setiawan di Die By The Sword Studio.<br />
Artwork oleh Arian13</p>
<p>“Tragedi” versi unmastered ini bisa diunduh disini: http://seringai.com/tragedi/</p>
<p>‘Post Hoc Ergo Proter Hoc’ atau logical fallacy/buah pikiran keliru, bisa disimak disini: http://en.wikipedia.org/wiki/Post_hoc_ergo_propter_hoc</p>
<p>Setelah album mini High Octane Rock pada 2004 dan Serigala Militia pada 2007, Seringai akan kembali dengan Taring selaku album penuh kedua mereka.<br />
Pemilihan tajuk Taring sendiri tak jauh berbeda dengan pemilihan nama Seringai, yaitu karena terlihat bagus secara estetika, seperti dibeberkan oleh Arian13.</p>
<p style="text-align: justify;">Taring akan diisi dengan sejumlah lagu yang di antaranya berjudul “Dilarang di Bandung”, “Tragedi”, “Infiltrasi”, “Lagu Lama”, “Serenada Membekukan Api”, dan juga “Taring”.</p>
<p>Sebagai produser rekaman, Ricky berjanji bahwa album ini akan memanjakan setiap pasang telinga pendengar melalui nomor heavy rock yang dipadu dengan unsur punk dan tentu saja metal yang berat.</p>
<p>“Tenang. Motorhead, Black Sabbath, dan Slayer masih jadi bahan pemujaan Seringai. We’re not going to fix anything if it’s not broken. Tapi di saat yang bersamaan ada nuansa baru yang terinspirasi dari karya-karya Turbonegro hingga Deep Purple,” jelas Ricky.</p>
<p>Sementara dari lirik, Arian13 masih bergelut dengan tema-tema andalannya, seperti kritik sosial politik dan ajaran bagaimana bersenang-senang itu seharusnya dilakukan. Tapi selain itu ada pula yang bertema fiksi ilmiah dan bahkan yang tidak memiliki makna apa-apa.</p>
<p>Arian13 memberikan contoh: “Kami punya sebuah lagu tentang Boba Fett, seorang karakter badass favorit gue di Star Wars. Ada juga tentang kausalitas yang salah, seperti antara bencana alam dengan akhlak manusia. Ada lagi tentang pembredelan kreatifitas generasi muda hanya karena tidak dimengerti.”</p>
<p>Sebuah edisi terbatas juga telah disiapkan oleh pihak Seringai di mana perbedaannya dari edisi biasa terdapat pada packaging artwork. Alasannya? “Gue seorang kolektor piringan hitam, di mana sering memburu edisi terbatas dari rilisan tertentu. Rasanya menyenangkan. Once they are gone, they are gone,” terang Arian13.</p>
<p>Mari kita nantikan dahsyatnya amunisi segar kuartet yang selama ini mendudukkan bokong mereka di atas tahta empuk sebagai salah satu band rock paling beringas yang dimiliki Indonesia saat ini.</p>
<p>***<br />
*tak sabar menunggu! [ - red]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omuniuum.net/pers-rilis-seringai-merilis-single-baru-tragedi-free-download/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Single &#124; Off Her Love Letter &#124; Melancholic Bitch</title>
		<link>http://omuniuum.net/press-release-off-her-love-letter-melancholic-bitch/</link>
		<comments>http://omuniuum.net/press-release-off-her-love-letter-melancholic-bitch/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 17:16:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boit</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[anamnesis]]></category>
		<category><![CDATA[Melancholic Bitch]]></category>
		<category><![CDATA[re-anamnesis]]></category>
		<category><![CDATA[single]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omuniuum.net/?p=3178</guid>
		<description><![CDATA[Off Her Love Letter &#124; Melancholic Bitch Semacam Pengantar Kelahiran Kembali Anamnesis Mari kita sedikit bercerita. 2003 EP Live ndalem Joyokusuman rilis. Ada 5 lagu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.facebook.com/melancholicb1tch"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3179" title="cover single" src="http://omuniuum.net/wp-content/uploads/2011/11/cover-single-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a></p>
<p>Off Her Love Letter | Melancholic Bitch<br />
Semacam Pengantar Kelahiran Kembali Anamnesis</p>
<p>Mari kita sedikit bercerita.<br />
2003 EP Live ndalem Joyokusuman rilis. Ada 5 lagu cikal bakal Anamnesis.</p>
<p style="text-align: justify;">2004 adalah tahun kelahiran Anamnesis yang sesungguhnya. Album pertama Melancholic Bitch.</p>
<p style="text-align: justify;">Konser Beta Satin Merah. LIP. Akhir Maret 2004, menandai lahirnya Anamnesis. Tidak banyak yang mengira termasuk bandnya sendiri kalau malam itu mereka menera dan meniupkan nafas untuk sesuatu yang hidup dan melewati jaman.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun itu, karena banyak keterbatasan, Anamnesis hanya dirilis dalam bentuk kaset yang jumlahnya terbatas dan sempat dirilis dalam bentuk CD juga dalam jumlah yang sangat sedikit. Nah, bisa jadi keberadaan rilisan fisik yang sangat sedikit itu membuat album ini hanya terdengar samar-samar dan menjadi dongeng yang tercantum di diskografi mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Dongengnya berupa 11 lagu file MP3 yang beredar dari flashdisk ke komputer ke player dan seterusnya karena (akhirnya) dibagikan sendiri oleh bandnya juga karena begitu koneksi internet mulai jadi keseharian, banyak penggemar bandel yang dengan cueknya berbagi link-link unduhan entah legal atau tidak. Salah satu penggemarnya ada yang bilang, mengajak mendengarkan itu demi album dan bandnya tetap hidup.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesudah rilisan fisik habis, tak ada catatan yang jelas tentang keberadaan Anamnesis karena situs bandnya yang hidup segan dan akhirnya mati. Anamnesis terus hidup dari cerita, dongeng dan mitos tentang keberadaan Melancholic Bitch sampai kemudian mereka merilis album kedua Balada Joni dan Susi.</p>
<p style="text-align: justify;">November 2009, pada saat launching Balada Joni dan Susi (BJS), Leliyani Hermiasih dikenal juga dengan nama panggung Frau, seorang solois perempuan dari Yogyakarta, diminta oleh Melancholic Bitch untuk membantu membawakan lagu &#8220;Sepasang Kekasih yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa&#8221; dari Album Anamnesis sebagai pembuka repertoar konser BJS. Dentingan piano, suara Frau dan Ugoran Prasad pada malam itu membuat dongeng tentang Anamnesis ini makin kuat keberadaannya. Apalagi ketika Frau memasukan lagu itu di album miliknya, Starlit Carroussel yang dirilis pada tahun 2010. Banyak yang penasaran dengan lagu versi asli dari Melancholic Bitch, banyak juga yang percaya bahwa lagu ini milik Frau dan Ugoran hanya seorang lelaki beruntung yang diajak Frau untuk berduet.</p>
