Untuk teman-teman band yang mau daftar kompetisi Planet Rox, bisa bawa Cd demo, uang pendaftaran Rp 150,000 dan isi formulirnya di Omu.  Kalo belum tahu apa itu planet rox, silakan di baca keterangannya ya. :)

 

Poster planetrox 2013

Planetrox, satu-satunya kompetisi band di Indonesia yang berhadiah utama manggung di luar negeri, akan dilangsungkan kembali tahun 2013. Kompetisi Planetrox Indonesia sendiri telah berlangsung sejak tahun 2011 dan berturut-turut mengeluarkan pemenang yaitu Cupumanik (Jakarta) & Navicula (Bali).

Hadiah utama dari Planetrox sendiri adalah kesempatan untuk tampil di festival Envol et Macadam di Kota Quebec, Kanada. Band pemenang dari Indonesia dan 9 negara lainya, akan mendapatkan tiket pesawat dan akomodasi selama di Kanada serta akan dapat merasakan langsung atmosfer festival musik alternatif di mancanegara dan memiliki kesempatan untuk membangun jaringan sesama musisi maupun industri musik disana. Festival Envol et Macadam sendiri telah dilangsungkan sejak tahun 1996 dan hingga saat ini musisi dari berbagai genre seperti Dinosaur Jr., Booba, SUM 41, Bloc Party, Metric, Julian Marley, Bad Religion, Mastodon, Hatebreed, As I Lay Dying, No Use For A Name, dan Lagwagon telah bermain di festival ini. Adapun tahun ini Festival Envol et Macadam akan berlangsung pada tanggal 6 September 2013.

Apa saja yang harus disiapkan untuk mendaftar Planetrox Indonesia 2013? Band cukup mempersiapkan sebuah demo musik orisinal karya mereka, membayar biaya pendaftaran, dan mengisi formulir pendaftaran. Semudah itu saja! Pendaftaran sendiri dapat dilakukan diberbagai titik pendaftaran/ dropbox yang informasinya bisa didapatkan di Facebook fanpage Planetrox Indonesia 2013 dan twitter @Planetrox ID.

 

More info :

Website​:​www.planetrox.ca Facebook​:​www.facebook.com/PlanetroxID Twitter​​:​ @PlanetroxID e-mail​​:​ planetroxID@gmail.com Alamat​​:​National Directorate Planetrox Indonesia ​​​Jl. Dr. Setiabudhi No 119A, Lt. 2 Holland Bakery, Bandung ​​​022 2038724

***

banda neira

Dengan satu gitar, satu xylophone, dan dua vokal, Ananda Badudu dan Rara Sekar bersenandung ria. Mereka bermain dengan kata-kata, meramu lirik-lirik nelangsa menjadi lagu-lagu sederhana yang menyenangkan hati dan memanjakan telinga.

Lihatlah lirik Berjalan Lebih Jauh, single Banda Neira yang dipilih menjadi judul album mereka. Harapan untuk terus semangat menjalani hari disampaikan dengan kata yang sederhana.

“…Berjalan lebih jauh Menyelam lebih dalam Jelajah semua warna, bersama…”

Kata-kata yang dipilih Banda Neira untuk menggambarkan perasaan terkadang di luar dugaan. Seperti yang tertulis di reff lagu Hujan di Mimpi.

“…Seperti hadirmu, di kala gempa Jujur dan tanpa bersandiwara Teduhnya seperti hujan di mimpi Berdua kita berlari…”

Atau harapan terpendam yang diutarakan dengan lirik penuh canda. Tema perasaan terdengar lebih segar dibalut dengan metafora-metafora ringan.

“…Dan kawan, bawaku tersesat ke entah berantah Tersaru antara nikmat atau lara Berpeganglah erat, bersiap terhempas ke tanda tanya…”

Setiap lirik bergaya puitis, namun tetap lugas. Mendengarkan Banda Neira, kita diajak untuk menyimak diskusi Ananda dan Rara yang seakan tiada habisnya. Sesekali mereka meratap. Sesekali berharap. Sesekali juga mereka mengeluh, selepas itu kembali bercanda. Sambutan luar biasa dari pendengar album Extended Play “Di Paruh Waktu” membuat Banda Neira semangat membuat lagu-lagu baru. Kini mereka datang membawa album penuh “Berjalan Lebih Jauh”. Album yang berisi 10 lagu rencananya akan dirilis dalam waktu dekat. bekerja sama dengan Sorge Records dan Koperasi Keluarga Besar Mahasiswa Unpar.

