Akhir tahun merupakan saat yang tepat untuk berbagi pengalaman yang dialami sepanjang tahun yang sudah dilewati. Menyambut awal tahun 2013 yang tinggal beberapa hari lagi, berikut semacam tulisan dari salah seorang pemilik Omuniuum yang berbagi cerita tentang best seller Cd di Omu sepanjang tahun 2012. Mari. :)

__________________________

Awalnya, seorang teman di twitter, salah seorang penggiat skena, promotor oke dari ibukota, Ferry Darmawan yang tergelitik bertanya pada saya soal best selling Cd di Omu selama tahun 2012. Saya juga jadi ikut tergelitik karena ingin tahu. Data pun di cek, saat itu baru tengah November. Saya memberikan gambaran kasar soal siapa saja yang masuk tiga besar lewat obrolan di twitter sekaligus menjanjikan kalau saya akan menulis soal best selling cd di Omu. Sesuai janji saya pada Ferry, inilah cerita dari Omu yang saya juluki sebuah toko kecil di tengah kota.

Saya masih ingat bulan itu, bulan April saat manajer Komunal dan vokalisnya yang hobinya ngopi mampir ke Omu dan memberitahu soal rilisnya album baru mereka. Juga masih ingat kekagetan kami, saya dan Mas Trie juga beberapa teman yang lain saat diberitahu kalau untuk jangka waktu tertentu albumnya hanya mau diedarkan via Omu.

Protes sempat disampaikan, maksudnya gimana dengan kolega yang lain? Kan ga enak, begitu alasan saat itu, sembari karena bandnya ngotot, kami tetap menjalankan semua rencana promo. Penjualan berjalan, kami cukup ketar-ketir, heboh, deg-deg-an dan juga seru sekaligus repot tentu saja karena peminat albumnya banyak.

Itu sekilas cerita Gemuruh Musik Pertiwi, peraih best album ICEMA 2012, urutan tiga best selling album di Omu tahun 2012. Albumnya terjual kurang lebih 600 keping sejak April sampai Desember.

Lalu kami bertemu dengan bulan Juli, saat seringai merilis Taring. Dari awal, Arian13 sudah memberi sinyal kalau album Taring edisi deluxe hanya akan dijual via Omuniuum dan Lawless dan versi reguler lewat jalur distribusi ke toko-toko cd pada umumnya. Seringai dengan front man Arian13, dari dulu menurut saya pribadi adalah orang yang paling bisa membuat isu yang hip, tentu saja itu juga berlaku untuk bandnya. Seringai bisa jadi punya cara marketing yang jitu untuk bersiap menyambut rilisnya album baru mereka.

Dan ya, antrian terjadi pada hari H. Sms tak berhenti, jalur terima order dan pengiriman pun padat. Keribetan yang tidak sia-sia, edisi deluxe yang jumlahnya 450 keping ludes dalam 3 hari. Ditambah edisi reguler, album Taring berada di urutan dua best selling Cd di Omu dalam jangka waktu kurang dari setahun. Lima bulan, hampir 800 keping.

Setelah Juli, kami bertemu dengan Sarasvati di bulan November. Ini kisah yang lain lagi. Diawali dengan rencana konser Nishkala yang dibarengi peluncuran album Mirror dan buku baru Risa Saraswati Maddah pada awal November, kami cukup dibuat ikut sibuk ini itu, jualan tiket dan lain-lain termasuk ketar-ketir saat menunggu album baru datang pada hari H konser Nishkala di Sabuga.

Kami masih ingat kalau kami mengumumkan Cd Mirror memang sengaja dijual setelah konser usai agar penonton mendengar dullu materi album baru Sarasvati, padahal yang terjadi adalah ada kesalahan teknis dan Cd mungkin baru datang pada saat konser mau selesai. Kami berjaga di booth merchandise, menunggu Cd Mirror datang sembari bolak-balik nonton konser dan untungnya, Cd-nya datang setengah jam sebelum konser selesai.