<p style="text-align: justify;">November 2011. Sebuah kabar menyapa. Tampaknya, dongeng ini bisa menjadi nyata.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah email mampir di malam hari, mengajak untuk menulis pengantar perkenalan lagi dengan Anamnesis. Tugasnya berupa menulis ajakan untuk mendengarkan sebuah lagu sebelum bertemu dengan wujud sesungguhnya dari dongeng yang selama ini terdengar samar.</p>
<p style="text-align: justify;">Single yang pertama dipilih untuk dirilis sebelum album penuhnya nanti adalah Off to Her Love Letter. Untuk yang sudah mendengar lagu ini selama bertahun-tahun, jangan takut, versinya sangat berbeda dengan yang ada sebelumnya, di sini gantian para lelaki Melancholic Bitch yang mengajak Frau mendampingi mereka bernyanyi.</p>
<p style="text-align: justify;">Liriknya pendek dan pedih.</p>
<address><em>wake up, don’t you hide now. sometime this morning someone, takes you on the run. breathe up all you can somehow, sometime this morning someone will take you run. takes you run.</em></address>
<address><em>takes you on the run, you can.</em></address>
<address><em>(somebody someone to feel you, to heal you, somebody someone to kill you, ever and ever)</em></address>
<address> </address>
<p style="text-align: justify;">Anamnesis yang artinya mengumpulkan ingatan masa lalu atau mengembalikan kenangan, diterjemahkan dengan lirik-lirik yang penuh kesedihan. Ditulis berbahasa Inggris dan berbahasa Indonesia, Melancholic Bitch mengantarkan melankoli dan ingatan posesif tentang cinta dan menyanyikannya tanpa terdengar cengeng sama sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi yang sudah pernah mendengarkan album ini tentu sudah tahu betapa adiktifnya lagu-lagu mereka dan pasti ingin mendengar versi barunya. Bagi yang belum, silakan dengarkan dan temukan jawaban mengapa album ini bisa bertahan sekian lama di playlist banyak orang.</p>
<p style="text-align: justify;">Mari mengunduh dulu sebelum nanti siap-siap membeli rilisan fisiknya dan mendengar album penuh beserta banyak kejutan yang menyertainya. Mari kita gumamkan dan teriakan lagi kerinduan untuk melihat mereka pentas lagi. Ouch.  (<em><strong>Boit</strong></em>)</p>
<address style="text-align: justify;"> </address>
<p style="text-align: justify;">Silakan klik untuk mendengarkan</p>
<address><object height="81" width="100%"><param name="movie" value="http://player.soundcloud.com/player.swf?url=http%3A%2F%2Fapi.soundcloud.com%2Ftracks%2F28311246&#038;g=1&#038;"></param><embed height="81" src="http://player.soundcloud.com/player.swf?url=http%3A%2F%2Fapi.soundcloud.com%2Ftracks%2F28311246&#038;g=1&#038;" type="application/x-shockwave-flash" width="100%"> </embed> </object></address>
<p>atau</p>
<p>Silakan klik link berikut untuk download lagunya : <a href="http://www.mediafire.com/?olbscj537co7nl7" target="_blank">Off Her Love Letter </a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Melancholic Bitch:</em><br />
<em>Yosef Herman Susilo (Electric-Acoustic Guitar, Mix-Engineer), Ugoran Prasad (Voice, Lyric), Teguh Hari Prasetya (Bass, Keyboard), Yennu Ariendra (Electric Guitar, Synth, Laptop), Septian Dwirima (Percussion, Laptop); Collaborating Artist for BJS: The Wiryo Pierna Haris (guitar), Richardus Ardita (bass, voice), and Andy Xeno Aji (graphic, drawing).</em></p>
<p><em>Kontak Melancholic bitch di :</em><br />
<em>+62818259625 [yopie]</em><br />
<em>Management </em><br />
<em>OJie Adrianto Subroto</em><br />
<em>08156898423</em><br />
<em>mimelbi@gmail.com</em><br />
<em></em></p>
<address><em><br />
Facebook:</em></address>
<address><em>http://www.facebook.com/melancholicb1tch</em></address>
<p><em><br />
</em></p>
<p><em>Twitter:</em><br />
<em>http://www.twitter.com/simelbi</em><br />
<em><br />
</em><em>Web:</em><br />
<em>http://melancholicbitch.co.cc</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omuniuum.net/press-release-off-her-love-letter-melancholic-bitch/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>You Shall Not Be Forgotten: A Benefits of Brotherhood: Addy gembel forgotten</title>
		<link>http://omuniuum.net/you-shall-not-be-forgotten-a-benefits-of-brotherhood-addy-gembel-forgotten/</link>
		<comments>http://omuniuum.net/you-shall-not-be-forgotten-a-benefits-of-brotherhood-addy-gembel-forgotten/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Sep 2011 04:10:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boit</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[addy]]></category>
		<category><![CDATA[addy gembel]]></category>
		<category><![CDATA[forgotten]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omuniuum.net/?p=3039</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka memberikan dukungan baik sumbangan moril dan materiil untuk saudara kami Addy Gembel (vokalis Forgotten), maka Solidaritas Independen Bandung (SIB) yang diinisiasi dan dikoordinatori [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dalam rangka memberikan dukungan baik sumbangan moril dan materiil untuk saudara kami Addy Gembel (vokalis Forgotten), maka Solidaritas Independen Bandung (SIB) yang diinisiasi dan dikoordinatori oleh Reggi menggelar rapat koordinasi bersama beberapa komunitas di Common Room pada Sabtu malam, 3 September 2011. Agenda utama dalam rapat koordinasi kali ini mengupayakan bantuan dana untuk biaya operasi Addy Gembel. Estimasi dana yang dibutuhkan untuk operasi sekitar  30 juta belum termasuk biaya perawatan pasca operasi. Operasi terhadap Addy Gembel rencananya akan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 5 September 2011 pukul 13.00 WIB di Rumah Sakit Santosa Bandung.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa kegiatan yang direncanakan oleh kawan-kawan komunitas sebagai bentuk dukungan dan solidaritas kali ini yaitu berupa konser amal, lelang merchandise, dan garage sale. Acara terdekat yang akan dilakukan yaitu event charity The Panas Dalam yang akan diselenggarakan pada Minggu pagi, 4 September 2011 dan showcase akustik Burgerkill di radio Ardan. Berbagai event lainnya yang ditujukan untuk penggalangan dana sedang direncakan untuk digagas oleh kawan-kawan Solidaritas Independen Bandung dan akan dieksekusi dalam waktu yang segera.</p>
