Dicurigai Kak Katy Bon lagi sibuk foto pre-wed dan Kak Gendat lagi mojok di kamar karena belum dapat pacar, kali ini mari kita membaca review dari Mas Bram yang baik hati dan tidak sombong dan rajin menabung dan lain sebagainya. Mari membaca!

37.4 menit.

Pernahkah Anda tertawa selama itu? Well, mungkin saat menonton film Hangover Anda tertawa lebih lama dari itu, tapi pernahkan Anda tertawa selama 37.4 menit saat mendengarkan sebuah karya musik? Sebuah album? Tidak? Belum pernah?

Kasihan ya. Tapi, tidak perlu khawatir, karena setelah mendengarkan album Lesson #1 yang akan saya review ini, Anda bisa menjawab pertanyaan di atas dengan satu jawaban tegas : PERNAH!

Sir Dandy – Lesson #1 | Demajors / Organic Rec. | IDR 35,000

Dengan 10 lagu dalam durasi sepanjang 37.4 menit, Sir Dandy berhasil memberikan sebuah album komedik yang mampu mengocok-ngocok perut dan membuat kita terperangah karena ia melakukannya tanpa suara merdu yang dapat menyentuh pitch-pitch tinggi (baca: suara fals) dan kunci gitar yang kompleks seperti F Major 9 sus4 dan C Minor Major 7th add 13 (baca: skill minim). Hanya berbekal racikan antara lirik simpel yang nakal dengan musik bernuansa folk pop sebagai modal dasar, voila! Jadilah Lesson #1.

Simak lagu Ode To Antruefunk Part II di mana Sir Dandy bernanyi “anto anto adik kelasku, pandai memainkan gitar, berkacamata terlihat pintar, tak pernah marah ataupun gusar, kalau pipis kadang-kadang minta ditemenin pacar”. Juara. Puas membuat tertawa, yang mana saat ini adalah hal yang sangat baik karena tertawa itu adalah ibadah, dan menjelang bulan Ramadhan kita harus banyak melakukan ibadah, yes?

Tapi jangan anggap Sir Dandy sekedar menuliskan hal-hal yang asal dan tak berisi. Sindiran terhadap fenomena-fenomena sosial yang terjadi di sekitar kita pun berhasil ia tuangkan dengan begitu seksi. Simak Jakarta Motor City di mana Sir Dandy menyindir “tak diperlukan gelar sarjana, apalagi ijazah SMA, asal kau bisa naik sepedah, bayar DP murah, motor bawa ke rumah”. Tepat sasaran, dan mengundang senyuman.

Hal lain yang membuat album ini semakin menarik ialah di awal setiap lagu Sir Dandy selalu memberikan ceramah singkat mengenai lagu yang akan dibawakan. Semacam intro lah begitu. Dibacking dengan musik latar yang terkadang kontras dengan lagunya itu sendiri, membuat ceramah singkat ini menjadi satu hal yang menarik untuk dicermati. Awalnya seperti “Anjiir, apaan ni?” lalu berlanjut kepada “Hahaha kacau ini nyett”. Seperti pada Lagu Itu, intro dengan background musik ala ESQ sudah membuat saya tertawa duluan.

Bicara soal sound, jujur saja pada awalnya saya cukup pesimis dengan Lesson #1 ini. Jauh-jauh hari sebelum album ini dirilis, Sir Dandy sebenarnya telah mengeluarkan karya-karyanya di dunia maya dalam format EP dan single. Namun masih dalam model akustikan (alias hanya vokal dan gitar saja). Menarik dan lucu, tapi jujur saja tidak sebagus itu. Sir Dandy bukanlah The Tallest Man on Earth atau Bob Dylan yang mampu menghasilkan sebuah mahakarya dengan hanya bermodalkan pita suara dan gitar, sehingga saat mengetahui Sir Dandy akan mengeluarkan debut albumnya, saya sempat berpikir ini akan menjadi sebuah epic failure.

