SELAMAT DATANG DI GERBANG KERAJAAN SERIGALA!

Konser “Gerbang Kerajaan Serigala” digelar oleh Karinding Attack—selanjutnya Karat saja—bekerja sama dengan Atap Promotions dan Djarum Super. Konser ini diselenggarakan sebagai pembuktian komitmen Karat untuk mengembangkan musik karinding dan menyebarkannya ke khalayak luas. Selain itu, pertunjukan ini juga merupakan sebentuk rasa syukur untuk 3 tahun perjalanan Karat yang secara resmi dibentuk di kota Bandung pada 12 Maret 2009. Secara keseluruhan, pertunjukan ini dikemas ke dalam konsep pencarian Karat yang mencerminkan semangat eksplorasi, serta pencerahan dan penemuan kembali.

Sepanjang perjalanan, ada dua hal yang dilakukan Karat dalam mengembangkan musik karinding. Yang pertama adalah pengembangan pirigan karinding dan waditra-waditra lain yang biasa dimainkan bersamanya, dan yang ke dua adalah kolaborasi instrumen karinding dengan alat dan corak musik lain di luar seni musik karinding. Dalam pendekatan yang pertama, Karat memainkan pirigan-pirigan pakem yang mereka pelajari dari Abah Olot dan kemudian mengembangkannya ke dalam berbagai pirigan lain yang membaurkan corak dan komposisi musik punk, hardcore, dan metal.

Berkaitan dengan sesi pertama, Karat akan membawakan lagu-lagu ciptaan sendiri yaitu “Dadangos Bagong”, “Nu Ngora Nu Nyekel Kontrol”, “Wasit Kehed”, “Gerbang Kerajaan Serigala”, “Sia Sia Asa Aing”, “Lapar Ma!”, “Maaf!”, “Yaro”, “Lagu Perang”, “Kawih Pati”, “Hampura Ma 1”, dan “Hampura Ma 2”. Khusus di lagu “Nu Ngora Nu Nyekel Kontrol” Karat dibantu oleh para anak muda dari Kelas Karinding (Shofia Khanza, Shofia Azzahra, Arni Dwi Febrianti, Handriansyah Nugraha, Mochammad Dwivo Rahayu, Mochammad Latief Prabowo, dan Hadi Gunara). Di lagu “Maaf!” Karat juga menampilkan Ma Awas.

Sementara untuk sesi kolaborasi, Karat akan menampilkan komposisi musik karinding buhun bersama Gabungan Aki-aki Sunda, Trie Utami, dan Budi Dalton. Selain itu, Karat juga akan mengeksplorasi corak musik jazz bersama pianis Sony Akbar, music folk dengan Paperback, permainan instrumen kacapi bersama sinden Sri Rejeki, serta memainkan komposisi musik pop bersama Risa Saraswati. Bersama Trie Utami dan Budi Dalton, Karat akan membuka konser dengan “Rajah Bubuka” dan “Gayatri Mantram”. Selanjutnya bersama Gabungan Aki-aki Sunda, Karat akan membawakan “Ririwa di Mana-mana”; bersama Sony Akbar Trio, Karat akan membawakan lagu “Burial Buncelik” dan bersama Paperback, Karat akan membawakan lagu “Because – Kelas Rakyat”; bersama Sri Rejeki, Karat akan membawakan kawih “Kembang Tanjung Panineungan”; dan bersama Risa Saraswati akan memainkan lagu “We Are The World.”

Selain pertunjukan musik, Karat juga akan mengajak audiens yang hadir untuk bermain karinding bersama di tengah sesi pertunjukan. Partisipasi audiens dalam permainan karinding bersama-sama ini menjadi hal yang sangat penting dan merupakan refleksi dari konsep musik karinding sebagai musik rakyat yang menjebol batas ruang dan waktu. Karat juga akan memberikan persembahan bagi tokoh-tokoh yang sangat berjasa bagi Karat. Mereka adalah Gustaff H. Iskandar, Andar Manik, Abah Olot, Mang Engkus, dan Mang Utun. Pada dasarnya, penghargaan ini adalah ungkapan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang selama ini telah ikut mendukung dan membantu Karat untuk mengeksplorasi dan menciptakan komposisi musik karinding yang baru. Kami berharap pertunjukan ini dapat mendukung perkembangan seni musik karinding di kalangan masyarakat luas, serta sekaligus membuka kemungkinan baru dalam perkembangan seni musik karinding di Tanah Air.

Sampai jumpa di Gerbang Kerajaan Serigala!

KONSER KARINDING ATTACK
DAGO TEA HOUSE
13 MARET 2012
17.00 – 22.00
HTM 25,000
Presale tiket bisa di dapatkan di Omuniuum, Remains Store, 
SiKahot, Pieces Ujungberung, Dark Castle