<p style="text-align: justify;">Rencana lainnya, Gebeg berencana untuk menyiarkan dan mempromosikan penggalangan donasi untuk Addy Gembel di acara radionya Galasin dan Extreme Moshpit. Publikasi fundrising juga akan dilakukan oleh beberapa kawan-kawan media lainnya. Sementara Iin dari pihak manajemen Forgotten berencana untuk melelang paket ekslusif yang terdiri dari CD dan buku terbaru Forgotten sebanyak 100 kopi yang bakal dilelang pada konser charity yang rencananya bakal diinisiasi dan dikoordinatori oleh Megadeth.</p>
<p style="text-align: justify;">Dana yang sudah berhasil dikumpulkan oleh semua elemen komunitas music di Common Room dalam waktu kurang dari 2 jam total berjumlah Rp 6.100.000, sedangkan yang masuk ke rekening Reggi baru terkumpul Rp 3.900.000.  sehingga total yang baru terkumpul pada sabtu malam pukul 12 malam ini sekitar Rp 10.000.000.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk pengumpulan dana bisa dikirim langsung ke Commonroom di jalan Kyai Gde Utama no 8 Dago Bandung atau melalui no rekening BCA 1761313636 atas nama Reggi Kayong Munggaran atau melalui no rekening Mandiri 1300004987619 atas nama Yuliana Aldita Hasibuan. Untuk informasi bisa menghubungi no: 02292404762 dan 02292472874. Bantuan dan dukungan moril dan spiritual dalam bentuk apapun sangat diharapkan. Respect is The Ultimate Currency!!!</p>
<p style="text-align: justify;">[Sumber <a href="http://www.facebook.com/notes/reggi-kayong-munggaran/you-shall-not-be-forgotten-a-benefits-of-brotherhood-addy-gembel-forgotten/10150287822969699" target="_blank">FB Reggi Kayong Munggaran</a>]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/302364_2188099393376_1573806702_32171426_1533668_n.jpg" alt="" width="495" height="383" /></p>
<p><img src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/302990_2188101233422_1573806702_32171432_2688395_a.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/306239_2188103833487_1573806702_32171441_7806939_a.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/303751_2188105433527_1573806702_32171444_2495572_a.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/297748_2188109353625_1573806702_32171450_2124034_a.jpg" alt="" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omuniuum.net/you-shall-not-be-forgotten-a-benefits-of-brotherhood-addy-gembel-forgotten/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rubrik Review! Asuhan Kak Gendat a.k.a Si Gendat &#124; Sajama Cut – Manimal</title>
		<link>http://omuniuum.net/rubrik-review-asuhan-kak-gendat-a-k-a-si-gendat-sajama-cut-%e2%80%93-manimal/</link>
		<comments>http://omuniuum.net/rubrik-review-asuhan-kak-gendat-a-k-a-si-gendat-sajama-cut-%e2%80%93-manimal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 08:49:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boit</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[cd]]></category>
		<category><![CDATA[Manimal]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[Review CD]]></category>
		<category><![CDATA[Sajama Cut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omuniuum.net/?p=2974</guid>
		<description><![CDATA[Tampak Kak Katy Bon mulai benar-benar sibuk dengan segala kesibukannya, mungkin dia mau rebonding rambut keritingnya biar ga kusut-sut-sut seperti arumanis jadi review kali ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tampak Kak Katy Bon mulai benar-benar sibuk dengan segala kesibukannya, mungkin dia mau rebonding rambut keritingnya biar ga kusut-sut-sut seperti arumanis jadi review kali ini muncul kembali dari Kak Gendat. Silakan di baca &#8230;</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://omuniuum.net/rubrik-review-asuhan-kak-gendat-a-k-a-si-gendat-sajama-cut-%e2%80%93-manimal/sajama-cut/" rel="attachment wp-att-2975"><img class="aligncenter size-full wp-image-2975" title="sajama cut" src="http://omuniuum.net/wp-content/uploads/2011/07/sajama-cut.jpg" alt="" width="240" height="240" /></a><em>Sajama Cut &#8211; Manimal | Demajors | IDR 35,000</em></p>
<p style="text-align: justify;">Selamat pagi, siang dan malam, entah kenapa ketika bangun pagi saya ingin mengulas EP teranyar dari Sajama Cut, walaupun sebenernya mereka mengeluarkan EP ini tahun lalu tapi biarlah yah.. Haha!</p>
<p style="text-align: justify;">Baiklah saya mulai, siapa yang tidak kenal dengan band asal Jakarta ini yang sudah malang melintang selama kurang lebih 10 tahun dan menelurkan 3 album, yak mereka hadir kembali dgn EP teranyar mereka berjudul “<strong>Manimal</strong>” yg merupakan album ke-3 mereka, dimana di mini album ini personil tetap yang tersisa dari Sajama Cut hanya tinggal frontman mas Marcel Thee (yak berarti selebihnya anyar bro). Mini album teranyar mereka terdengar lebih asik dan mantap, mengapa demikian, karena mulai banyak variasi pada setiap lagunya, jadi dapat dikatakan mini album Sajama Cut yang terbaru lebih fresh dan canggih.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita bahas dari <em>artwork</em>-nya dulu, mungkin yang dimaksud dengan “Manimal” ini adalah penggabungan kata dari <em>Human </em>dan <em>Animal, </em>karena artwork dari mini album ini ada manusia tetapi semua berkepala binatang, entah ada makna apa dibalik nama “Manimal” ini atau mungkin mereka mencoba menjelaskan bahwa manusia terkadang dapat bersikap seperti “binatang” &#8230; Nah mungkin kalian dapat menterjemahkannya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Mari kita masuk ke lagu didalam mini album ini, saya tidak akan membahas per track yah, pertama kali saya masukkan CD ini langsung dihantam dengan harmonisasi vokal ala-ala The Beach Boys dan dipadu sedikit dari Fleet Foxes (sotoy dikit aahh), yak inilah track pertama yang kebetulan mereka jadikan single dari mini album ini, yaitu <strong>Paintings/Paintings</strong>, pemilihan single yang ciamik menurut saya. Lalu ada <strong>Where’s The Orient</strong> di track 4, di awal penggalan liriknya ada kata-kata “<em>girl you’re a criminal, girl you’re a criminal you stole my heart..” </em>simple tapi boleh juga ini kata-kata, cocok buat yang jatuh cinta.. <em>Yeah</em>!! Yang menarik di lagu ini juga ada bunyi lonceng gereja, sedikit tapi cukup <em>catchy</em> lalu di <em>track</em> terakhir ditutup dengan <strong>Street Haunts</strong>, ada penggalan lirik yang diulang-ulang berbunyi “<em>but now I feel like I’m dying..”</em> trus diulang-ulang seakan menggambarkan jalanan itu keras..</p>