Bulan lalu, saat berencana mengumpulkan data penjualan, kami juga masih berpikir kalau tidak mungkin Sarasvati mengalahkan Seringai dalam penjualan Cd, tapi data berkata lain. Mirror, menyalip pada bulan Desember, berada di urutan satu best selling Cd di Omu tahun 2012. Angkanya beda 50 keping dengan Taring, Mirror terjual hampir 850 keping dalam waktu dua bulan, November sampai Desember.

Mirror, Taring dan Gemuruh Musik Pertiwi adalah tiga besar Cd yang paling banyak terjual di Omu selama tahun 2012. Urutan selanjutnya disusul oleh Payung Teduh – Dunia Batas, Sarasvati – Story Of Peter, Pure Saturday – Grey, Tulus – S/T, kompilasi Radio Killed TV Star, Rajasinga – Rajagnaruk, Angsa & Serigala S/T.

Mungkin sudah diduga sebelumnya, mungkin juga ada yang kaget, mungkin ada yang tertawa karena angkanya bisa jadi kecil sekali untuk skala nasional.

Kami dengan tulisan ini ingin berbagi kegembiraan, berbagi rasa terima kasih bagi para pemberi kepercayaan, juga untuk semua pihak yang telah membantu, lalu tentu saja untuk para penggemar yang setia membeli rilisan fisik, para pengunjung Omu, para pembeli dari luar kota, untuk kalian semua dimanapun kalian berada, tulisan ini tidak akan pernah ada dan Omu juga tidak pernah bisa bertahan sampai titik ini kalau tidak ada kalian.

Selamat menyambut tahun 2013, selamat berlibur dan berkumpul bersama keluarga. Semoga tahun depan makin banyak rilisan bagus! :)

ditulis dari ruang belakang Omu, tempat berkeluhkesah dan berbagi kegembiraan, – Boit

* By the way, kalo urutan album lokal terbaik dan paling sering saya puter pribadi, tahun ini, urutannya Komunal – GMP, Seringai -Taring, Sarasvati – Mirror + Payung Teduh – Dunia Batas.

 

CLAS MILD PRESENT “ CLASPHERIENCE – The  High Definition Music Experience”

Manjakan telinga dan Mata anda melalui teknologi 3D Surround Sound dan 360° Visual Mapping Projection

Menampilkan ROSSA , SANDHY SONDORO , JUDIKA dan ANDIEN

Jumat , 28 Desember di Harris Hotel – Festival Citilink , jl. Peta – Pasir Koja , Bandung

Harga Ticket :

Diamond Rp. 500.00,- , Platinum Rp. 250.000,- , Gold Rp. 150.000,- , Silver Rp. 100.000,-

PRE SALE TICKET :  9 DESEMBER 2012 – 23 DESEMBER 2012

Diamond Rp. 300.00,- , Platinum Rp. 150.000,- , Gold Rp. 100.000,- , Silver Rp. 75.000,-

PRE SALE Tersedia di Omuniuum yaks! :)

Be The 1st to Experience the High Definition Music Atmosphere

 

Hellprint Metalfest – Monster Of Noise

Tiket Presale Rp 30.000,- Sudah Tersedia di Omu !! Gratis Cd Kompilasi + Stiker + Poster ( Bonus 3 Macam & Persediaan Terbatas )

