April 30, 2015 at 02:48PM

#Repost @dialogdinihari
・・・
Video musik “The Road” sudah diunggah di kanal Youtube Dialog Dini Hari. >> bit.ly/ddhtheroad

-Teater Tertutup Dago Tea House, 11 April 2015-

Konser Kita Sama-sama Suka Hujan

banda neira 1 

Hujan adalah elemen kesayangan kesusateraan. Ada kelirihan (atau kata Ananda Badudu kelembutan) dalam paket kehadirannya. Derainya bercerita banyak. Keharumannya yang khas – petrichor – serupa aroma therapy. Ketika hujan datang, langit menjadi dramatis sendu. Dan kesenduan adalah nuansa kesayangan kesusateraan.

Bisa jadi kesenduan semacam itu pulalah yang disayangi enam musisi muda ini: Ananda Badudu dan Rara Sekar Larasati (Banda Neira), Febrian Mohammad (Layur), Gardika Gigih, serta Suta Suma Pangekshi dan Jeremia Kimoshabe (strings duo). Jarak Jakarta-Bandung-Bantul-Yogyakarta yang merentangi mereka, dijembatani oleh tajuk konser ini “Kita Sama-sama Suka Hujan” (KISSH).

Meski sama-sama suka hujan, keenam musisi ini berangkat dari kultur musik yang berbeda. Duo Banda Neira yang sama-sama lulusan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, bermusik secara intuitif. Kekuatan mereka bertumpu pada lirik. Beberapa di antara lagu mereka mengangkat tema kritik sosial. Layur yang kerap bermusik dengan program computer fruity loops mengeksplorasi bunyi-bunyian di sekitarnya. Pada lagu “Langit dan Laut”, ia menghadirkan bebunyian laut yang direkam langsung dari dekat tempat tinggalnya. Sementara Gardika Gigih dan Strings Duo akrab dengan orkestrasi. Gigih sendiri sudah beberapa kali mengisi ilustrasi film. “Tenggelam”, salah satu komposisinya yang dimainkan dalam KISSH, adalah soundtrack dari film bertajuk “Rumah”.

banda neira 2

Ketika menonton konser ini, saya merasakan kenyamanan sekaligus kecanggungan yang wagu di antara ketiga kelompok tersebut. Sebagai sesama penyayang hujan, mereka diikat oleh sentimentalitas yang serupa. Tetapi berbagi panggung justru mempertajam perbedaan mereka. Jika boleh diibaratkan, mereka seperti “hujan-hujan yang berbeda”. Banda Neira adalah hujan seada-adanya. Mereka dekat dengan keseharian; anak-anak yang berhujan-hujanan, orang-orang yang berteduh di bawah jembatan layang, atau pengendara motor yang berjas hujan. Layur adalah hujan dengan variasi suara petir yang sambar menyambar, berikut kejutan-kejutannya. Sementara Gardika Gigih dan Strings Duo adalah hujan yang turun rintik-rintik. Liris dan tidak gegabah. Seperti tiga saudara yang lama terpisah dan baru saja dipertemukan, mereka tampak masih sangat berhati-hati mencari bentuk relasi dan komunikasi. Menyaksikan mereka, membuat saya merasa seperti menonton sebentuk interaksi penuh tata krama di ruang tamu.

Keakraban baru terasa ketika mereka mempersembahkan lagu “Di Atas Kapal Kertas” sebagai encore. Lagu yang mereka bawakan sebagai “seru-seruan saja” itu justru terasa seru betulan. Dengan lepas, Banda Neira, Layur, Gardika Gigih, dan Strings Duo mengekspresikan diri mereka seada-adanya. Di sana jugalah karakter setiap mereka terasa hidup dan nyata, terutama ketika mereka diberi kesempatan untuk tampil jamming memainkan instrumen andalan mereka masing-masing. Gigih dengan piano, Suta dengan biola, Jeremia denga cello, Rara dengan xylophone, Layur dan Ananda dengan gitar. Kelincahan lagu itu mampu membuat musisi-musisi ini keluar dari kecanggungan mereka.

banda neira 3

Tepuk tangan riuh penonton menghujani musisi-musisi kita yang sama-sama suka hujan itu. Layar ditutup. Cahaya oranye dari balik tirai berpendar, seakan menggambarkan terbitnya matahari setelah hujan berhenti.