<p style="text-align: justify;">Saatnya kita masuk ke packaging, tidak terlalu istimewa bila dilihat dari packaging, jadi biasa saja, sayang mereka tidak melampirkan lirik sama sekali jadi hanya ada beberapa kata-kata saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesimpulannya, menurut saya mini album ini layak sekali untuk kalian jadikan koleksi, buat yang memang suka Sajama Cut dari dulu, maupun kalian yang baru-baru saja mendengarkan Sajama Cut. Beli aja CD-nya kalo tidak percaya.</p>
<p> Salam manis buat yang manis dari Kak Gendat yah!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><em>P.S.</em> <em>Gimana ? Ini Kak Gendat lagi cari pacar loh, jadi buat mojang-mojang yang tertarik buat jadi pacar kak Gendat yang pandai mereview ini silakan kirim surat cinta via email ke 0rder@omuniuum.net .. Eh email kami juga kalau ada yang mau menyampaikan kritik, saran dan sebagainya termasuk undangan kerjasama terutama kerjasama yang menghasilkan cuan .. Eh apa sih ini ngelantur. Pokoknya follow twitter kami @omuniuum dan hubungi 0878213836088 jika kalian ingin membeli CD yang di review di atas itu ya . Cihuy!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omuniuum.net/rubrik-review-asuhan-kak-gendat-a-k-a-si-gendat-sajama-cut-%e2%80%93-manimal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rubrik Review! Asuhan Kak Gendat a.k.a Si Gendat &#124; Thinking Straight &#8211; The Opposite Of Ordinary</title>
		<link>http://omuniuum.net/rubrik-review-asuhan-kak-gendat-a-k-a-si-gendat-thinking-straight-the-opposite-of-ordinary/</link>
		<comments>http://omuniuum.net/rubrik-review-asuhan-kak-gendat-a-k-a-si-gendat-thinking-straight-the-opposite-of-ordinary/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jul 2011 11:27:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boit</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[cd]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[The Opposite Of Ordinary]]></category>
		<category><![CDATA[thinking straight]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omuniuum.net/?p=2927</guid>
		<description><![CDATA[Berhubung Kak Katy Bon lagi sibuk mengasuh anak asuhannya yang banyak dan katanya mau menikah, kali ini rubrik review-nya Omu memanggil Kak Gendat alias Si [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Berhubung Kak Katy Bon lagi sibuk mengasuh anak asuhannya yang banyak dan katanya mau menikah, kali ini rubrik review-nya Omu memanggil Kak Gendat alias Si Gendat yang baik hati dan tidak sombong, berambut sama-sama keriting kayak Kak Katy Bon, semoga reviewnya ngga’ sekusut rambutnya, yak daripada ngelantur mari kita baca reviewnya kali ini bicara tentang album barunya Thinking Straight.</p>
<address style="text-align: center;"><a rel="attachment wp-att-2928" href="http://omuniuum.net/rubrik-review-asuhan-kak-gendat-a-k-a-si-gendat-thinking-straight-the-opposite-of-ordinary/thinkingstraight/"><img class="aligncenter size-full wp-image-2928" title="thinkingstraight" src="http://omuniuum.net/wp-content/uploads/2011/07/thinkingstraight.jpg" alt="" width="209" height="240" /></a><em>Thinking Straight | The Opposite Of Ordinary </em></address>
<address style="text-align: center;"><em>Linoleum Records | IDR 30,000</em></address>
<address style="text-align: center;">
</address>
<address style="text-align: center;"><em><br />
</em></address>
<address style="text-align: center;"> </address>
<p style="text-align: justify;">Pertama kali kalian mendengarkan nama band asal Depok ini, pasti akan terlintas bahwa band ini adalah band <em>Hardcore Punk</em> yang mengambil banyak pengaruh dari <em>Youth Of Today</em>. Yak, memang betul sekali bila kalian berpikir seperti itu. Sewaktu saya memasukkan CD mereka yg berjudul “The <em>Opposite Of Ordinary</em>”, awalnya saya berpikir “aahh palingan standar band2 HC Punk, dengan sound seadanya dan vokal yg melengking khas <em>Ray Cappo</em>”, apabila kalian punya pikiran sama seperti saya, sayangnya kalian salah besar, karena mereka berhasil merekam album ini dengan sound yg luar biasa, dengan kata lain <em>Thinking Straight</em> tidak seperti band2 HC Punk lokal kebanyakan yg merekam album mereka dengan konsep seadanya. Tidak banyak band HC Punk lokal yg bisa <em>survive</em> dan mengeluarkan album, tetapi <em>Thinking Straight</em> cukup dapat menepis anggapan itu terlebih mereka membawa bendera <em>Straight Edge</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari segi <em>sound</em> dan musik, mereka berhasil membuat album HC Punk yg mantap, campuran nuansa HC Punk ala <em>Youth Of Today</em> ditambah sedikit sentuhan modern (yah sekitar 2000an lah) mampu membuat telinga kalian nyaman tapi sekaligus juga membuat ingin <em>stage diving</em> dan moshing bersama teman-teman, yeah! Haha!</p>
<p style="text-align: justify;">Dari segi lirik, ada salah satu track yg berjudul <em>Oath That Sets Me Free</em> berbunyi <em>addiction to poison, I choose to refuse..</em> Ini memperlihatkan bahwa mereka mengusung <em>Straight Edge</em> atau dengan kata lain menolak segala jenis “Drugs” semoga juga dapat memotivasi yg mendengarkan untuk bersikap positif dalam segala hal. Lalu di <em>track</em> <em>The Opposite Of Ordinary</em> mereka menawarkan musik tanpa vokal dgn kata lain hanya memakai instrumen saja, tetapi cukup <em>ear catchy </em>.. Kejutan terakhir muncul di <em>track</em> terakhir mereka membawakan cover song dari <em>Chain Of Strength</em> berjudul <em>Never Understand</em>.. Yah, tahu lah pasti band itu kalo kalian mendengarkan HC Punk 80an. Haha!</p>
<p style="text-align: justify;">Dari segi packaging, sangat jarang band seperti ini membuat <em>packaging</em> yg cukup terkonsep, bahkan apabila kalian membuka kertas lipatan yg dimana terdapat lirik disitu dan apabila dibalik akan ada sebuah poster kecil yg bisa menghiasi kamar kalian.. Hehehe!</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi kesimpulannya menurut saya album ini adalah album yg hrs didengarkan dengan volume maksimal bersama teman-teman, pacar dan sanak keluarga.. Let’s go!  Mosh… Mosh.. Mosh.. Yeeaahhhh!</p>
<p style="text-align: justify;">Eh, pesan sponsornya lupa. Ah, tapi kalian udah tahulah ya, belinya dimana. Silakan lari ke seberang Unpar Ciumbuleuit, ruko lantai 2 sebelah CK, ada toko kecil mungil berantakan tapi oke sekali nyelip di lantai 2.</p>