[soundcloud url=”http://api.soundcloud.com/tracks/83947056″ params=”” width=” 100%” height=”166″ iframe=”true” /] Salam, Emanuella Kania Mamonto Promotion Manager & Media Relation Sorge Records 08812823594 / records@sorgemagz

Perkenalkan, Benjing seorang teman yang merupakan pengunjung setia banyak gigs dan juga diam-diam tampaknya suka menulis. Bersinggungan via dunia maya sampai akhirnya bertemu muka karena dia juga pelanggan setia omu, akhirnya saya memberanikan diri untuk meminta dia menulis apapun yang dia suka tapi berhubungan dengan musik tentunya. Ini tulisannya yang pertama, mungkin habis ini dia akan nulis lebih banyak lagi untuk kita. O, ya foto diabadikan oleh temannya Benjing, namanya Cigarro.

Selamat membaca. :)

– Boit

*****

The Iron Side of AMN Gigs | 7 Maret 2013

Awal Maret, meski dalam status libur berkepanjangan semenjak beberapa bulan lalu, saya ternyata masih saja membutuhkan liburan. Syukurlah, di ujung pekan akan ada acara seorang kawan di Bandung, yang dengan pergi ke sana akan membuat saya sedikit mengurangi kepenatan menulis-sesuatu-yang-saya-nggak-ngerti-untuk-disidang. Syukurlah[2], ada gigs dengan line up dahsyat, yang menjadikan saya mengambil liburan lebih cepat. Selain Hellbeyond, yang belum pernah saya dengarkan, lima penampil lainnya yaitu, Haul, SSSLOTHHH, Vrosk, Terapi Urine, dan A.L.I.C.E, barang tentu pemegang status heavy rotation pada playlist piranti pemutar musik saya. Maka, teleport!

Sekitar pukul 19, di bawah rinai hujan yang menerpa lokasi Gedung Sate dan sekitarnya, saya bersama seorang kawan tiba di Swarga Cafe, lokasi dimana The Iron Side of AMN Gig dihelat. Awalnya sempat kebingungan melihat anatomi kafe yang lebih tepat untuk duduk-duduk bersenda gurau bersama teman sambil melihat live music Top 40. Ternyata venue untuk gigs tersebut berposisi lebih dibelakang, berupa ruang terbuka namun beratap, dan didepannya ada tanaman-tanaman. Asik juga. Oh ya, hebatnya gigs ini gratis, serta dihiasi dengan teteh-teteh SPG rokok yang berlalu-lalang. Sementara MC memulai racauannya dengan gaya resmi, Haul sedang mempersiapkan peralatan.

Diawali dengan koor pada “Madah”, tembang-tembang puja-puji berikutnya mengalir begitu saja. Aksi mereka semakin ciamik saja, terutama dari segi sound yang kali ini terdengar cukup memuaskan di kuping saya. Moshing kecil-kecilan terjadi, karena selain vokalis dan gitarisnya yang juga berada di moshpit, menyaksikan Haul nampaknya memang lebih nikmat dengan headbang sambil ber-air-guitar ria, serta sesekali ikut meneriakkan rapalan lirik. Tembang terbaru tidak luput dibawakan, yang terdengar semakin mencekam. Menyenangkan untuk melihat penampilan mereka yang terus membaik, sekaligus memanaskan tegel Swarga, dan tentunya menetapkan standar tinggi untuk acara ini.