Hellprint Metalfest – Monster Of Noise

1 Hari – 80 Band – 3 Stage Mulai Jam 10.00 – 21.00 Wib

Minggu, 6 Januari 2013 Lanud Sulaiman Bandung

Burgerkill Seringai Rudal Jasad Forgotten

Don Lego Rosemary Mesin Tempur Tcukimay Undergod

Bleeding Corpse Dajjal Hellgods Kedjawen Jeruji

Outright Billfold Gugat Godless Symptoms Noin Bullet

Kaluman Demonsdamn Auticed Saffar Xtab

Tragedi Injected Komplete Kontrol Dark Terror Nothing New

Mawar Berduri Jari Tengah Insulin Coma Powerpunk Dislaw

Nectura Medusa Revenge The Fate Last Kiss From Avelin Youthfull Aggression

Fragment Of Euthanasia Humiliation Lumpur Tikus Kampung Discont

Girlzeroth Sundality Digging Up Hibrani Pigphobia

Dead With Falera Bye Bye Bunny Train For Fly Impish Life After Death

Tirani Demonstorm Tiga Belas Khasarath Cannabies

Manipulator Death Blasphemous Execute Rockgod Last Redemption

Tenton Hammer Halte Cast Away Sakerat Distress

One Spirit For All Faith Must Pain Necro Terror Between Illution Of The Death

Tembak Mati Cigah Sato Valka Vultures Barbar

#SaveOrangutans Benefit Tshirt

Artwork By Ykha Amelz Harga Rp 150,000 (belum termasuk ongkir)

Semua Profit akan disumbangkan ke Borneo Orang Utan Survival Foundation (www.orangutan.or.id)

tersedia size S M L XL XXL S : 50 X 67 M : 52 X 69 L : 55 X 71 XXL : 63 X 77

Pemesanan via SMS 087821836088 nama | alamat | pesanan | size

via email ke omuniuum@gmail.com nama | alamat | pesanan + size | no hape

Omuniuum Ciumbuleuit 151 B lantai 2 Bandung 40141 022-2038279 | 087821836088 http://omuniuum.net

 

Bottlesmoker Smiles to Bandung merupakan program dari Bottlesmoker untuk Bandung yang bertujuan untuk memberikan semangat dan bantuan kepada teman-teman kita di Soreang, SLB dan Rumah Yatim di Bandung.

Dengan apa? Kita berpegang pada gerakan free share maka sudah terbiasa kalau karya-karya kita dibagikan secara gratis dan bebas dinikmati oleh siapapun. Dalam program ini, kita akan membagikannya dengan cara yang sudah lama kita gunakan namun masih berjalan sampai sekarang, yaitu dengan metode SASE (Send Address Stamped Envelope).

Apa itu SASE?? adalah suatu metode, dimana teman-teman bisa mengirimkan CD/DVD kosong ke alamat kita atau via dropbox. Lalu kita akan burn CD?DVD kosong tersebutdengan karya Bottlesmoker (photo, bootleg, video, mp3 dll) nanti kita akan mengirimkan kembali ke alamat teman-teman.

Lewat program Bottlesmoker Smiles to Bandung, Bottlesmoker akan membagikan DVD Bottlesmoker Theater of Mind Concert. Teman-teman bisa dapetin DVD-nya dengan cara membantu kita mengumpulkan donasi untuk Soreang Kabupaten Bandung. Cara bantunya,kirim surat yang berisi DVD kosong, data diri, perangko balasan, dan donasi dalam bentuk cash.Proses ini akan dibantu oleh teman-teman dari ARDANgroup, Omuniuum dan MyOyeah.

Terus DVD kosongnya buat apa?? Nah, kita akan kirim balik surat-surat tersebut dengan melampirkan DVD yang sudah diisi denganfile DVD Bottlesmoker Theater of Mind Concert, terus donasi yang dilampirkan teman-teman tentunya akan kita sumbangkan. :)

Konten isi surat yang dikirim :

Data diri : (dalam secarik kertas)

Nama :

Alamat :

Alamat Tujuan CD :

Twitter :

Email :

No. Telepon :

DVD blank : (yang nantinya untuk kita isi dengan file DVD konser Bottlesmoker).

Lampirkan uang donasi dengan jumlah sumbangan tidak ditentukan.

Perangko Balasan (untuk kirim ulang).

 

Program ini akan berlangsungsampai akhir tahun 2012.

Periode pengiriman surat Bottlesmoker Smiles To Bandung.

dimulai : 2 Desember 2012

diakhiri : 31 Desember 2012

Periode pengiriman ulang : Awal Januari 2013 :)

*periode pengiriman dan pengiriman ulang kapanpun bisa berubah tetap perhatikan timeline twitter kami.

