Artikel | Album-album Metal Terbaik 2014

By in Blog on January 4, 2015

2014. Benji, salah seorang penulis kami menghubungi untuk bilang bahwa tahun ini dia tidak sanggup menulis tentang rilisan lokal. Ada sih beberapa yang nyangkut tapi ga ada yang cukup menggigit katanya dan kami mengamini hal itu. Bukannya kami tidak mendengarkan rilisan lokal tapi rasanya banyak band sedang sibuk merayakan bentuk baru dari rilisan fisik (dan maafkanlah kami yang terlalu malas untuk mengejar-ngejar semua rilisan) jadilah kami cukup terbelakang dalam menghadapi keriaan dalam gegap gempita skena tahun ini.  Kali ini kami menghadirkan album metal terbaik versi bule yang kami simak sepanjang tahun ini semoga berkenan.

Selamat menyimak, selamat tahun baru 2015 semoga makin banyak rejeki! :)

—–

Album-album Metal Terbaik 2014

Benji

Ehem, hai.Gimana kabarnya nich? Jangan 1) lupa makan ya 2) begadang ya 3) dst., hehe hhe hh. Seperti halnya sapaan dan imbauan basa-basi yang diulang-ulang, dengan alasan yang kurang lebih sama, maka kebiasaan mengumpulkan album-album (dan EP) terbaik pun mesti diulang setiap akhir tahun menjelang. Lumrahnya, saya menuliskan rilisan-rilisan lokal terbaik di sini, Omuniuum.net, dan menuliskan seadanya mengenai album-album internasional pilihan di blog saya. Tapi dengan sedikit sekali rilisan lokal tahun ini yang beririsan dengan selera pribadi, maka kumpulan album-album metal terbaik dan dipisah berdasarkan kategori yang saya karang sendiri dan genre (yang saya simpulkan sendiri) lah,yang akan kamu temukan di sini.

Mumpung belum terlalu jauh, saya ingatkan bahwa tidak ada album death metal, metalcore, thrash metal, raw black metal, dsb.. , di daftar ini (“ih apaan”, “nga metal u, brad??”, dll. silakan) karena memang saya tidak cukup sering mendengarkan musik-musik tersebut. Kalau tidak ada, lalu apa? Ya, ada aja lah pokoknya.Lumayan banyaknya nama yang akan kamu temukan di daftar ini juga akan membuat saya menahan diri untuk mengulas terlalu mendetail, sekaligus sebagai saran agar lebih baik kamu dengarkan (jika belum) sendiri lebih lanjut.

Diawali dengan daftar album dari para legenda yang turun gunung dan menghasilkan album-album yang sama baiknya atau bahkan melebihi karya-karya legendaris mereka (oh ya, tidak ada Crowbar & Down), maka tidak ada yang bisa disangsikan pada:

01

5. FloorOblation

4. GodfleshA World Lit Only By Fire

3. EyehategodEyehategod

2. Electric WizardTime to Die

1. EarthPrimitive and Deadly

Para raksasa yang setiap rilisan albumnya selalu saya khidmati:

02

– BorisNoise

– MastodonOnce more ‘Round the Sun

Band-band yang (sebagian diantaranya) memiliki unsur “folk” yang beraneka ragam, multi-genre, ‘metal gagah’, yang tampaknya tidak terlalu ramai diperbincangkan, tapi bisa jadi adalah mereka yang mendiskripsikan ‘heavy’ hari ini:

03

  1. PrimordialWhere Greater Men Have Fallen
  2. AgallochThe Serpent &The Sphere
  3. TriptykonMelana Chasmata
  4. SólstafirÓtta

Black Metal

6. ThantifaxathSacred White Noise

Band anonim ini menawarkan debut album yang brutal, sinting, dan kata-kata jahat lainnya dibalik kemegahannya.

5. PanopticonRoads to the North

Salah satu delegasi Black Metal terbaik dari bagian utara Amerika, pekat dengan nuansa post-rock, melodic death metal, hingga (salah satu yang paling menonjol dibanding album-album sebelumnya) bluegrass, yoi.

4. Winterfylleth – The Divination of Antiquity

Black Metal kekinian;rapih rada atmospheric, yang menopang kisah rakyat, warisan budaya, serta puisi Inggris kuno.

3. Blut Aus NordMemoria Vetusta III – Saturnian Poetry

‘Kegilaan’ adalah kata yang lazim dipadankan dengan Blut Aus Nord.Namun kalau kata tersebut disertakan karena elemen avant-garde yang kental di lagu-lagu mereka, rasanya tidak juga. Saturnian Poetry mengurangi elemen tersebut dalam kadar yang cukup tinggi, yang mungkin menjadi alasan saya jadi lebih menikmati karya mereka yang ini. Lebih ‘lurus’, langsung pada sasaran, natural, dengan atmosfer puitis.Contoh black metal yang misalnya kenalanmu merekues, “rekomen black-metal-hari-ini dums!”, kamu akan mereply-nya dengan nama album ini.