Berikutnya, band yang selalu membuat saya segera merasa ‘plong’ namun juga ‘kurang banyak’ pada setiap akhir penampilannya, SSSLOTHHH. Seingat saya, dua lagu pertama yang dibawakan malam itu adalah yang terbaru. Salah satunya berdurasi lebih singkat, terdengar lebih hardcore, dan menghadirkan personil dari DauD sebagai peningkat keganasan. Lalu berturut-turut Set the Arms Down (yang tampak sebagai versi penuhnya), Anonymous, dan Deep, Far, & Beyond, yang serta-merta membuat mata terpejam, kepala mengayun syahdu, mengiringi kerinduan entah kepada siapa. Sialan memang. SSSLOTHHH, atmospheric sludge/post-metal/apapun, at its finest!

Vrosk, telah melewati masa dua tahunan semenjak pertama menyaksikan mereka, perlahan terlihat (dan terdengar) semakin mengerikan saja. Manifestasi dari kegelapan yang berwujud akang-akang doom metal yang alih-alih melambat, namun sebaliknya, menderu menghantarkan definisi “heavy” yang diejawantahkan dalam bebunyian sonik yang menggetarkan jiwa. Saya nulis apa, ya intinya seperti itu. Menurut hemat saya, Vrosk adalah pemegang status “cult” yang sesungguhnya. Meski keluaran dari mikrofon yang tidak terlalu terdengar (menurut kawan saya, mungkin sengaja dikecilin pada setiap show mereka), tapi tetap saja melihat sang vokalis berteriak-teriak sambil berdansa resah diiringi dua gitar yang menderu meluluh-lantak dikawal drummer yang bermain bagai esok kiamat, acapkali membuat saya merasa bahwa Vrosk memang layak tampil pada gigs pengiring apokalips.

Usai kengerian-kengerian yang dihadirkan, aksi grindcore semi-cabul dengan nama yang ternyata memiliki filosofi mendalam, Terapi Urine, mengambil alih tongkat estafet pesta. Muncul dengan kostum yang paling mengerikan (selain celana gemes dan stocking ketat, masih ada helm serta kolor yang dipakai di luar), dan gimmick-gimmick khas yang membuat khawatir terapis di klinik psikis mana saja, lagu-lagu singkat dihantamkan, hadirin mulai menggila.

Sempat mengkover sebuah lagu untuk ditebak para khalayak demi hadiah sebuah kaos, sesi ini kalau tidak salah dinamakan Ih Tebak Ini Lagu (itu kepanjangannya). Terapi Urine melanjutkan dengan tembang sarat makna “Muntah Darah”, yang dibawakan tiga kali, sampai bassist dan gitarisnya berhasil memanjat properti-properti di sekitar stage. Sebelum kemudian diakhiri dengan tembang paling hits mereka, Panggil Aku Masboi!

Seusai tingkah polah akhir zaman yang ditampilkan Terapi Urine, Hellbeyond menjadi penampil selanjutnya. Saya tidak begitu mengerti mengapa ada Hellbeyond ada di line up, ternyata tidak hanya saya, vokalisnya pun mengatakan hal serupa. Dan, oh, vokalisnya ternyata adalah MC yang daritadi mencairkan suasana di antara sesi-sesi setting alat. Hellbeyond, adalah pengusung genre metal yang lebih umum di negeri ini, Death Metal. Saya yang tidak begitu mendengarkan Death Metal, memilih melipir ke kejauhan dan menonton bersama seorang Teteh SPG yang meski tidak menawarkan rokok namun sesekali curi-curi pandang ke arah saya yang berdiri sambil sesekali headbang kecil meningkahi kebrutalan yang dikeluarkan dari amplifier Orange di panggung.

Penampil terakhir, A.L.I.C.E, yang tampaknya paling ditunggu, karena jumlah hadirin yang memakai kaosnya hanya kalah dibanding pemakai kaos Maternal, menyetting alat lebih lama dibanding band-band lainnya. Seperti biasa, penampilan mereka, meski dosis memanjat properti tidak sebanyak biasanya, masih menjadi yang terbaik. Intensitas dan presisi tinggi dalam tingkat ‘kekacau-balauan’ pada level musik mereka, juga menampilkan lagu-lagu terbaru mereka, salah satunya dengan durasi yang lebih panjang, terkadang bahkan mampu membuat saya tersenyum bijak sembari berpikir, A.L.I.C.E, dari banyak sisi memang layak menghuni garda depan skena musik keras negeri ini. Serta tentunya layak mengakhiri pagelaran The Iron Side of AMN Gigs.