Keriangan lagu “Di Atas Kapal Kertas” masih berlompatan samar-samar di kepala saya, menyimpulkan apa yang saya saksikan hari itu

Berangkat di atas kapal kertas

Menggantungkan haluan

Menambal menyulam, menghindari karam

 

Berangkat di atas kapal kertas

Bersandar ke layarnya

Di antara suka, di antar duka

 

Gadis kecil merangkai kapal,

Melipat jarak …

Hujan menghapus jejak jalan pulang. Tetapi, siapa yang akan pulang? Keenam musisi ini tampaknya ingin terus bertualang!

Sundea

www.salamatahari.com

April 30, 2015 at 10:25AM

Pengen tau lebih banyak soal #sokolarimba ? Yok datang ke Gedung Indonesia Menggugat tanggal 2 Mei 2015. Ada diskusi, pemutaran film dan lain-lain. Mari! :)

April 28, 2015 at 09:14AM

A Stone A PRESENTASI Kelas Entar Malem 28 April 2015, HARI SELASA Mulai dari pukul19.00 WIB – akhir

Omnispace LT III Omuniuum Building jl. Ciumbuleuit 151 B (ruko depan UNPAR sebelah Circle-K)

Hadiri dan simak obrolan santai perihal sekitar berkesenian A Stone A diranah visual art, musik hingga tradisi kreatif lainnya.

GRATIS!

#omuniuum #djiwotentremstudio #astonea #artexhibition #artisttalk #bandung

April 27, 2015 at 09:59AM

Ts @rajasinga04 Kokang Batang IDR 135,000 langsung mampir ke jl. Ciumbuleuit 151 b lt. 2 bandung atau kalo mau pesan bisa sms 087821836088 nama alamat dan pesanannya yak! Mari! \m/

Liga Musik Nasional VI White Shoes & The Couples Company Konser di Kota Kembang IFI Bandung – Purnawarman 32 Bandung Tiket: Presale: Rp 50,000 On The Spot: Rp 75,000 *tiket terbatas hanya untuk 300 penonton, presale bisa didapatkan di Omuniuum.

poster White shoeskuning-sosmed

 

Ide untuk mengundang White Shoes & The Couples Company sebetulnya sudah terpendam sejak lama dan ketika secara tidak sengaja salah satu dari tim limunas bertemu dengan Indra Ameng, manajer dari WSATCC, ide itu langsung terwujud jadi rencana. Saat merencanakan “Konser Kota Kembang” itu, kita punya usulan kalau acara akan diadakan pada bulan April dan begitu kita menemukan tanggal yang cocok, tanpa pikir panjang kita langsung mengiyakan.

Sempat muncul kekuatiran soal tanggal yang bertabrakan dengan perayaan KAA. Limunas sebagai tuan rumah mau tidak mau berurusan dengan pihak berwenang untuk memastikan bahwa acara tetap bisa diselenggarakan dengan pertimbangan skala acara yang tidak terlalu besar dan juga jam acara yang diadakan sehabis maghrib setelah perayaan KAA usai, syukurlah kita mendapat lampu hijau.

Bagi WSATCC sendiri, setelah sekian lama tidak mengadakan konser tunggal di Bandung, mendapatkan undangan kerjasama dari Limunas untuk tampil lagi di Bandung dalam format konser tunggal adalah sebuah kado istimewa sekaligus kehormatan tersendiri. Karena bagi WSATCC, selain bahwa mereka sudah cukup mengenal Limunas, “Konser di Kota Kembang” ini adalah sebuah peristiwa yang diidam-idamkan cukup lama, juga akan menjadi ajang reuni yang sangat berkesan antara WSATCC dengan teman-teman di Bandung

Terakhir WSATCC mengadakan konser tunggal di Bandung pada 2008 bertempat di Auditorium RRI. Untuk tampil di “Konser di Kota Kembang” ini, WSATCC mempersiapkan set khusus yang akan memainkan repertoire dari debut album pertama hingga rilisan terakhir “WSATCC Menyanyikan Lagu2 Daerah” sepanjang 100 menit non-stop. Set khusus ini hanya akan WSATCC persembahkan dalam konser ini, yang juga didukung oleh tata artistik spesial hasil rancangan kawan-kawan dari Liga Musik Nasional. Tentunya tidak lupa turut dihadirkan merchandise spesial untuk acara istimewa ini sebagai kenang-kenangan yang didesain dan diproduksi oleh Omunium dengan artwork dari Amenkcoy.