2. MyrkurMyrkur

One-woman black metal band yang menggabungkan black metal a la Ulver dimana part gitarnya dieksekusi oleh Teloch (Mayhem), dengan nyanyian yang ethereal bertemakan alam Skandinavia.

1. BotanistVI: Flora

Saya baru tahu akan keberadaan band ini setelah album keenamnya muncul, awalnya agak geli mengira ini semacam parodi dengan imbuhan ‘ist’ pada namanya hanya agar terdengar cult. Ternyata tidak juga, Botanist menanti hari dimana para manusia saling membunuh satu sama lain, agar tumbuhan dapat tumbuh lagi dan bumi kembali hijau, begitu klaimnya. Dia (one-man [eco-terrorist]) tinggal bersama tumbuhan dan menampilkan musiknya hanya dengan vokal, drum, dan sebuah instrumen bernama hammered dulcimer. Agak sulit memang dipercaya bahwa daftar black metal ini tampuk pimpinannya diraih oleh band green metal.

04

Post-Black Metal, genre yang dianggap lelucon bagi para elitis ini menghasilkan banyak sekali album tahun ini, menjadikannya agaksusah diingat. Maka saya hanya memasukkan dua album dari band yang telah mengambil alih playlist saya sejak semuanya belum terlalu generik:

-Downfall of Gaia – Aeon Unveils The Thrones Of Decay

-Petrychor – Makrokosmos

05

Sludge bersama subgenrenya yang paling akrab dengan pemutar musik saya, secara luar biasa para pentolannya menghasilkan karya yang luar biasa pula sepanjang tahun. Membuat peringkat hanya akan menyusahkan saja:

06

-Cold Blue Mountain- Old Blood

-The Atlas Moth – The Old Believer

-Helms Alee – Sleepwalking Sailors

-Krokodil – Nachash

-Giant Squid – Minoans

Sebetulnya, sludge hanya salah satu unsuryang terkandung pada Minoans yang eklektik.Kisah salah satu peradaban tertua di Eropa yang dibumbui dengan progressive, psychedelic, bla, bla, bla, yang ganjil. Tipe album yang membuat kita ingin mencari album-album pendahulunya, atau malah meninggalkannya sama sekali. Saya di kubu yang pertama.

07

Cabang Sludge yang lebih ‘jahat’, Sludge Doom:

– Mantar – Death by Burning

-Indian – From All Purity

-Thou- Heathen

Thou adalah mereka yang konsisten (atau setia, boleh juga kamu) memainkan musik yang jahat tanpa banyak cingcong, jahat ya jahat aja, begitu kira-kira.Demikian pula di Heathen, sulit untuk menangkap perubahan berarti dari karya-karya mereka sebelumnya. Selain riff dan lirik yang baru (ya..), alih-alih membosankan, ini menjadikan setiap karya mereka lebih jahat antara satu dengan yang lainnya.

-The Body – I Shall Die Here

The Body entah muncul dari mana dan kapan, saya juga tidak begitu ingat, yang jelas sama jahatnya dengan Thou. Tidak lebih easy-listening dari nama sebelumnya, bahkan lebih aneh,ditambah dengan pekikan-pekikan putus asa sang vokalis yang bagai terdengar dari kejauhan. Bukannya menjelaskan album terbarunya, saya malah menggeneralisasimusiknya, karena memang tipikal dengan Thou [2], untuk urusan tidak ada perubahan yang neko-neko. Keduanya berada di garda terdepan sludge/doom hari ini.

-Thou &The Body- Released from Love

Lalu kedua nama tersebut berkolaborasi. Hadapi saja.

-Bongripper- Miserable

Tadinya saya pikir menjelaskan seperti apa album terbaru Bongripper akan menghabiskan waktu saja, seperti halnya Thou, atau The Body, atau Thou & The Body. Tapi setelah diingat-ingat, tidak juga, di masa lampau mereka pernah menyajikan drone, psychedelic yang hingar, hingga post-rock. Nah, Miserable menghasilkan track ‘Descent’ yang sedikit keluar dari gaya khas Bongripper (yang bisa kita dapatkan di dua track lainnya). Itulah, semoga cukup deskriptif.

Cabang Sludge yang lebih ‘jahat’, yang lain lagi, Blackened Sludge:

-Tombs – Savage Gold

-Inter Arma- The Cavern

-Coffinworm – IV.I.VII.

08

Kebetulan ketiganya bisa dibilang wajah untuk subgenre ini (ada Lord Mantis juga yang sayangnya tidak sempat saya simak lebih lanjut), Coffinworm dengan nuansa death metal secukupnya, Inter Arma yang mencuri perhatian saya semenjak album Sky Burial kembali dengan satu tembang berupa momentum sludge yang psikedelik lagi epik, dan Tombs dengan aroma post-punk yang setiap albumnya telah menjadi favorit pribadi.

