Ini adalah sepucuk surat yang ditulis oleh Sani, drummer Jeruji, sesaat ketika mereka hendak berpisah dengan kami melanjutkan Sirkus Neraka “Melibas Andalas Tour 2012”. Kini, Jeruji terus menempuh tour walau pincang berjalan sebelah kaki… Tour belum berakhir, misi belum terlaksana, apapun yang terjadi, show must go on! Let’s Rock n Roll!!!

Keluarga Besar SIRKUS NERAKA

+++++

Sirkus Neraka “Melibas Andalas 2012” dilanjutkan kembali. Pada hari sabtu (22/09), Kami JERUJI memutuskan untuk meneruskan rangkaian Tour Sirkus Neraka “Melibas Andalas 2012” yang akan digelar di kota Jambi.

Setelah kejadian yang menimpa kami (Jeruji dan Rajasinga) dikota kedua tour ini, kondisi ‘drop’ baik secara mental maupun fisik. Trauma yang berkepanjangan mempengaruhi niat kami untuk melanjutkan sisa kota yang akan kami singgahi dalam rtangkaian tour ini. Masa pemulihan kondisi kami yang sedang tidak stabil ini, kami harus melanjutkan perjalanan ke kota ketiga, yaitu Pekanbaru, Riau. Dikota ini kondisi berangsur baik, karena sambutan, apresiasi, masyarakat kota Pekanbaru dapat mengobati trauma yang kami alami. By the way, thanks again, brothers n sisters!

Berdasarkan kesepakatan antara Jeruji dan Rajasinga, rangkaian Tour Sirkus Neraka “Melibas Andalas 2010” harus dilanjutkan, namun dengan berat hati Rajasinga tidak dapat melanjutkan rangkaian tour dikarenakan kondisi fisik yang tidak memungkinkan. Tetap semangat wak, SEGAANN! \m/

Harapan kami kepada pelaksana/panitia yang terlibat dalam rangkaian Tour Sirkus Neraka “Melibas Andalas 2012” dapat meningkatkan Keamanan dan Kenyamanan kami, mengingat kejadian yang mengganggu psikis kami dikota kedua beberapa hari yang lalu. Kami pun berharap kepada pelaksana tour dikota-kota yang akan kami singgahi memiliki standar pengamanan acara musik. Apabila dalam pelaksanaan acara dikota-kota yang kami singgahi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka dengan berat hati kami batalkan.

Kami berharap seluruh lapisan masyarakat dan komunitas musik yang ada dikota-kota yang akan kami singgahi bersatu tanpa melihat suku, ras, agama, dan warna kulit. Berteman dan maju bersama itu menyenangkan!

Pekanbaru, 22 september 2012 – Jeruji –

*sumber: http://www.facebook.com/grindcoresinga

Pengantar: Seperti yang kita ketahui, Rajasinga dan Jeruji sedang melakukan Tour Sirkus Neraka Melibas Andalas. Rencananya, Tour itu berjalan di 9 kota di wilayah Sumatera. Siang tadi, tiba-tiba terdengar kabar yang tidak menyenangkan dari perjalanan mereka. Sebelum semua simpang siur dan kabar menjadi makin kabur, berikut email dari Rajasinga, menjelaskan tentang kronologis peristiwa yang terjadi di Padang. Semoga peristiwa seperti ini tidak terulang kembali di ranah musik yang kita cintai ini. – omu

Berikut isi emailnya:

Untuk meluruskan berita tentang musibah yang menimpa kami semalam (19 sept 2012) di Padang, saya Revan, akan menjelaskan apa yang terjadi semalam. Ada kesalahpahaman yang terjadi, antara kami dan segerombolan orang yang mengaku Street Punk kota Padang. Pada saat Rajasinga perform di acara, Indra Morrg (Bassist/Vocalist) sempat berucap “Padang, anjing kalian keren sekali…”. Perkataan yang ekspresif ini, dianggap isu rasis oleh oknum Street Punk tadi. Mereka menganggap kami berucap Padang = Anjing. Setelah lagu terakhir kami mainkan, salah seorang dari mereka mulai menyerang kami, dan sempat terjadi dorong-dorongan. Saya langsung menarik Morrg dan Biman berlindung di back stage. Akan tetapi, kami kalah jumlah dan back stage sudah dikepung. Saat itu ada kami Rajasinga bertiga, Badrun (photographer), beberapa teman, dan dua orang panitia.  Ketika pintu didobrak, kami berusaha kabur lewat pintu belakang. Tapi sial, saya dan Morrg tidak berhasil lolos. Kami terpojok, saat salah seorang dari mereka melempari kami berdua dengan piring, gelas, dan botol berbahan kaca. Salah satu dari orang yang menyerang kami, terluka di alis sebelah kiri karena terkena pantulan pecahan kaca yang dilempar temannya sendiri dan terjatuh dengan kepala luka berdarah. Saya dan Morrgan sempat berteriak minta pertolongan untuk korban salah lempar itu. Hingga salah seorang dari mereka memapah korban keluar. Sisa gerombolan yang masih diluar lokasi, melihat temannya terluka, dan mengira itu akibat perbuatan kami, tanpa basabasi mulai menyerbu kami masuk ke back stage dan melempari kami dengan benda-benda kaca, kursi, balok, batu bata, apapun yang mereka bisa temukan disana. Kami terpojok dan cuma bisa berlindung dibawah kursi, sambil menghindari lemparan dan pukulan yang mereka layangkan ke kami. Tidak berhenti disitu, kami berdua ditarik keluar, dan lanjut dipukuli di belakang venue. Beruntungnya, belakang venue itu adalah wilayah asrama tentara, salah seorang perwira disana melihat kami dipukuli, dan langsung menyelamatkan kami berdua. Saya dan Morrg diamankan, sampai salah satu panitia menjemput kami, dan membawa ke klinik terdekat untuk dirawat. Sementara kami di klinik, teman-teman Jeruji dan kru Sirkus Neraka, mengamankan tempat dan barang-barang kami, dibawa ke rumah seorang teman untuk diamankan. Syukur Alhamdulillah, tidak terjadi apa-apa dengan mereka. Saya menderita luka dalam di lutut kanan dengan lima jahitan, memar disekujur tubuh, dan luka gores dilengan dan kaki akibat pecahan kaca yang dilemparkan ke kami. Indra Morrg mengalami hal yang lebih kurang sama dengan saya, dengan tambahan dua jahitan di kepala depan, jari kelingking kiri patah, dan siku lengan kiri terdislokasi. Dengan berat hati, dan kondisi fisik yang tidak memungkinkan, saya mewakili Rajasinga terpaksa harus membatalkan sisa rangkaian Tour Sirkus Neraka “Melibas Andalas 2012” di Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Palembang, dan Bandar Lampung. Sampai saat menulis berita ini, Jeruji masih berdiskusi mempertimbangkan untuk tetap meneruskan tour ini atau tidak, mengingat shock dan trauma yang kami alami. Mohon maaf kepada teman-teman panitia yang sudah mencurahkan seluruh usaha untuk mendukung Tour ini. Kami sangat menghargai segala effort yang sudah kalian lakukan. Saya pribadi, sangat prihatin dengan kejadian ini. Ironis sekali. Sebagai salah seorang putra Minang yang berkunjung ke kampung halaman untuk bersilaturahmi, malah mendapatkan kemalangan seperti ini. Saya akhirnya mengerti arti kata “keji” setelah mengalami peristiwa semalam… Sungguh diluar apa yang pernah kami bayangkan. Saya lengah tidak memperhitungkan oknum-oknum yang ternyata kurang menyukai Rajasinga. Kami bukan petarung, kami tidak suka buat onar, kami suka senang, bukan rusuh… kami cuma mau main MUSIK… Apakah begitu susahnya Rajasinga diterima oleh oknum yang menyerang kami?! Sebagai informasi, gerombolan street punk yang menyerang kami, dari awal acara mulai, memang sudah bertindak anarkis. Mulai dari menjebol pintu tiket, menakuti penonton lain, dan memaksa untuk ikut main di acara ini. Sedari awal kami mulai menaiki panggung, kami diteriaki “artis” “komersil” beberapa kali. Sampai akhirnya, ucapan ekspresi dari mulut Morrg menjadi pemicu yang tidak masuk akal. Apa yang terjadi di skena musik yang sudah kita bangun selama ini? Apakah kita akan tinggal diam dengan tindakan premanisme yang terjadi di dalam lingkungan musik yang yang kita cintai?  Apakah akan ada korban-korban berjatuhan dari saudara kita berikutnya? Apakah benar kita semua “bersaudara”? Masalah ini adalah masalah yang harus kita pecahkan bersama… Semua jenis bibit kehancuran seperti ini harus segera dibasmi… kami ini cuma korban… cukup lah… Saat ini, kami sudah dalam posisi aman, sementara oknum pembuat masalah sedang dilacak oleh teman-teman komunitas di kota Padang. Itu tugas penting buat mereka. Dan mereka siap bertangung jawab… Bandung, kami pulang… +revan+   

Further Present:

DAZZLING HILL at Selasar Sunaryo September 8th, 2012

with performances:

– Pure Saturday – Payung Teduh – Cascade – Individual Life – Mission Possible

Ticket Price Rp. 25.000,-

Get Your Ticket at:

– Omuniuum Store Jl. Ciumbuleuit No. 151 B (2nd Floor) – FFWD Records Jl. Setiabudi No. 56