ERK RMX

– Ditulis oleh Dimas Ario {dari web ERK} –

Cholil Mahmud, Adrian Yunan Faisal dan Akbar Bagus Sudibyo sebelumnya tidak pernah menyangka bahwa lagu-lagu ciptaan mereka yang terus digodok di studio latihan sejak 2005 ternyata dapat mengubah hidup mereka.

Lagu-lagu yang terus menerus dilatih dan disempurnakan di studio latihan secara militan, tanpa mengenal lelah dan bosan selama beberapa tahun akhirnya terwujud menjadi sebuah album penuh yang dirilis pada tanggal 16 Agustus 2007. Album tersebut bertajuk Efek Rumah Kaca yang diambil dari salah satu judul lagu di album yang juga digunakan sebagai nama grup musik.

Setelah itu, sejarah berbicara.

Tidak membutuhkan waktu lama bagi album debut ini untuk dicintai banyak kalangan di Indonesia. Mulai dari remaja, kritikus musik, sesama musisi hingga para aktifis sosial.

Album debut Efek Rumah Kaca ini lalu mendapat ganjaran beberapa penghargaan dari media dan institusi terkemuka. Seiring itu, keping CD yang terjual pun kian bertambah. Tercatat pada data terakhir, album ini terjual hingga 8000 keping. Jumlah yang fantastis untuk sebuah debut album.

Efek Rumah Kaca yang sebelumnya berpredikat sebagai band latihan yang tidak pernah manggung, setelah debut album dirilis, predikatnya berubah menjadi band panggung yang laris manis. Undangan tampil di berbagai kota di Indonesia berdatangan setiap minggunya.

Apresiasi terhadap Efek Rumah Kaca terus berlanjut, tidak hanya dalam bentuk piala penghargaan, undangan manggung dan jumlah keping CD yang terjual saja, namun juga dalam bentuk karya.

Beberapa musisi dan grup musik secara suka rela mendaur ulang dan juga mendeskontruksi karya Efek Rumah Kaca dan menjadikannya versi mereka sendiri. Karya-karya inisatif tersebut yang mencetuskan ide untuk merilis sebuah album remix yang berisi kumpulan karya dari berbagai musisi dan grup musik tanah air yang menginterpretasikan lagu-lagu Efek Rumah Kaca.

Album remix ini kemudian dibatasi dengan menampilkan semua lagu dalam album debut Efek Rumah Kaca. Dengan alasan, beberapa karya intepretasi yang sudah ada kebetulan berasal dari album pertama saja.

Beberapa musisi dan grup musik secara personal dihubungi untuk mengisi album remix ini. “Bin (manager terdahulu Efek Rumah Kaca) yang mengusulkan siapa saja yang potensial untuk terlibat. Saya, Adrian dan Akbar hanya usul-usul dikit,” ungkap Cholil saat menceritakan proses perekrutan pengisi album remix ini.

Salah satu nama yang diusulkan para personil Efek Rumah Kaca yaitu Voyagers of Icarie.

“Cholil yang minta Voyagers of Icarie nge-remix ‘Insomnia’ karena katanya mood lagunya kerasa seperti musik Icarie. Cukup kebetulan juga karena saya dalam 3,5 tahun terakhir sedang berjuang mengatasi penyakit insomnia,” kata Monica Hapsari, vokalis dari Voyagers of Icarie yang dalam album remix ini menggunakan nama The Voyagers karena absennya mitra satu grup musiknya, Budi Candra Marcukundha dalam proses kreatif karena kesibukan pekerjaan.

Monic mengintepretasikan lagu “Insomnia” berdasarkan pengalamannya dalam berjuang mengatasi penyakit susah tidur tersebut. “Saya coba menampilkan rasa penderitaan, ketakutan dan kelelahan seseorang yang terkena insomnia,” lanjut Monica.

Hasilnya, “Insomnia” versi The Voyagers yang bertempo lebih lambat dari lagu aslinya terasa lebih mengalun dan menyeramkan melalui berbagai layer vokal di tengah iringan gitar akustik.

Jika The Voyagers menginterpretasikan “Insomnia” secara gamblang, Sajamacut, pengisi lainnya dari album remix ini mencoba untuk menajamkan atmosfer dari salah satu hits terbesar Efek Rumah Kaca “Desember”.

“Lagu ‘Desember’ ini memiliki melodi yang melankolis dan mengedepankan dinamika antara minor dan major menjadi daya tarik tersendiri,” jelas Marcel , vokalis Sajamacut mengenai alasan mengapa mereka memilih untuk me-remix ‘Desember’.

“Namun kami berusaha tetap mempertahankan melodi dan alur aransemen dari lagu aslinya. Kami hanya memberikan gemericik nuansa yang lebih memajukan atmosfer daripada perubahan total,” lanjutnya.

Lagu “Desember” yang menjadi track penutup dalam debut album Efek Rumah Kaca, dalam album remix ini didaulat menjadi track pembuka. Urutan lagu dalam album remix ini memang sengaja dibuat terbalik dari urutan di album asli.