Selain itu, pada saat Konser Kota Kembang nanti, acara akan dibuka oleh Pemandangan dan Tetangga Pak Gesang yang tentunya punya keistimewaan tersendiri untuk mengantar para penonton sebelum masuk pada acara utama. Mari bersukaria, sampai jumpa di lantai dansa! Salam Hangat, Liga Musik Nasional White Shoes & The Couples Company adalah:

Nona Sari – VOCAL, FINGER SNAPS Tuan Rio – ACOUSTIC GUITAR, VOCAL Tuan Saleh – ELECTRIC GUITAR, VOCAL Tuan Ricky – CELLO, BASS, VOCAL Nyonya Mela – PIANO, VIOLA, KEYBOARDS, VOCAL Tuan John – DRUMS, VIBES

Terbentuk pada tahun 2002 di sebuah kampus kesenian di bilangan Jakarta pusat, White Shoes & The Couples Company adalah sebuah kelompok musik yang membawakan musik Pop Indonesia. Musiknya banyak dipengaruhi oleh lagu-lagu soundtrack film layar lebar yang populer pada era 1940′an hingga akhir 1970′an, semacam classic jazz, disco, easy listening ballads dan lain sebagainya, White Shoes & The Couples Company adalah group musik yang meramu segala macam genre musik dalam setiap penampilannya. White Shoes & The Couples Company merilis debut albumnya pada tahun 2005 lewat label Aksara Records dan didistribusikan oleh Universal Music Indonesia. Selain itu juga turut mengisi album soundtrack film “Janji Joni” dan “Berbagi Suami” produksi Kalyana Shira Films. Setelah sukses dengan album perdananya, White Shoes & The Couples Company memproduksi mini album (EP) berjudul ”Skenario Masa Muda” yang dirilis oleh Aksara Records pada bulan September 2007. White Shoes & The Couples Company juga telah menandatangani kontrak dengan Minty Fresh Records, sebuah label rekaman yang berasal dari Chicago, Amerika Serikat.

Album penuh kedua mereka, Album Vakansi yang dirilis pada tahun 2010 telah terjual lebih dari 10,000 kopi danpada Mei 2013, mereka merilis EP WSATCC Menyanyikan Lagu-lagu Daerah sebagai trubut pada Lokananta. Selain itu, WSATCC juga telah banyak menerima penghargaan musik, lokal dan internasional dan juga telah melakukan banyak perjalanan untuk main diberbagai negara. Tour terakhir mereka tahun ini adalah Australian Tour 2015 yang dilakukan pada bulan Maret lalu.

whiteshoesandthecouplescompany.org / wsatcc@gmail.com / @wsatcc

 

Tetangga Pak Gesang

Sekumpulan tetangga yang suka berdendang, menghibur hati yang riang.

Tetangga Pak Gesang adalah grup musik dengan format duo yaitu Arum Tresnaningtyas Dayuputri (vocal & ukulele) dan Meicy Sitorus (vocal & kazoo). Mereka senang mendendangkan lagu lawas dan sedang mencoba meramu lagu sendiri.

Grup ini terbilang masih sangat muda, terbentuk pada tanggal 2 Maret 2013 di Kineruku, Band- ung. Nama “Tetangga Pak Gesang” sendiri dipilih karena salah satu tetangga yaitu Arum asal Solo, dulu merupakan tetangga Pak Gesang dalam arti sebenarnya. Sedangkan Meicy Sitorus adalah tetangga dari Balikpapan yang kini tinggal di Bandung.

Untuk kunjungan Tetangga Pak Gesang, silahkan kontak 081807832804 / 081585019934 – Karina Saputri

@musiktetangga @aumdayu @meicysitorus

Pemandangan
Pemandangan adalah proyek kolektif seni dari tiga seniman muda lulusan pendidikan Seni Rupa UPI Bandung : Rangga Aditya Bintara (Maunx), Erwin Windu Pranata (Ewing) & Mufti Priyanka (Amenk).
Proyek kolektif ini dibuat pada tahun 2011  dengan titik berat performance pada eksplorasi nyanyian lewat puisi. Akan tetapi, Pemandangan bisa menjadi apapun tergantung situasi dan kondisi ruang yang mereka hadapi.
Penampilan Pemandangan biasanya disertai dengan detail visual dan teks yang penuh kejutan tapi dekat dengan keseharian dan bisa jadi tumpang tindih. Ciri khas dari pertunjukan Pemandangan adalah reaksi dari penonton atas ruang dan interaksi yang mereka ciptakan. 
@amenkcoy