<p>Sampai jumpa lagi dengan Si Gendat!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">P.S. <em>Yah, begitulah review CD yang ditulis sama kak Gendat yang tampaknya lebih serius dari Kak Katy Bon   .. hihihi… Kalo ada  yang mau kirim surat bertanya tentang tips  dan trik menulis ala Kak Gendat  bisa di  imel ke  order@omuniuum.net, nanti kami  sampaikan. Eh, ya, pesen CD  bisa  via  sms ke 087821836088 yaks! Oh, biar keliatan update dan eksis,   jangan  lupa follow kita di twitter ya, @omuniuum</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omuniuum.net/rubrik-review-asuhan-kak-gendat-a-k-a-si-gendat-thinking-straight-the-opposite-of-ordinary/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CD Review Of The Week* Pt. 1</title>
		<link>http://omuniuum.net/cd-review-of-the-week-pt-1/</link>
		<comments>http://omuniuum.net/cd-review-of-the-week-pt-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Nov 2010 14:15:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boit</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[cd]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omuniuum.net/?p=2430</guid>
		<description><![CDATA[Halo, perlu diketahui sebelumnya kalau admin kita di Omuniuum memang malasnya keterlaluan, jadi maaf aja kalojarang update. Tapi akhir-akhir ini tampaknya dia mulai menemukan ketertarikannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Halo,</p>
<p>perlu diketahui sebelumnya kalau admin kita di Omuniuum memang malasnya keterlaluan, jadi maaf aja kalojarang update. Tapi akhir-akhir ini tampaknya dia mulai menemukan ketertarikannya lagi untuk tak-tik-tuk ngetik di keyboard komputer dan menulis sedikit cerita. semoga menghibur. Eh, btw, satu lagi, judulnya aja tulisan ini review padahal, ini hanya strategi pemasaran buat bikin orang-orang mau beli apa yang kita jual. Ga percaya ? Silakan membaca. Enjoy!</p>
<p><strong>White Shoes and The Couples Company &#8211; Album Vakansi </strong></p>
<p>2010. Purapura records. Distribusi. Demajors. Harga Rp 35,000.</p>
<p><a href="http://omuniuum.net/wp-content/uploads/2010/11/wstacc.jpg"><img class="size-medium wp-image-2432 alignleft" title="WSATCC -  Vakansi - IDR 35,000 " src="http://omuniuum.net/wp-content/uploads/2010/11/wstacc-282x300.jpg" alt="" width="260" height="277" /></a>Sejujurnya, saya bukan penggemar WSATCC. Sudah beberapa kali saya melihat pertunjukan mereka secara langsung dan tidak peduli apa kata orang atau mohon maaf bagi para penggemar berat WSTACC, saya belum menemukan ketertarikan lebih untuk mendengarkan mereka sampai ketemu dengan Album Vakansi ini.</p>
<p>Asalnya cuma basa-basi mencoba mendengar biar ga buta-buta amat kalau ada pembeli yang nanya, itu album barunya WSATCC bagus atau tidak. Tapi, entah faktor apa, begitu didengarkan, hal yang pertama saya lakukan adalah membeli CD-nya [lho, kan toko sendiri, tapi memang saya koleksi CD lokal yang saya suka, mau apa hayo ?], lalu melakukan proses yang saya pikir dilakukan oleh banyak orang akhir-akhir ini, meng-copy-nya dalam bentuk Mp3, memasukkannya ke dalam playlist toko dan mendengarnya berulang kali.</p>
<p>Menarik. Formulanya masih sama, WSATCC dari dulu memang terkenal dengan sound vintage dan retro yang kental, membawa kita mengenang era-era tahun 60 &#8211; 70-an. 13 track dalam Album Vakansi juga begitu. Yang unik dalam album ini mereka lebih baik dan ramah dalam membawakan lagu-lagunya. tidak pusing dengan suara-suara musik yang riuh rendah, tidak juga memaksa sok retro atau sok jadul, mulus semulus-mulusnya, Album Vakansi mengantarkan kita bernostalgia dengan masa lalu a la WSATCC.</p>
<p>Cocok didengar di sore hari sambil bekerja dengan volume yang sedang atau  bisa juga didengarkan di dalam mobil tetap di sore hari, dikala senja dan ada sinar keemasan  dari matahari yang mau tenggelam. Eh, sambil menatap rintik hujan ditemani kopi atau teh enak juga. Eh, intinya ini album cocok untuk sore hari tanpa merusak mood dan semangat bekerja alias menghibur.</p>
<p>Track favorit : Berjalan-jalan dan Selangkah Keseberang &#8211; Fariz R.M.</p>
<p>Ketahui mereka lebih jauh di : <a href="www.wsatcc.com" target="_blank">www.wsatcc.com </a>. Follow twitter mereka di @wsatcc</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Sarasvati &#8211; Story Of Peter </strong></p>
<p><a href="http://omuniuum.net/wp-content/uploads/2010/11/sarasvati-.jpg"><img class="size-full wp-image-2433 alignright" title="sarasvati - Story Of Peter - IDR 40,000" src="http://omuniuum.net/wp-content/uploads/2010/11/sarasvati-.jpg" alt="" width="240" height="240" /></a>2010. Sarasvatimusic. Limited ed. Harga Rp 40,000</p>
<p>Saya tidak akan berkenalan dengan Sarasvati kalau saja tidak bertemu dengan Risa Saraswati, sang pemilik suara cantik yang membawakan lagu-lagu dalam album ini. Pengalaman pertama mendengarkan lagu-lagu dari album ini tidak akan pernah saya lupakan karena membuat saya dan beberapa teman begadang membungkus tumpukan CD yang akan diedarkan pada saat launching album di Bumi Sangkuriang pada pertengahan Juli 2010.</p>
<p>Pada saat mengenal Risa juga kemudian saya tahu kalau dia diwarisi bakat entah benar entah tidak karena saya geblek banget kalo urusan sama dunia gaib, dia itu punya bakat melihat hal-hal gaib yang kemudian melekat erat karena cerita-cerita itu yang dia tuangkan di album ini. Cukup soal pengalaman bertemu dan soal gaib-gaib, biar kalian nanti tanya atau lihat sendiri cerita-ceritanya di facebooknya Sarasvati, yang saya mau bahas tentu saja albumnya.</p>
<p>Pertama mari kita bahas packaging CD-nya. Menurut info yang saya dengar, CD ini merupakan edisi terbatas,  didalamnya terdapat kartu remi, poster dan tentunya selipan lirik dari 7 lagu yang terdapat di album ini.  Artworknya bagus dan ya itu tadi, t e r b a t a s. Jadi rugi kalau tidak beli. Soal lagunya, dijamin suka, apalagi kalau liat performance Sarasvati full dengan big band dan performanya yang ciamik baik secara kostum atau pun kualitas manggungnya yang diusahakan selalu maksimal. Kembali ke soal lagunya yang saya bilang tadi dijamin suka, seluruh lagu di album ini wajib didengarkan dan dimasukkan dalam playlist sehari-hari. Favorit saya adalah Oh I Never Know, Bilur dan Fighting Club.</p>
<p>Tambahan, genrenya itu adalah pop berbalut mistis, kalo penakut, jangan didengarkan sendirian, soalnya bikin merinding.</p>
<p>Sarasvati bisa ditemui di : <a href="http://www.facebook.com/risasarasvati" target="_blank">http://www.facebook.com/risasarasvati</a>. Follow twitter di @sarasvatimusic.</p>
<p>[ditulis sambil jaga warung karena emang kerjaannya jaga warung sama @itbo]</p>