Secara keseluruhan album remix ini membawa angin baru dari musik Efek Rumah Kaca. Dan ketiga personil Efek Rumah Kaca juga mengaku puas dan menyukai hasilnya. Seperti pengakuan Cholil berikut ini:

“Gue sih suka sama semua hasil remixnya. Dan bahkan memancing Efek Rumah Kaca untuk me-remake lagu-lagu Efek Rumah Kaca sendiri dalam format yang lebih ramai, yang nanti juga akan dirilis di bawah nama Pandai Besi.”

Cholil, Adrian dan Akbar tahu pasti hidup mereka kini sudah berubah dengan kesuksesan Efek Rumah Kaca. Namun kesuksesan itu tidak membuat mereka diam di tempat malah membuat mereka untuk selalu bergerak dengan langkah berani untuk melakukan berbagai hal baru.

Dan salah satu buktinya melalui album remix ini yang juga menjadi bukti betapa Efek Rumah Kaca begitu dicintai banyak orang, termasuk para musisi dan grup musik yang memberikan wujud apresiasi mereka dalam bentuk karya intepretasi yang dapat didengar dalam album ini.

—————————————————————————-

Album ERK RMX dirilis bertepatan dengan Record Store Day.

Harga CD: Rp 25,000. Datang ke Omu atau pesan ke Omu mulai jam 10 pagi, via SMS 087821836088 [nama + alamat + pesanannya], email ke omuniuum@gmail.com [nama + alamat + no hape + pesanannya].

Berikut adalah Line Up dari album ERK RMX :

1.Sajama Cut – Desember

2.LMS X 303 – Sebelah Mata

3.Cacat Nada – Cinta Melulu

4.Aghi Narottama – Melankolia

5.Zeke Khaseli – Efek Rumah Kaca

6.Adit Bujbunen Al Buse – Di Udara

7.Bottlesmoker – Debu – Debu Berterbangan

8.The Voyagers – Insomnia

9.Belkastrelka – Belanja Terus Sampai Mati

10.Lull – Bukan Lawan Jenis

11.Jay Beathustlers – Jatuh Cinta Itu Biasa Saja

12.Bima G – Jalang

 

[soundcloud url=”http://api.soundcloud.com/tracks/88670315″ params=”” width=” 100%” height=”166″ iframe=”true” /]

 

panggung

Panggung Sesuka Hati 20 April 2013 – 14.00 Omuniuum – Ciumbuleuit 151 B lt. 2 Bandung 40141 Ph. 022-2038279

Tanggal 20 April adalah hari #recordstoreday internasional yang dibuat oleh seorang pemilik record store di luar negeri sana dalam rangka merayakan kecintaan terhadap musik dan bentuk fisiknya. Digagas untuk meramaikan record store sebagai ujung tombak dari penjualan rilisan fisik dan menyatukan fans, para pelaku juga pecinta skena musik di seluruh dunia.

Kami suka idenya. Meskipun sebetulnya di sini, kalau dicari padanan kata dalam bahasa Indonesia #recordstoreday bisa jadi disebut #haritokokaset atau #haritokocd atau #haritokorilisanfisik karena di Indonesia bisa dihitung dengan jari apa dan siapa yang disebut record store. Tapi sudahlah, yang penting kami ingin ikut bersenang-senang.

Tanggal 20 April, kami mengundang teman-teman untuk datang ke Omuniuum dan menyaksikan beberapa penampilan akustik dari Nawaksara, Sarasvati, Terapi Urine, Pemandangan dan Bottlesmoker. Khusus hari itu kami juga memberikan diskon 10% untuk teman-teman yang berbelanja di Omu dan juga akan ada sesi-sesi ngobrol tidak resmi soal band-band-an, tips jualan merchandise dan suka duka menjual CD bersama Mas Trie dan Mbak Boit. Untuk rilisan, kami spesial meminta Melancholic Bitch untuk ikut merayakan dengan merilis re:anamnesis di hari itu. Tidak lupa, ada pameran foto dokumentasi Bandung Berisik 2013 yang dibuat oleh Nasrul Akbar.

Nah, begitulah. Mari bersenang-senang bersama di Omuniuum tanggal 20 April ini. Sampai jumpa! :)

 

Rundown Acara Panggung #omusesukahati

14.20 – 14.45 – Nawaksara

15.00 – 15.45 – Sarasvati

17.00 – 17.30 – Terapi Urine

18.15 – 18.45 – Pemandangan

20.00 – 20.45 – Pasukan Perang dari Rawa

21.00 – 21.45 – Bottlesmoker

Yang berlangsung juga di hari itu: 16.00 – 17.00 – Meet and greet Risa Saraswati 19.00 – 20.00 – Ngobrol santai rame-rame bareng sama band yang mau atau sudah tampil

Sepanjang Hari

Discount 10 % – All Item at Omuniuum Disc 30 % – Merchandise Djakarta Artmospher (kaos,totebag,dll) &  Majalah juga Kaos majalah Cobra

Rilisan

Efek Rumah Kaca – RMX Melancholic Bitch – re:anamnesis

*rundown dan acara bisa berubah tergantung situasi kondisi dan keseruan. :)

** untuk yang punya cd komunal Gemuruh Musik Pertiwi atau mungkin ada yang punya rilisan sebelumnya bisa di bawa, siapa tau bisa minta tandatangan dan juga untuk yang punya maddah dan danur bisa dibawa juga untuk minta tandatangan Risa atau semua itu bisa juga beli di Omu besok.