Tapi ternyata saya salah, dan saya mensyukuri itu. Terima kasih kepada Widi Puradiredja, seorang produser yang kebetulan merupakan drummer sebuah band jazz soul terkemuka di Indonesia, yang sukses membuat lagu-lagu Sir Dandy menjadi semakin penuh dan berisi. Bayangkan musik seorang Iwan Fals tambun yang baru belajar main gitar dengan sidejob sebagai seorang pelawak. Kurang lebih seperti itu musik dalam Lesson #1 ini. Simak lagu andalan Juara Dunia. Perpaduan antara suara organ yang soulful dengan bassline yang agak2 psychedelic mampu membuat lagu yang sudah catchy ini semakin bertambah catchy. Begitu pas.

Intinya, album ini adalah sebuah album yang sanggup membuat kita yang sedih menjadi senang dan yang senang bertambah senang. Jangan dianggap terlalu serius, karena justru di situlah esensi dari album ini. Namun walau begitu, bukan berarti album ini bisa Anda unduh begitu saja secara illegal dari mediafire atau 4shared. Mengapa? Karena selain merugikan orang lain, hal tersebut akan merugikan diri Anda sendiri. Anda tidak dapat merasakan orgasme visual dari artwork-artwork ciamik Sir Dandy plus chord-chord dari semua lagu-lagunya yang terdapat di dalam booklet album ini. Jadi beli CD nya oke.

Sir Dandy Harrington memang tidak pernah berjasa bagi Kerajaan Inggris sehingga ia berada di kelas yang sama dengan Sir Alex Ferguson atau Sir Elton John. Saya yakin nama “Sir” yang tertera pada namanya juga ia nisbatkan sendiri sesukanya. Tapi, dengan hadirnya Lesson #1 ini, saya percaya Ratu Elizabeth selayaknya melantik dirinya ke dalam jajaran orang-orang hebat tersebut. Bravo Sir Dandy

P. S. Ahey, mari beli CD-nya! Kalian bisa kontak 087821836088 buat order ya. Kalo mau kirim order atau surat cinta, keluh kesah juga bisa, langsung ke email order@omuniuum.net. Lalu jangan lupa follow twitter kita @omuniuum biar gaul ceritanya sih. Sampai berjumpa di review selanjutnya! Eh tersedia juga merchandise dan spesial pack Sir Dandy Lesson #1 di Omu yaa… :)

Tampak Kak Katy Bon mulai benar-benar sibuk dengan segala kesibukannya, mungkin dia mau rebonding rambut keritingnya biar ga kusut-sut-sut seperti arumanis jadi review kali ini muncul kembali dari Kak Gendat. Silakan di baca …

Sajama Cut – Manimal | Demajors | IDR 35,000

Selamat pagi, siang dan malam, entah kenapa ketika bangun pagi saya ingin mengulas EP teranyar dari Sajama Cut, walaupun sebenernya mereka mengeluarkan EP ini tahun lalu tapi biarlah yah.. Haha!

Baiklah saya mulai, siapa yang tidak kenal dengan band asal Jakarta ini yang sudah malang melintang selama kurang lebih 10 tahun dan menelurkan 3 album, yak mereka hadir kembali dgn EP teranyar mereka berjudul “Manimal” yg merupakan album ke-3 mereka, dimana di mini album ini personil tetap yang tersisa dari Sajama Cut hanya tinggal frontman mas Marcel Thee (yak berarti selebihnya anyar bro). Mini album teranyar mereka terdengar lebih asik dan mantap, mengapa demikian, karena mulai banyak variasi pada setiap lagunya, jadi dapat dikatakan mini album Sajama Cut yang terbaru lebih fresh dan canggih.

Kita bahas dari artwork-nya dulu, mungkin yang dimaksud dengan “Manimal” ini adalah penggabungan kata dari Human dan Animal, karena artwork dari mini album ini ada manusia tetapi semua berkepala binatang, entah ada makna apa dibalik nama “Manimal” ini atau mungkin mereka mencoba menjelaskan bahwa manusia terkadang dapat bersikap seperti “binatang” … Nah mungkin kalian dapat menterjemahkannya sendiri.