<p>*<strong> CD Review Of The Week</strong> diusahakan muncul setiap minggunya demi mendukung band-band lokal  yang rata-rata distribusi CD-nya dilakukan secara independen. Musik dengan mudah bisa dicari dan didownload lewat media internet tapi jika memiliki rupiah, mari sisihkan untuk membeli CD demi kelangsungan hidup band yang kita sukai.</p>
<p>Jika ada perkataan yang menyinggung atau ada hal-hal yang ingin diminta untuk diperbaiki, silakan kontak admin kita dan kalau mau nyumbang review CD favoritmu, silakan kirim juga admin kita. Kalo oke menurut admin kita yang pemalas, pasti dimuat dan semoga bisa kasih hadiah, amin.  Admin bisa dikirimi surat cinta di order@omuniuum.net/omuniuum@gmail.com atau disapa lewat @omuniuum.</p>
<p>Kalau mau order CD-nya, kontak aja 087821836088.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omuniuum.net/cd-review-of-the-week-pt-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Catatan kecil : Coup De Neuf #6</title>
		<link>http://omuniuum.net/catatan-kecil-coup-de-neuf-6/</link>
		<comments>http://omuniuum.net/catatan-kecil-coup-de-neuf-6/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 13:20:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boit</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[event]]></category>
		<category><![CDATA[Coup De Neuf 6]]></category>
		<category><![CDATA[lipstik lipsing]]></category>
		<category><![CDATA[the trees and the wild]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omuniuum.net/?p=2080</guid>
		<description><![CDATA[Ini tentang Coup De Neuf (CDN) yang keenam, tapi sebelumnya saya akan bilang kalau CDN sebetulnya tidak pernah mengecewakan saya. Dari enam kali diselenggarakan, mungkin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini tentang Coup De Neuf (CDN) yang keenam, tapi sebelumnya saya akan bilang kalau CDN sebetulnya tidak pernah mengecewakan saya. Dari enam kali diselenggarakan, mungkin cuma satu atau dua kali saya tidak hadir. Sisanya, rasanya agak sayang untuk dilewatkan karena memang selalu menyenangkan untuk datang dan menonton band yang selalu berganti di setiap episode Coup De Neuf.</p>
<p>Dari line up CDN #6 kali ini, The Trees and The Wilds, Lipstik Lipsing, The Experience, Bite dan Leach Me Lemonade, yang saya tunggu adalah Lipstik Lipsing dan The Trees and The Wild. Kenapa kemudian saya memilih untuk menunggu dua band itu sebetulnya lebih ke alasan teknis, Aula CCF Bandung yang digunakan sebagai tempat pertunjukan, kadang membuat keringat tak berhenti mengalir, jadi biasanya saya akan memilih untuk masuk begitu band yang saya tunggu main. Agak curang memang, tapi setiap orang pasti punya taktik sendiri untuk menyiasati menonton band yang disukai.</p>
<p>Kebetulan, dua band yang saya ingin lihat ternyata tampil berurutan. Lipstik Lipsing yang saya tunggu ternyata tidak percuma datang jauh dari kota Semarang. Hampir semua lagu yang dibawakan memuaskan kuping saya yang biasa mendengar single dari CD Room For Outside EP mereka. Sebagai bonus, mereka menyelipkan lagu baru yang saya tak sempat catat judulnya diakhir penampilan.  Selesai Lipstik Lipsing, ruangan aula CCF mendadak lebih penuh. Ternyata kebanyakan para penonton memang menunggu penampil terakhir malam itu, The Trees and The Wild.</p>
<p>Kalau saya boleh memaki, tentu saya akan memaki sekeras-kerasnya karena penampilan The Trees and The Wild malam itu sangat bagus. Sebelumnya saya cuma pernahsatu kali menonton mereka, itupun sudah sangat lama dan hanya dengan formasi akustik. Kali ini The Trees and The Wild tampil dengan full set, tidak hanya bertiga tapi lengkap dengan tambahan gitar, piano, dengan backing vokalnya yang sangat cantik dan bersuara bagus. Tidak percuma Rasuk album mereka berkali-kali saya lihat ada di daftar album terbaik 2009. Mereka tampil maksimal dan menyenangkan berada diantara penonton malam itu. Bagian yang saya paling suka ketika mereka membawakan lagu Honeymoon On Ice dan Irish Girl. Soalnya itu lagu kesukaan saya.</p>
<p>Sayang semua hal harus ada akhirnya. Malam yang menyenangkan itu diakhiri dengan bonus satu lagu setelah penonton berteriak lagi dan lagi.</p>
<p>Yak, sampai berjuma di Coup De Neuf berikutnya! [itbo]</p>

<a href='http://omuniuum.net/catatan-kecil-coup-de-neuf-6/p1240047/' title='The Trees and The Wild'><img width="150" height="150" src="http://omuniuum.net/wp-content/uploads/2010/03/P1240047-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="The Trees and The Wild" title="The Trees and The Wild" /></a>
<a href='http://omuniuum.net/catatan-kecil-coup-de-neuf-6/p1240057/' title='The Trees and The Wild'><img width="150" height="150" src="http://omuniuum.net/wp-content/uploads/2010/03/P1240057-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="The Trees and The Wild" title="The Trees and The Wild" /></a>
<a href='http://omuniuum.net/catatan-kecil-coup-de-neuf-6/p1240027/' title='The Trees and The Wild'><img width="150" height="150" src="http://omuniuum.net/wp-content/uploads/2010/03/P1240027-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="The Trees and The Wild" title="The Trees and The Wild" /></a>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omuniuum.net/catatan-kecil-coup-de-neuf-6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Koin untuk Prita</title>
		<link>http://omuniuum.net/koin-untuk-prita/</link>
		<comments>http://omuniuum.net/koin-untuk-prita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 08:31:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boit</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[koin keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[prita mulyasari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omuniuum.net/?p=1792</guid>
		<description><![CDATA[Ingat kasus Prita Mulyasari ? Beritanya masih sangat banyak dibahas diberbagai media. Bagi yang belum tahu, dia adalah seorang ibu yang menulis surat elektronik berisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ingat kasus Prita Mulyasari ?</p>
<p>Beritanya masih sangat banyak dibahas diberbagai media. Bagi yang belum tahu, dia adalah seorang ibu yang menulis surat elektronik berisi keluhan tentang layanan sebuah rumah sakit internasional di Tangerang.  siapa sangka kemudian keluhannya berbuntut panjang karena surat elektronik yang ditujukan kepada teman-temannya beredar luas dan dibaca oleh manajemen rumah sakit yang kemudian menuntutnya karena pencemaran nama baik. Setelah ditahan beberapa lama, dia sempat dibebaskan beberapa waktu yang lalu tapi kemudian, entah kenapa, pembebasannya kembali bermasalah. Dia kembali dituntut. Kali ini, dia diharuskan denda sebanyak 204 juta untuk pencemaran nama baik.</p>