Di luar hujan telah usai. Gigs-gigs dengan para penampil yang disegani memang cukup sering dihadirkan di kota ini, untungnya tidak membuat saya cepat bosan, karena tidak cukup banyak yang berjodoh dengan kehadiran saya. Saya pulang dan menyadari bahwa rasa rindu teu puguh yang akhir-akhir ini sering mampir telah berkurang, dan yang terpenting hasrat telah terpenuhi dengan menyaksikan mereka-mereka tersebut. Sambil sesekali bersenandung salah satu potongan lirik SSSLOTHHH, “because you’re me and vice versa..”, yang padahal tidak dibawakan malam itu. Yang penting have fun sih kalo saya bilang. ( words – Benjing – Foto – Cigarro)

Lega. Itulah perasaan yang saya ketika melihat layar panggung Rumentang Siang terbuka dan Sarasvati mulai memainkan repertoar konser mereka.

Persiapan Lengkah Maddah dimulai sekitar 2 bulan yang lalu. Ide tentang acara itu sendiri terlontar ketika saya, Risa, Mas Trie dan beberapa teman lain sedang berkumpul. Idenya sederhana saja, gimana kalo cerita dalam maddah dijadiin acara jalan-jalan lalu ditutup dengan konser akustik sarasvati. Kami saat itu berpikir kalau acaranya kecil saja, mungkin 30 sampai 50 orang, dibawa keliling ke tempat-tempat yang bersinggungan dengan maddah dan naik kendaraan umum.

Rencana bergulir, ide bermunculan dan melalui jalan yang sedikit berliku, sampailah ide itu ke telinga sponsor yang sebelumnya sudah pernah bekerja sama dengan Risa dan Sarasvati, Djarum Black Mild. Begitu sampai ke telinga sponsor, langsung acaranya harus jadi. Dari ide kecil, 30-50 orang sempat berubah jadi 200 orang lalu jadinya 150 orang peserta. Kendaraan umum tidak jadi dipakai, jadinya naik land rover. Tim di bentuk, tempat di survey, budget disusun, rapat reguler ditetapkan setiap hari senin.

Setiap kali pertemuan ada saja detail yang berubah. Mulai dari tempat yang diperkirakan bisa dipakai ternyata tidak bisa dipakai, rute yang berubah, ide yang terus bertambah sementara waktu terus berkurang. Ketegangan meningkat ketika H-7 ada dua tempat yang seharusnya bisa dipakai ternyata tidak bisa dipergunakan, salah satunya tempat yang akan dijadikan tempat konser Sarasvati. Akhirnya diputuskan kalau tempat konser disatukan dengan salah satu wahana, Rumentang Siang.

Mengingat keterbatasan kuota peserta, juga acara yang akan diadakan di malam hingga dini hari, kami memutuskan untuk membatasi pendaftaran dengan batasan umur dan pendaftaran via email. Pendaftaran dibuka pada minggu pertama Februari, melalui website Sarasvati dan Omuniuum lalu diumumkan via twitter. Calon peserta bisa mengirim email untuk mendaftar. Setengah jam pertama di buka, yang email ada sekitar 50 email. Total keseluruhan ada sekitar 300 email yang masuk. kami memilih berdasarkan alasan dan dari 100 yang diminta untuk melakukan proses administrasi ada sekitar 70an yang jadi. Pendaftaran di buka kembali termasuk pendaftaran terbuka via Omuniuum, sampai akhirnya terkumpul 141 nama peserta yang sudah lengkap melakukan proses administrasi.

Kami tidak membocorkan detail acara sedikitpun kecuali beberapa petunjuk tentang bahwa ini bukan konser, semua peserta harap membawa jaket dan memakai sepatu yang nyaman. Peserta harap melakukan registrasi ulang pada hari H di belakang gedung sate. Lagi siap-siap untuk menerima peserta registrasi, hujan besar mengguyur gedung sate. Jadilah panitia cukup repot memindahkan tempat registrasi.