Setiap surat kiriman, ditampung di 4 titik, di Basecamp Bottlesmoker (via pos), dan (via dropbox point) di ARDAN, Omuniuum dan myOyeah. Semua donatur mengirimkan amplopnya sampai batas waktu ditentukan, dan pada bulan Desember semua amplop yang terkumpul akan diproses oleh pihak Bottlesmoker untuk dikirimkan kembali ke donatur dengan isi materi DVD konser burning-an, plus personal notes dari Bottlesmoker dan ARDAN. Kami akan mention donatur via Twitter sebagai bukti pengembalian surat. :)

Rumahsakit Album Launching

I.C.U 12.12.12 Rabu – 12 Desember 2012 Pukul: 20.00-selesai Tempat: Eclectic Resto & Bar Cilandak Town Square – Jakarta

Tiket: Rp. 60.000 atau Rp. 85.000(+CD) tersedia di Omuniuum HeyfolkShop Gigsplay.

(Sudah termasuk satu gelas minuman dan booklet bagi 50 pembeli tiket pertama) Pembuka: Ballads of the Cliche L’alphalpha DJ Robot

MC: Gilang Adjis Doaibu

VJ: Arbwork

Follow :@_rumahsakit @eclecticjkt @srmbands
Kontak: @satriaramadhan +62818496654
Jl. Bumi 17, Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Indonesia 12120

 

“Maddah adalah perpanjangan,” begitu ungkap Risa Saraswati saat ditanya mengenai makna dari judul bukunya yang baru. Ditulis dan diterbitkan kurang dari setahun setelah rilisnya Danur, buku pertamanya, menunjukkan produktifitas Risa dalam menulis.

 Awalnya Risa menulis di blog pribadinya sampai pada akhirnya menarik perhatian salah satu penerbit yang mencium bakatnya dan menawarinya untuk membukukan kayanya. Bermodal itikad yang kuat tanpa pengetahuan seputar seluk-beluk dunia penulisan buku dan sasrta, Risa memberanikan diri untuk menyambut tawaran itu dan merilis “Danur” pada tahun 2011 silam. Ternyata, buku pertamanya berhasil mendapatkan perhatian pembacanya, meskipun Risa menawarkan karya yang mengusung tema yang sedikit berbeda dengan penulis-penulis kebanyakan. Sejatinya hal-hal yang dikisahkan Risa adalah hal-hal yang biasa terjadi di sekitar kita. Ada kisah cinta, persahabatan, eratnya kasih sayang keluarga, serta pahitnya cerita tragedi. Namun, apa jadinya saat karakter yang diceritakan olehnya tidak berasal dari alam yang sama dengan kita semua, manusia biasa?

 Mengikuti jejak “Danur” yang merupakan komplemen dari album musik “Story of Peter”, album pertama dari band Risa, Sarasvati, Maddah juga begitu. Beberapa cerita yang terdapat dalam Maddah bisa ditemui dalam album “Mirror” yang dirilis berbarengan dengan peluncuran bukunya. Bukan suatu kebetulan memang, karena sejatinya kisah-kisah yang ditulis Risa dalam “Maddah” adalah inspirasi dari penciptaan lagu-lagu di album terbaru Sarasvati, “Mirror”.

 “Kalau menulis buku adalah bagian saya pribadi, maka untuk penciptaan musik, saya harus berterimakasih pada Sarasvati (band saya). Beruntunglah saya bertemu dengan mereka, dan akhirnya kita bersatu menjadi band, yang untuk saya pribadi, adalah sebuah keluarga,” ungkap Risa. “Pada awalnya Egi Anggara yang membantu saya menterjemahkan musik yang ada di dalam kepala saya menjadi lagu-lagu dan menjadi sebuah album penuh”, ungkapnya lagi. Berangkat dari inti atom yang terdiri dari Risa dan Egi, maka terbentuklah SARASVATI, sebuah entitas musikal yang menyertai dan menjadi bagian dari karir musik Risa.