<p>Banyak sekali gerakan dikalangan teman-teman yang mendukung pembebasan Prita. Salah satunya, pengumpulan <a href="http://www.koinkeadilan.com" target="_blank">koin</a> yang digagas sebagai simbol perlawanan untuk ketidak adilan yang dialami oleh Prita.  Koin sebagai uang kecil, dianggap bisa mewakili suara orang banyak, yang jika dikumpulkan akan menjadi sebuah beban berat.  Yah, kenapa tidak ? Kalau ini kemudian bisa menjadi sesuatu yang meskipun menjadi riak kecil ditengah laut, maka lebih baik menjadi riak kecil yang banyak dan bisa menggerakkan perahu.</p>
<p>Mari, kita kumpulkan koin itu.</p>
<p>http://www.koinkeadilan.com</p>
<p>Twitter : #freeprita, #helpprita</p>

<a href='http://omuniuum.net/koin-untuk-prita/p1210347/' title='P1210347'><img width="150" height="150" src="http://omuniuum.net/wp-content/uploads/2009/12/P1210347-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="P1210347" title="P1210347" /></a>
<a href='http://omuniuum.net/koin-untuk-prita/p1210346/' title='P1210346'><img width="150" height="150" src="http://omuniuum.net/wp-content/uploads/2009/12/P1210346-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="P1210346" title="P1210346" /></a>

<p>untuk bandung, koin bisa dikumpulkan di<br />
tobucil<br />
jl. aceh no. 56 bandung<br />
tlp: 022-4261548</p>
<p>Omuniuum<br />
ciumbuleuit 151 b lt. 2 bandung 40141<br />
022-2038279</p>
<p>Universitas Parahyangan<br />
Sekretariat Media Parahyangan<br />
Jalan Ciumbuleuit 94, Bandung 40141 </p>
<p>Pengumpulan koin sampai tanggal 11 Desember 2009. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omuniuum.net/koin-untuk-prita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Howling Wolf! ganti nama jadi Lawless!</title>
		<link>http://omuniuum.net/howling-wolf/</link>
		<comments>http://omuniuum.net/howling-wolf/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 14:13:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boit</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[arian13]]></category>
		<category><![CDATA[howling wolf]]></category>
		<category><![CDATA[lawless]]></category>
		<category><![CDATA[seringai]]></category>
		<category><![CDATA[toko]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omuniuum.net/?p=1165</guid>
		<description><![CDATA[Hei. Hei. Hei. Bingung cari merchandise band di jakarta ? ini salah satu tempat yang mungkin bisa jadi adalah solusi dari masalahmu. jangan lupa mampir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hei. Hei. Hei. Bingung cari merchandise band di jakarta ?</p>
<p>ini salah satu tempat yang mungkin bisa jadi adalah solusi dari masalahmu.</p>
<p>jangan lupa mampir ya, ini salah satu tempat punya teman baik kami.</p>
<p>ini alamatnya :</p>
<p>Lawless JKT</p>
<p>Kemang Selatan 8 no.67K</p>
<div>Rock n&#8217; Roll Motorcyclothes and Tattoo</div>
<div>Ph: +62217192871. E: lawlessjakarta@gmail.com</div>
<p>tersedia merch dari: Seringai, Pure Saturday, Koil, Siksa Kubur, Komunal, Efek Rumah Kaca, Sir Dandy, etc.!</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omuniuum.net/howling-wolf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>52</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://omuniuum.net/597/</link>
		<comments>http://omuniuum.net/597/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 17:01:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boit</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[3 angka 6]]></category>
		<category><![CDATA[addy]]></category>
		<category><![CDATA[forgotten]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omuniuum.net/?p=597</guid>
		<description><![CDATA[Source : Supri-online Artikel ini dimuat di ruangbaca Tempo, edisi Minggu &#8211; 26 April 2009 &#8220;gwa hanya minta sekeping surga yang selama ini kamu miliki. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Source : <a href="http://www.supri-online.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=110&amp;Itemid=1" target="_blank">Supri-online</a></p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-598" title="tiga_angka_enam_" src="http://omuniuum.net/wp-content/uploads/2009/04/tiga_angka_enam_-269x300.jpg" alt="tiga_angka_enam_" width="269" height="300" /><span style="font-size: xx-small;"> Artikel ini dimuat di ruangbaca Tempo, edisi Minggu &#8211; 26 April 2009</span></p>
<p>&#8220;gwa hanya minta sekeping surga yang selama ini kamu miliki. hanya sekeping saja. diantara jutaan keping yang sudah lo miliki hingga saat ini. penebusannya adalah lo boleh miliki gwa hingga waktu yang tak terbatas. walaupun untuk bisa seperti itu semua tabungan keberanian gwa habis gwa gadaikan didepan lo.&#8221;</p>
<p>Cerita di cerpen ini tak lepas dari seeseorang imaginative bernama Kleptosickcyco yang menurut paparan Adi berumur tiga ratus tahun dan dilahirkan dari ibu yang bernama Modernisme. Di dalam cerpen ini juga Addy secara gambling menuliskan setan setan yang nyata menghantui kehidupan sehari hari , Addy menyebut setan pertama bernama Konsumtivisme, mengenakan topeng yang terbuat dari bahan sobekan uang kertas, kartu kredit dan uang logam. Lalu setan berikutnya adalah Kapitalisme, Pembangunan, Sistem,Feodalisme. Jenis jenis setan yang lain ditulis dengan deskripsi yang unik dan tak jauh dengan deskripsi apa yang ada pada kenyataan yang kita hadapi selama ini. Buku ini sebenarnya terdiri dari tiga buah cerpen, yaitu Enam yang pertama, Tuhan Telah Mati, Enam yang kedua berjudul Sayap Hitam dan ditutup oleh enam ketiga, Tiga Angka Enam. Saya sarankan tanggalkan subjektifitas dan perspektif sempit sebelum anda menyimak cerpen dengan nuansa sarkasme cukup tinggi ini,</p>
<p><span id="more-597"></span><br />
Buku ini dibuka oleh cerpen unik berjudul Tuhan Telah Mati, yang menceritakan sebuah negeri dengan cuaca sangat panas dan oksigen adalah sebuah komoditas industri yang diperjual belikan. Negeri ini memiliki penduduk berupa makhluk berkepala burung gagak dan berlanjut dengan deskripsi bahwa makhluk tersebut memiliki misi membunuh Tuhan dan membuang bangkainya dalam dimensi keterasingan umat manusia . Disini para makhluk itu berpikir bahwa Tuhan adalah sebuah entuk metafisik yang sifatnya fiktif dan hanya berada dalam pola pikir dan dunia maya saja. Bagaimana proses makhluk berkepala gagak itu dalam merencanakan dan merealisasikan kampanye nya ke dunia manusia sekarang ini ? Anda dapat mengetahui jawaban nya bila anda membaca cerpen pertama ini.</p>