Mari kita masuk ke lagu didalam mini album ini, saya tidak akan membahas per track yah, pertama kali saya masukkan CD ini langsung dihantam dengan harmonisasi vokal ala-ala The Beach Boys dan dipadu sedikit dari Fleet Foxes (sotoy dikit aahh), yak inilah track pertama yang kebetulan mereka jadikan single dari mini album ini, yaitu Paintings/Paintings, pemilihan single yang ciamik menurut saya. Lalu ada Where’s The Orient di track 4, di awal penggalan liriknya ada kata-kata “girl you’re a criminal, girl you’re a criminal you stole my heart..” simple tapi boleh juga ini kata-kata, cocok buat yang jatuh cinta.. Yeah!! Yang menarik di lagu ini juga ada bunyi lonceng gereja, sedikit tapi cukup catchy lalu di track terakhir ditutup dengan Street Haunts, ada penggalan lirik yang diulang-ulang berbunyi “but now I feel like I’m dying..” trus diulang-ulang seakan menggambarkan jalanan itu keras..

Saatnya kita masuk ke packaging, tidak terlalu istimewa bila dilihat dari packaging, jadi biasa saja, sayang mereka tidak melampirkan lirik sama sekali jadi hanya ada beberapa kata-kata saja.

Kesimpulannya, menurut saya mini album ini layak sekali untuk kalian jadikan koleksi, buat yang memang suka Sajama Cut dari dulu, maupun kalian yang baru-baru saja mendengarkan Sajama Cut. Beli aja CD-nya kalo tidak percaya.

 Salam manis buat yang manis dari Kak Gendat yah!

 

P.S. Gimana ? Ini Kak Gendat lagi cari pacar loh, jadi buat mojang-mojang yang tertarik buat jadi pacar kak Gendat yang pandai mereview ini silakan kirim surat cinta via email ke 0rder@omuniuum.net .. Eh email kami juga kalau ada yang mau menyampaikan kritik, saran dan sebagainya termasuk undangan kerjasama terutama kerjasama yang menghasilkan cuan .. Eh apa sih ini ngelantur. Pokoknya follow twitter kami @omuniuum dan hubungi 0878213836088 jika kalian ingin membeli CD yang di review di atas itu ya . Cihuy!

“RAJAGNARUK” BANDUNG RELEASE PARTY

with: Bromocorah Errorbrain Jari tengah

Jumat 22 juli 2011 @Reneo Café, Bukit Jarian, Ciumbuleuit, BANDUNG Open Gate: 19:00 htm 20.000

MARI BERPESTA!!!

Mari berjalan-jalan sebentar ke Bandung, ke sebuah tempat bernama Demakhouse, yang mempunyai sebuah kamar kecil tempat bermain Nobie dan Angkuy yang punya ketertarikan dan kegemaran yang sama terhadap bunyi-bunyian dan alat-alat musik elektronik. Tempat mereka bermain dengan glockenspiel, komputer, keyboard dan synthetizer dan entah apa lagi namanya. Saya bertemu dengan mereka jauh sebelum mereka menempati Demakhouse, sekitar tahun 2008. Mereka bermain di sebuah acara kecil di sebuah kafe. Disitulah saya pertama kali berkenalan dengan Angkuy dan Nobie yang sekaligus merupakan pertemuan pertama saya dengan’Bottlesmoker’.

Lama sesudah pertemuan itu persinggungan saya dengan Bottlesmoker kembali terjadi saat mereka meminta tolong untuk membuat CD yang akan di bawa sebagai bekal mereka melakukan tour ke Malaysia tahun 2009. Saat itu saya banyak bertanya tentang apa yang mereka lakukan dengan musik mereka. Dengan sederhana, mereka menyebutnya ‘berbagi’. Setiap Bottlesmoker selesai membuat lagu kemudian menggabungkannya dalam sebuah album, yang mereka cari adalah bagaimana caranya album itu secepatnya didengar oleh banyak orang. Mereka bekerja sama dengan net label atau record label yang berbasis internet kemudian membagikan album itu secara gratis dengan cara diunduh dari internet. Selain itu, orang mungkin tidak banyak yang tahu tentang ‘SASE’ atau Self Adress Stamped Envelopes atau korespondensi melalui surat menyurat. Orang mengirim CD kosong beserta sejumlah perangko kepada Bottlesmoker lalu mereka mengirim kembali CD itu tentunya dengan sudah diisi lagu-lagu mereka.