 Terlepas dari aspek lirikal yang terinspirasi dari pengalaman pribadi Risa yang dekat dengan alam berbeda yang berada di luar pemahaman kita pada umumnya, secara musikal, Sarasvati masih mengusung warna musik yang setia dengan pakem di album sebelumnya. Namun, banyak eksplorasi baru yang dilakukan Sarasvati di album ini. Album “Mirror” lebih menonjolkan iringan orkestrasi, lebih dominan jika dibandingkan “Story of Peter”. Warna-warna baru muncul sebagai bentuk kreativitas pribadi para personel, seperti Hinhin Akew (guitar), Gallang Perdhana (bass), Yunita Rachman (keys), dan Papay Soleh (drums), di mana masing-masing mendapatkan porsi kontribusi kreatif pada departemen musik. Egi Anggara (guitar), arranger utama di album perdana, masih dominan porsinya sebagai arranger utama di album kedua ini.

Highlights dari “Mirror” adalah beberapa kolaborasi dengan sejumlah musisi lintas genre yang semakin memperkaya warna musikal di album ini. Passion Risa terhadap music tradisional Sunda, dimanifestasikan dalam interpretasi “Gloomy Sunday” karya Rezso Seress berkolaborasi dengan Trah Project, proyek musikal dari Gigi Priadji (programming), yang juga adalah personel Sarasvati. Risa juga tampil berduet dengan Arina Ephipania (Arina Mocca) dalam lagu “Danur” dan Cholil Machmud (Cholil Efek Rumah Kaca) dalam lagu “Mirror”. Selain itu, gitaris Gigi Dewa Budjana menyumbangkan permainan gitarnya yang apik dalam lagu “Solitude”.

 Maddah dan Mirror adalah satu kesatuan yang saling melengkapi, keduanya terpisah namun membentuk satu keutuhan. Membaca Maddah, sembari mendengarkan Mirror, atau menikmati musik Mirror sambil mencari tahu kisah-kisah lebih detailnya di dalam Maddah, demikianlah harapan Risa Saraswati dan Sarasvati kepada para penikmat buku dan penikmat musik. Melalui Maddah dan Mirror, pembaca dan penikmat musik akan diajak untuk menyelami kisah-kisah Risa Saraswati dan pengalaman musikal ala Sarasvati.

 Ditulis oleh Iit Sukmiati dan Pak Dosen

 

Untuk pemesanan CD Mirror dan buku Maddah, sementara hanya melalui Omuniuum atau mention @omuniuum

 

+

 

Sertakan nama, alamat, nomer telepon, kode. kirim ke email omuniuum@gmail.com / order@omuniuum.net

 

atau sms via 087821836088 Pembayaran transfer via rek BCA/Mandiri/BNI Pengiriman memakai jasa JNE.

 

*Jika dalam waktu 3 hari tidak ada transfer, pemesanan dianggap batal*

 

+ Omuniuum + Ciumbuleuit 151 b Lt.2 Bandung 40141 ph. 022-2038279 087821836088

+++++

Anak keduaku telah lahir di awal bulan November, kuberi judul “Maddah” yang kuambil dari saduran bahasa Arab yang artinya “dibaca panjang”. Kudefinisikan “Maddah” sebagai perpanjangan dari buku pertamaku “Danur”.  Kembali kutelanjangi kehidupan pribadiku bersama “Mereka”, bukan untuk menyelewengkan kepercayaan kalian tentang keberadaan mereka… aku hanya ingin kalian membaca kisah-kisah mereka, itu saja. Aku tergugah dengan penuturan mereka yang merasa pernah punya kehidupan, dan memberikan banyak pandangan baru tentang hidup. Aku harap kalian bisa merasakan apa yang pernah kurasakan… itu saja.

Bersama tim mandiri kali ini dan bantuan sposor (Djarum Black Mild), kuterbitkan “Maddah” tanpa memakai nama besar Penerbit. Dibantu oleh Maria M Lubis sebagai Editor, Isa panic monsta sebagai ilustrator, Herry Sutresna sebagai Designer buku, dan Iit Sukmiati sebagai Proof reader. Jika kalian semua bertanya-tanya “Sudah adakah Maddah di toko buku besar”, kujawab “Belum dan mungkin Tidak akan Ada”, karena tidak ada nama besar perusahaan penerbit pada kelahiran anak keduaku ini.

“Selamat datang di kehidupanku… kehidupan sahabat-sahabatku… kehidupan yang mungkin akan membuat kening kalian mengernyit…”

Risa Saraswati