April 20, 2015 at 10:18AM

Selamat pagi! Yang butuh hoodie untuk melindungi badan dari cuaca panas dan hujan ada hoodie Seringai Warmonger dari High Octane. Harganya 295ribu tersedia size S M L XL XXL. Boleh dipesan via sms 087821836088 (nama alamat pesanannya) atau langsung mampir #omuniuum! Mari! \m/

April 18, 2015 at 11:47PM

Terima kasih atas semua keriaan hari tadi. Terimakasih nadafiksi, teman sebangku, tetangga pak gesang, mr sonjaya, bottlesmoker, terbujur kaku, melancholic bitch, a stone a, ototo store, grimloc recs, heiguys, sleborz, pemandangan, manstrale press, alter.naive, pyrate punk, agam, bagus, nobie, angkuy, botfvck, adun, utok, didit, budi dan banyak lagi yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Terimakasih untuk semua teman yang datang, menyisihkan uang saku untuk berbelanja dan berbagi energi bersama kami. Happy record store day! See you next year! – keluarga omuniuum yang sedang berbahagia. :) #rsdbdg2015 #rsdindo2015

April 17, 2015 at 10:06PM

Dalam rangka rilis Kaset A Stone A, akan ada pameran pasca kekuatan yang diselenggarakan di galeri mungil kami, OmniSpace di lt. 3 #omuniuum .. :) #recordstoreday #rsdbdg2015

April 17, 2015 at 09:55PM

Yang ini omu recs 002 Kaset A Stone A – Memori Kumis Kucing IDR 40K. Rilisan ini juga hanya ada 100pcs dan bisa didapatkan juga mulai besok di #recordstoreday #rsdindo2015 #rsdbdg2015 di omu. Mari. :)

April 17, 2015 at 09:52PM

Bundling DVD Konser Menuju Semesta & Omu Recs 001 – Kaset BJS – Melancholic Bitch IDR 75K bisa didapatkan pada #recordstoreday di #omuniuum besok ya! Hanya ada 100pcs saja. Mari mampir. :) #rdsbdg2015 #rsdindo2015

April 17, 2015 at 09:54AM

Rundown buat #recordstoreday #omuniuum #rsdbdg2015 #rsdindo2015

April 17, 2015 at 12:54AM

Tahun ini, Record Store Day yang selalu diadakan pada akhir minggu ketiga bulan April jatuh pada tanggal 18 April 2015.

Bagi kami yang kesehariannya menerima dan menjual titipan rilisan fisik dan segala pernak-perniknya, ketika ada kesempatan untuk merayakan apa yang kami kerjakan sehari-hari, dengan sukacita kami menyambutnya.

Di beberapa kota, perayaan ini ditandai dengan record fest. Untuk tahun ini, Omuniuum memutuskan kembali ke rumah. Setelah tahun lalu kami bermain di luar, kami kembali ke toko, kembali pada niat awal untuk meramaikan rumah yang menjadi sumber penghidupan kami. Karena toh, itu awal RSD dibuat, bukan hanya sekedar berlomba merilis sesuatu yang khusus pada hari itu dan bukan hanya sekedar transaksi jual beli. Dibalik perayaan RSD ada misi untuk memperpanjang nafas toko-toko musik independen, menghidupkan dan saling mendukung antara pemusik, label dan toko.

April 15, 2015 at 10:40AM

Bagi sebuah band, pergerakan yang sebenar-benarnya adalah dalam penciptaan karya. Semakin kuat karya yang dihasilkan oleh sebuah band maka semakin kuat pula pergerakan yang dihasilkan.

Kekuatan karya inilah yang kemudian akan menjadi inspirasi dalam membangun sebuah ranah musik tertentu baik dalam hal abstrak mencakup wacana pemikiran yang direfleksikan dalam tema karya, eksplorasi musikalitas dan performa, serta spirit membangun komunitas—serta hal yang kongkrit seperti pembangunan jejaring komunitas musik dan pergelaran musik di mana terjadi pertemuan individu-individu yang menjadi aktor dan apresiasi karya serta hasil-hasil kreasi yang mengiringinya.

April 14, 2015 at 06:33PM

Baru tiba! Kaset Cloud EP Sound Of The Dead Leaf rilisan rimauman music. Harga IDR 25K. Mari.. :)