<p>Cerpen kedua, atau tepatnya Enam kedua, bertajuk Sayap Hitam. Yang saya nilai cerpen yang paling cerdas dalam buku ini. Saya membutuhkan waktu cukup lama untuk meretas ide dan maksud Addy menulis Sayap Hitam, ada kalanya saya menyimak kembali cerpen lama beliau, Republik bintang Tengkorak namun tak kunjung menemukan korelasi yang tepat di antara keduanya. Cerpen ini seakan mengiring pembaca untuk menemukan batasan semu antara realitas dan imajinasi menuju paham kehidupan setelah kematian. Cerpen berat ini terbagi menjadi beberapa bab, dibuka oleh Sunrise Kaliber 9mm berlanjut pada bab Ada Perang di Luar Sana yang banyak bercerita tentang perang mencari ‘kebenaran’ dan menutupi dosa dengan ‘kebenaran’ karena sesungguhnya ‘kebenaran’ bisa dibeli dengan sesuatu yang bernama uang.</p>
<p>Bab berikutnya lebih cenderung ber cerita tentang dimensi standarisasi ‘kebenaran’ yang memang telah terbentuk melalui proses pembenaran, selama kurun waktu tertentu, bab ini diberi nama mata masa lalu.Akhirnya cerpen ini ditutup dengan bab Jangan cari aku di surga bab yang secara lugas bercerita ketidakpuasan penulis kepada system yang ada mengenai legalitas,keabsahan dan segala sesuatu yang menggiring terbentuknya opini public,sehingga bangsa ini menjadi bangsa yang mudah lupa.</p>
<p>sepenggal kalimat ruh pada raga</p>
<p>Buku ini merupakan cetakan ke dua Kumpulan Cerita Pendek Addy Gembel Tiga Angka Enam. Sebelumnya, cetakan pertama terbit tanggal 14 Agustus 2005 oleh Minor Books. Sebuah balai penerbitan independent milik Iman Rahman yang biasa disebut Kimung. Dengan begitu tingginya permintaan khalayak terhadap buku ini, Minor Books, bekerja sama dengan Omuniuum dan Balatin Pratama, menerbitkan kembali buku ini. Ada perubahan desain sampul di cetakan ke dua ini. Grafis sampul cetakan ke dua digarap oleh Danive dan diset ulang oleh Kimung. Di cetakan pertama Asmo yang mengarap desain sampul. Cetakan pertama buku ini pernah menghebohkan di dunia literasi indie tanah air , lewat gaya Sayaan dalam cerpen yang merupakan hulu sekaligus muara lirik-lirik lagu yang diciptakan Addy Gembel bersama Forgotten, band death metalnya. Katakanlah ini merupakan lahan eksplorasi Addy Gembel dalam menggambarkan detil yang tidak dapat digoreskan lewat media musik. Atau, inilah proses kreatif Addy Gembel yang begitu menggurita dalam mencipta musik dan sastra. Apapun itu, cerita-cerita pendek Addy Gembel dan musik Forgotten adalah dua sisi kepeng uang yang senantiasa saling melengkapi. Ilustrasi dan soundtracknya.</p>
<p>Addy Gembel lahir di Bandung pada 23 Oktober 1977. Nama aslinya Addy Handy Mohamad Hamdan. Addy—atau Gembel, begitulah ia akrab disapa—tumbuh dan besar di komunitas musik metal Ujungberung Rebels. Di kota kecamatan dengan jalanan pojok tertimur Kota Bandung inilah Addy mengasah kepekaannya dalam memandang dan menyikapi pelbagai kondisi sosial budaya yang merebak baik dalam skup lokal maupun global. Bersama band cadasnya, Forgotten, Addy dengan garang dan tanpa tedeng aling-aling menuding dan menggugat berbagai sistem kemapanan, baik yang kasat mata dan terasa maupun yang abstrak memabukkan. Sejak 1999, Addy dan Forgotten telah merilis empat buah album, yaitu Future Syndrome, Tuhan Telah Mati, Obsesi Mati, dan Tiga Angka Enam. Tiga buah cerpennya&#8211;”Republik Bintang Tengkorak”,” Modenisme&#8230;Itulah Ibuku!”, dan “Kegelapan, Kesunyian itu Bernyawa” pertama kali diterbitkan Hitheroad Publishing dalam antologi cerpen dan puisi Perlahan Dalam (2004) bersama empat Penulis Bandung lainnya. Salah satu dari cerpen tersebut yang berjudul Modernisme .. itulah Ibuku ! dilampirkan juga dalam buku ini.</p>
<p>Saya mengenal pribadi Addy Gembel sebagai pribadi yang santun namun memiliki pendirian keras dalam kesehariannya, dan Saya memiliki perhatian lebih dari rilisan album Forgotten semenjak album Future Syndrome , karena disini Addy seperti memiliki ruang dan dunia sendiri sebagai proses ekspresi kreatif pembuatan lirik pada lagu lagu Forgotten dan Addy pun mengakui bahwa menulis adalah sebuah media pembebas yang imajinatif yang tertuang dalam cerpen miliknya. Sehingga suatu saat saya membaca Cerpen Modernisme&#8230;Itulah Ibuku! yang pernah dimuat dalam antologi cerpen dan puisi Perlahan . Cerpen ini saya nilai sangat berat dan memiliki muatan kritik sosial tinggi. Satu alinea yang normatif dan bisa saya kutip</p>
<p>Ada kesunyian yang terselip di hati.</p>
<p>Melayang laying dalam dimensi ketidakpastian.</p>
<p>Semua berwarna hijau dan tanpa ekspresi.</p>
<p>Tanpa rasa, tanpa bau.</p>
<p>Stagnan</p>
<p>Bagian terakhir dari kumpulan cerpen ini, berjudul Tiga Angka Enam, yang bertutur mengenai pasangan ruh dan raga. Ruh yang digambarkan sebagai wanita muda berumur dua puluh tiga tahun, agak tomboy dengan rambut cepak. Sedangkan raga dituturkan sebagai seorang pria muda yang mencari jati diri . Pasangan ini diceritakan secara sederhana oleh penulis tengah mencari surga dan neraka, Pesan yang ingin diberikan oleh penulis pada pembaca pada cerpen ini tampak jelas secara eksplisit bahwa surga dan neraka itu benar adanya, dan pilihan ada di tangan kita untuk menggapai surga atau masuk terjerumus ke dalam neraka .</p>
<p>Sebagai penutup, saya menilai bahwa membaca buku ini secara keseluruhan tidak bisa hanya sekali saja. Terlepas dari cara penuturan Addy Gembel yang memikat dalam cerita-cerita pendeknya, apresiasi terhadap buku ini membutuhkan pemaknaan berkali-kali atas apa yang coba diungkapkan Addy Gembel lewat ide ide kreatif yang meluncur deras dalam cerita pendek nan ‘panjang’ dalam buku ini.</p>
<p>Cerita dalam bukku ini mungkin hanya ilustrasi dari kehidupan namun dituturkan dengan gaya bahasa yang cukup sarkasme . Gaya bahasa itu juga terdapat pada lirik lagu lagu band Forgotten sebagai media ekspresi dan deskripsi lain milik Addy Gembel. Namun hal itu tak lepas adalah kerangka pematangan ide yang kreatif dan imajinatif dalam mengungkapkan fakta dan realita.</p>
<p><a href="http://www.supri-online.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=110&amp;Itemid=1" target="_blank">Supri-online</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omuniuum.net/597/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