Sampai saat ini, mereka masih melakukan hal yang sama. Apakah mereka bodoh karena selalu membagikan lagu-lagu mereka secara gratis atau mereka justru sangat pintar karena kemudian hal yang membawa mereka ke berbagai pelosok indonesia juga melanglang buana sampai Cina, saya tidak tahu dan tidak perduli. Yang saya tahu adalah ketulusan mereka dalam mengerjakan segala hal, selain tentunya kerja keras yang juga mereka lakukan. Berbekal ketulusan saja dalam sebuah band tentu tidak akan membawa band itu kemana-mana. Mereka juga salah satu yang saya kenal sangat hobi bereksplorasi baik itu di musik atau juga cara mereka menampilkan diri di panggung.

Sampailah perjalanan Bottlesmoker pada saat ini. Pertengahan tahun 2011, tiba-tiba saya di kontak Bottlesmoker untuk berjualan tiket konser tunggal mereka. Perjalanan dan kerja mereka ternyata didengar oleh seorang pemilik produk makanan lokal yang jatuh cinta pada proses perjalanan Bottlesmoker dan menawarkan untuk membuat konser tunggal Bottlesmoker.

Berbekal konsep yang sudah mereka simpan dalam kepala selama bertahun-tahun, berimajinasi dengan pikiran, bermain dengan musik dan visual, mereka menerima tawaran untuk melakukan konser ini nanti pada tanggal 28 Juli 2011. Di GK Dewi Asri Kampus STSI Jl. Buah Batu 212 Bandung. Menggandeng teman musisi yang sudah sering bekerja sama yaitu Kushandari Arfanidewi dari Katjie Piering dan Rizka Rachmawati dari Sparkle Afternoon juga visual yang dikerjakan oleh Isha Hening, Bottlesmoker mengajak teman-teman semua untuk bersama-sama menikmati ‘Theater of Mind’ sebuah konser yang memadukan audio dan visual secara bersamaan dan mengajak teman-teman semua untuk ikut bersama-sama berimajinasi dan berpetualang ke dimensi dan ruang lain dengan Bottlesmoker.

Setelah sekian lama hanya menikmati Bottlesmoker dari lagu-lagu yang diunduh dan pertemuan-pertemuan singkat dengan mereka dari panggung ke panggung dan turut menyaksikan perjalanan mereka selama bertahun-tahun, saya juga ingin ikut merayakan kerja keras Bottlesmoker dengan ikut hadir di konser mereka. Mari berjumpa!

Boit Pemilik Omuniuum, penggemar Bottlesmoker.

 

Maicih

Proudly Present

Bottlesmoker Concert

Theater Of Mind

28 Juli 2011

GK Dewi Asri – Kampus STSI

Jl. Buah Batu 212 Bandung

Band Pembuka : Teman Sebangku dan Pemandangan

Presale Tiket : IDR 20,000 + bonus Maicih bisa didapatkan di Omuniuum dan Screamous

 

Bottlesmoker dapat ditemukan di:

http://www.facebook.com/bottlesmoker http://www.myspace.com/bottlesmoker http://www.reverbnation.com/bottlesmoker http://amp.channelv.com/bottlesmoker http://www.ilike.com/artist/BottleSmoker http://www.last.fm/music/Bottlesmoker http://www.formspring.me/bottlesmoker

juga di:

OFFICIAL TWITTER http://www.twitter.com/bottlesmoker ————————————- ANGKUY http://www.twitter.com/angkuy

NOBIE http://www.twitter.com/nobiebottle ————————————- CONTACT PERSON Yulius Iskandar +628122385759, +622291350059 http://www.twitter.com/juliuzickboy

Berhubung Kak Katy Bon lagi sibuk mengasuh anak asuhannya yang banyak dan katanya mau menikah, kali ini rubrik review-nya Omu memanggil Kak Gendat alias Si Gendat yang baik hati dan tidak sombong, berambut sama-sama keriting kayak Kak Katy Bon, semoga reviewnya ngga’ sekusut rambutnya, yak daripada ngelantur mari kita baca reviewnya kali ini bicara tentang album barunya Thinking Straight.

Thinking Straight | The Opposite Of Ordinary
Linoleum Records | IDR 30,000

Pertama kali kalian mendengarkan nama band asal Depok ini, pasti akan terlintas bahwa band ini adalah band Hardcore Punk yang mengambil banyak pengaruh dari Youth Of Today. Yak, memang betul sekali bila kalian berpikir seperti itu. Sewaktu saya memasukkan CD mereka yg berjudul “The Opposite Of Ordinary”, awalnya saya berpikir “aahh palingan standar band2 HC Punk, dengan sound seadanya dan vokal yg melengking khas Ray Cappo”, apabila kalian punya pikiran sama seperti saya, sayangnya kalian salah besar, karena mereka berhasil merekam album ini dengan sound yg luar biasa, dengan kata lain Thinking Straight tidak seperti band2 HC Punk lokal kebanyakan yg merekam album mereka dengan konsep seadanya. Tidak banyak band HC Punk lokal yg bisa survive dan mengeluarkan album, tetapi Thinking Straight cukup dapat menepis anggapan itu terlebih mereka membawa bendera Straight Edge.

Dari segi sound dan musik, mereka berhasil membuat album HC Punk yg mantap, campuran nuansa HC Punk ala Youth Of Today ditambah sedikit sentuhan modern (yah sekitar 2000an lah) mampu membuat telinga kalian nyaman tapi sekaligus juga membuat ingin stage diving dan moshing bersama teman-teman, yeah! Haha!

Dari segi lirik, ada salah satu track yg berjudul Oath That Sets Me Free berbunyi addiction to poison, I choose to refuse.. Ini memperlihatkan bahwa mereka mengusung Straight Edge atau dengan kata lain menolak segala jenis “Drugs” semoga juga dapat memotivasi yg mendengarkan untuk bersikap positif dalam segala hal. Lalu di track The Opposite Of Ordinary mereka menawarkan musik tanpa vokal dgn kata lain hanya memakai instrumen saja, tetapi cukup ear catchy .. Kejutan terakhir muncul di track terakhir mereka membawakan cover song dari Chain Of Strength berjudul Never Understand.. Yah, tahu lah pasti band itu kalo kalian mendengarkan HC Punk 80an. Haha!

Dari segi packaging, sangat jarang band seperti ini membuat packaging yg cukup terkonsep, bahkan apabila kalian membuka kertas lipatan yg dimana terdapat lirik disitu dan apabila dibalik akan ada sebuah poster kecil yg bisa menghiasi kamar kalian.. Hehehe!

Jadi kesimpulannya menurut saya album ini adalah album yg hrs didengarkan dengan volume maksimal bersama teman-teman, pacar dan sanak keluarga.. Let’s go!  Mosh… Mosh.. Mosh.. Yeeaahhhh!

Eh, pesan sponsornya lupa. Ah, tapi kalian udah tahulah ya, belinya dimana. Silakan lari ke seberang Unpar Ciumbuleuit, ruko lantai 2 sebelah CK, ada toko kecil mungil berantakan tapi oke sekali nyelip di lantai 2.

Sampai jumpa lagi dengan Si Gendat!

 

P.S. Yah, begitulah review CD yang ditulis sama kak Gendat yang tampaknya lebih serius dari Kak Katy Bon   .. hihihi… Kalo ada yang mau kirim surat bertanya tentang tips dan trik menulis ala Kak Gendat bisa di imel ke order@omuniuum.net, nanti kami sampaikan. Eh, ya, pesen CD bisa via sms ke 087821836088 yaks! Oh, biar keliatan update dan eksis, jangan lupa follow kita di twitter ya, @omuniuum

 

Fully Booked

7-8 Juli 2011 15.00-22.00WIBBumi Sangkuriang Concordia Terrace Jl. Kiputih No.12 Bandung

‘Museum of Ourselves’

Pada dasarnya membuat buku hampir sama dengan tujuan berdirinya museum, yaitu membekukan sebuah momen, sebuah ide, pengetahuan, atau kisah, agar tercatatkan dan dapat dimaknai lagi oleh orang lain yang membacanya. Oleh sebab itu, tema eksibisi kali ini menyoroti kesempatan yang sesungguhnya dimiliki oleh semua orang untuk membuat museum sendiri, bagi dirinya secara individu maupun secara kolektif bersama dengan komunitasnya, dengan cara membuat buku.

Salah satu cara termudah yg kini dapat dilakukan adalah menerbitkannya sendiri tanpa bergantung pada persetujuan banyak pihak. Dengan semakin dekatnya jarak antara konsumen dan produsen (baca:printing company), maka banyak proses yang dahulu mesti dijembatani oleh penerbit dapat dipotong langsung oleh para penulis/penyusun buku. Masyarakat dapat bebas menyampaikan opininya tanpa sensor penerbit, melempar ide, bahkan membuang sampah dalam buku yang mereka terbitkan sendiri.

Namun, apa dampaknya terhadap kualitas materi bacaan yang dihasilkan? Apa bedanya buku yang diluncurkan sendiri dengan melalui institusi penerbitan? Bagaimana nasib para penerbit, baik yang besar maupun yang kecil, dengan maraknya fenomena self-publishing?

Eksibisi “Fully Booked -Museum of Ourselves” ini berusaha untuk merepresentasikan kesempatan setiap individu untuk melahirkan karya reproduski cetak berupa buku, dibalik carut marutnya dunia penerbitan, khususnya penerbit kecil/small presses, yang banyak terombang-ambing karena tarik-menarik antara idealisme dan pasar.

Pengunjung di acara ini akan diajak berkenalan dengan bermacam praktisi yang sudah biasa berkecimpung di dunia buku dan berdiskusi langsung dengan mereka. Bahkan, ada ‘zine cooking demo’ di mana audiens diminta untuk berpartisipasi‘memasak’ buku, sehingga akan pulang membawa zine buatannya sendiri. Publik tidak dikenakan biaya untuk masuk ke acara ini, namun diminta untuk membawa buku bekas yang kelak akan didonasikan kepada mereka yang lebih membutuhkannya.

ACARA:

MUSEUM GLOSSARY, FULLYBOOKED #00

ZINE COOKING DEMO with 15 Indonesian new emerging artists — PHOTOGRAPHY SHOWCASE:  Muhammad Asranur • Andryz Adisyahwarman • Happen Skate Magazine — CHILDREN BOOKS ILLUSTRATION: Ykha Amelz • Emte • EorG • Lidia Puspita • Ella Elviana — BOOK LAUNCH/TALKS: Maradilla Syachridar • Soeria Disastra • Else-Press • Omuniuum • Tobucil — SURFBOARD SHAPING DEMO: Lucas and Sons Surfboard • Goods. &… Tons of niceties!

— MUSIC & TUNES: SARASVATI • SIR DANDY • KATJIE PIERING • ANTO ARIEF • EGGA • HENDRA RNRM • MARAH • HAZAWUDE • LUKS • MARIN

— KONTRIBUTOR: Else-Press • Omuniuum • Tobucil • Develop • Unkl347 • Lucas and Sons Surfboards • Gusto • Happen Sk8 Magazine •

— MEDIA PARTNERS: OZ RADIO • PJTV • HARD ROCK FM • PRAMBORS • 99ERS • RASE FM • BELIA • DEATHROCKSTAR Organized by A.C.E