Untuk yang ikutan, beberapa review acara sudah ada yang menulis.

– dari @eka_sakti –  http://t.co/5vJLOWcZJh

– dari @clestopia – http://t.co/lDmkz1DRJz

– dari @mrztm – http://t.co/gZEOgXU1OS

– dari @hariniwn – http://t.co/EIx43l1MiD

– dari @faizillah – http://t.co/wA3UY7G6wT

– dari @syahwisyahwi – http://t.co/bE8Q3Tp91m

Kami ingin berbagi beberapa fakta dibalik #LengkahMaddah

– Entah sudah berapa kali, admin twitter sarasvatimusic berkeluh kesah karena kena marah melulu orang yang tidak bisa ikutan lengkah maddah, juga dari orang yang bertanya soal cara pendaftaran padahal kalo cukup rajin mengikuti timeline dan membaca keterangan yang di taruh di website, semua sudah tertulis di sana.

– Soal pembatasan umur, karena itu tadi, acara dilangsungkan dari jam 8 malam sampai perkiraan kami selesai pukul 2 pagi. Kebayang kalo yang ikutan anak kecil? Kami tidak ingin merepotkan para orang tua yang panik karena anak-anaknya belum pulang.

– Pembatasan peserta. Waktu hanya ada sekian jam, kendaraan terbatas. Mau tidak mau kami harus membatasi peserta yang ikut.

– Dari awal kami sudah menghitung kalau tidak semua grup akan bisa mencapai pos yang disediakan. Kami berhitung justru dengan mengalami petualangan yang berbeda maka pertukaran cerita akan berlangsung lebih seru dan menyenangkan.

– Dari 141 peserta yang tercatat, yang tidak datang ada sekitar 8 orang. Tapi ditambah media dan ada satu kelompok tambahan dari pihak sponsor, tercapailah angka 143 orang. Media tidak di hitung sebagai kelompok. :)

– Tadinya ada rencana henpon peserta mau disita tapi berhubung ribet karena hujan jadi aja panitianya melewatkan hal itu.

– Kuburan Pandu adalah Makam dari salah satu cerita yang terdapat di dalam Maddah.

– Seluruh talent utama yang muncul di setiap post juga merupakan tokoh dari Maddah kecuali dementor dan beberapa figuran.

– Sempet panik ketika di Gasibu saat pemberangkatan, pengarah menyebut kembali ke Rumentang Siang, padahal harusnya itu tidak disebutkan. Untung yang nyadar cuma sebagian.

– Kue di jl. Jawa memang sengaja tidak diberi gula. :)

– 2 orang peserta terpaksa pulang lebih awal karena saudaranya ada yang meninggal.

– 1 peserta ada yang jatuh di taman maluku tapi baik-baik saja dan ikut sampai acara selesai.

– Kelompok dengan umur yang paling tua ada di kelompok Oma Rose. Viva Oma Rose! :)

– Saat survey pertama kali ada satu tempat yang diusulkan untuk jadi pos tapi dibatalkan karena terlalu seram.

– pos Jalan Jawa muncul belakangan, tadinya yang akan dipergunakan adalah sebuah bangunan di jl. banda tetapi tidak jadi karena tempatnya bermasalah dengan perijinan

– Pos Baksil juga tadinya tidak akan dipergunakan.

– Rumentang Siang tadinya hanya berfungsi sebagai salah satu wahana kemudian berubah juga menjadi tempat konser. Sarasvati Checksound sampai jam 7- 8 malam di Rumentang Siang lalu diungsikan ke sebuah hotel sampai acara jalan-jalan selesai.

– selalu ada ambulance dan beberapa motor yang berkeliling setiap saat ke setiap pos untuk mengecek kelancaran dan siapa tahu ada peserta yang kelelahan. di tiap pos juga ada cenayang yang selalu berjaga.

– Nama kelompok di berikan oleh Risa secara langsung dari nama-nama yang terdapat di buku Danur dan Maddah.

– Surat di tiap pos juga di tulis pribadi oleh Risa.

– Teater SMKN 10 berjumlah 45 orang bertugas sebagai talent hantu di setiap pos.

– Artwork #lengkahmaddah dikerjakan oleh @blossomdecay atau Riandy Karuniawan.

– @riianarizki dan Denise – ketua tim kreatif yang bertanggung jawab atas dekor, persiapan talent dan urusan perhantuan di setiap pos.

– @olladipo dan @bermanprima bertanggung jawab atas keseluruhan izin dan keamanan selama acara berlangsung.

– @syauqilukman dan @acay_yaca bertanggung jawab untuk urusan pertunjukan Sarasvati di Rumentang Siang.

– Kang Yedi dan Anhang Adventure bertanggung jawab untuk seluruh kendaraan yang dipakai selama #lengkahmaddah juga yang menyiapkan cemilan dan makanan untuk peserta.

– @itbo dan @omuniuum bertanggung jawab untuk urusan registrasi, administrasi, pengumuman acara, tukang balesin email dan tukang terima komplen peserta.

– @jowoedan dari @omuniuum adalah muara dari semua keluh kesah panitia alias koordinator utama alias semacam ketua panitia.

– @nasrulakbar dan @tuhanzilla bertanggung jawab untuk dokumentasi dan ternyata jadi pelaku kebodoran sepanjang acara #lengkahmaddah.

– Tidak ada technical meeting sebelum acara, semua langsung berjalan sesuai dengan fungsi kerja masing-masing bagian.

– Pengerjaan dekor dicicil dari 2-3 minggu sebelum acara. Semua diangkut ke setiap pos H-1 pada malam hari.

– Setiap koordinator menjalankan secara diam-diam sehingga tidak kebocoran di masing-masing pos. Tiap tim tidak saling mengetahui apa dan sudah sampai mana saja yang dikerjakan.

– Beberapa panitia diluar tim dekor dan tim sarasvati sempet mencoba game beberapa pos, ketakutan di SMA 5 dan lari lintang pukang di pos jl. jawa.

– Sarasvamily yang sering muncul di Omuniuum kadang-kadang bikin rapat berhenti atau pindah ke lantai 3 demi menjaga kerahasiaan.

– Paling senang liat muka panik pas tau tiap orang dipisah-pisah alias ditempatkan di grup yang berbeda.

– Kode bahwa masing-masing tim sudah siap cuma satu kata, Aman? Kalau udah jawab aman, ya udah. :)

– Aransemen Sarasvati benar-benar baru, semua juga baru dengar pas nonton di Hari H dan bagus! :)

– Latihan aransemen baru itu H-7. Tim Sarasvati sempat mengira kalau acara masih dua minggu lagi padahal itu udah tinggal seminggu. :D

– Setlist Konser : Fighting Club, Graveyard, Haunted Sleep, Aku dan Buih, Cut and Paste, Gloomy Sunday, Bilur, Solitude, Ivanna, Danur feat. Arina Mocca, Mirror dan Oh I never Know feat. Tulus, Story of Peter

– Selain dukungan penuh dari sponsor, acara ini juga didukung penuh oleh keluarga besar Risa dan Riana.

– Menurut penerawangan yang punya acara, ada 200 lebih yang tidak kasat mata yang ikutan. Hehehe..

Ada banyak sebetulnya yang masih bisa diceritakan tapi bagi kami sangat menyenangkan ketika melihat antusiasme peserta dan semua yang direncanakan berjalan lancar sampai akhir acara. Tidak terhingga rasa terimakasih kami kepada pihak sponsor Djarum Black Mild, seluruh Tim dan pendukung acara dan tentunya kalian semua yang ikut juga untuk penggemar Sarasvati dimanapun kalian berada. Kami tahu, kalian banyak yang marah karena tidak bisa ikut, maafkan kami. Tapi kan siapa tahu, selalu ada lain kali untuk acara yang lebih oke.

Terakhir, mohon maaf untuk semua kekurangan, sampai jumpa lain waktu! :)

Regards, tukang terima email. :D