Post-Metal, makin ke sini makin mirip dengan post-rock, rilisannya menjamur namun sulit mencari yang luar biasa. Saya jadi hanya menunggu nama-nama besar merilis album terbaru, dan malas mencoba dengar band-band yang namanya saya baru dengar. Sebut saja As We Draw – Mirages, Alaskan – Despair, Erosion, Loss, Rosetta – Flies to Flame, dan tidak luput big boys ranah hardcore dan post-metal yang bersekutu di bawah nama Old Man Gloom dengan album The Ape of God, dan album satunya lagi berjudul sama persis,The Ape of God, oke. Stories from the Lost adalah nama yang baru saya dengar dan seperti post-rock hari ini (lagi), cocok-cocokan saja sama mood ketika sedang menyimak untuk lantas merasa wah-keren-nih, dengan album berjudul Impairment, diiringi unsur elektronik nyaris menuju industrial.

09

Progressive Metal

Satu saja yang masuk ke daftar, karena mungkin satu-satunya yang saya dengarkan, Wild Throne – Blood Maker, debut EP yang seolah terlahir demi menyerukan ajakan untuk berhenti terus meratapi tamatnya The Mars Volta, tidak apa-apa mengenang yang telah pergi, tapi berilah perhatian lebih pada yang masih ada di sini.

10

Hardcore:

  1. Trap Them – Blissfucker
  2. Svffer- Lies We Live
  3. The Banner – Greying
  4. Baptists – Bloodmines

Tidak dalam level spesial yang sama dengan debut mereka, Bushcraft, Bloodmines menjadi lebih ngebut dan murka. Tipikal album kedua yang mencari aman, dan berhasil.

  1. Enabler – La Fin Absolue Du Monde

Setelah menyadari kalau daftar ini bukanlah tipe hardcore yang nganu, maka secara tidak langsung kamu akan mengantisipasi pemuncak klasemennya adalah ia yang akan meletup-letup dengan crusty, sludgey, ahh terserah lah, La Fin..rules!

11

Crust

-Martyrdöd – Elddop

-Nux Vomica – Nux Vomica

Epicrust lebih tepat untuk mengkategorikan karya-karya Nux Vomica. Menyematkan inovasi pada crust dengan berpanjang-panjang ria tanpa menjadi monoton dan melelahkan, berlian di antara bebatuan kasar biasa-biasa saja.

12

Doom:

3. Pallbearer – Foundations of Burden

Pallbearer -bersama 40 Watt Sun dan Subrosa- merevitalisasi (apaan) doom sejak album debutnya, Sorrow and Extinction, beberapa tahun lalu. Foundations of Burden adalah tipikal album kedua yang berhasil mempertahankan unsur-unsur peraih sukses di album pertama, dengan kepercayaan diri lebih, dan eksekusi yang jitu.

2. Megaton Leviathan – Past 21 Beyond The Arctic Cell

Past 21…mungkin seperti Efrim Menuck yang memilih membangun kuil berlandaskan doom; lembut, menenggelamkan, dan tentunya: NTAP.

1. YOB – Clearing the Path to Ascend

YOB adalah Doom percontohan. Bertiga saja membawa sound mereka ke arah yang terus lebih jauh mengiringi vokalis Mike Scheidt dengan erangan yang kalau diibaratkan orang, adalah si lusuh yang bekerja serabutan, raut wajah lelah dikerjai hidup, dengan senyum yang lebih tulus dari wota (fan idol group. red) manapun. Dengan kombinasi maut itu, berarti tiga tahun saja (semenjak album monumental mereka sebelumnya, Atma) perkiraan saya akanbertenggernya nama mereka dijajaran bahkan posisi teratas artikel akhir tahun situs-situs musik,telah terbukti. Termasuk di situs ini.

13

Setelah menyimak semua album terpilih di atas, maka waktu yang tersisa ada baiknya digunakan untukmendengarkan album-album dari perwakilan terbaik Grindcore tahun ini:2.) kolaborasi aksi HC Punk/Grindcore ulungFull of Hell bersama legenda kebisingan, Merzbow, pada Full of Hell & Merzbow, dan 1.) Gridlink yang baru saja mengakhiri riwayatnya dengan pusaka indah bertajuk Longhena.

14

Keep the pedal to the metal, sampai lain waktu! ^^

2 thoughts on “Artikel | Album-album Metal Terbaik 2014

  1. 1

    sepakat atas Wild Throne, Enabler dan Nux Vomica. lainnya belum sempet denger.

  2. 2

    Terima lasih banget gan, mesti coba nih play lagunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *