Preorder Tshirt Seringai

Berlaku mulai tanggal 20 – 27 April 2011

Harga 135,000 + bonus Kartu Pos Artwork Arian13 terbatas! [belum termasuk ongkos kirim]

Tersedia size S – M – L – XL – XXL – XXXL

Pemesanan melalui SMS ke 087821836088 | sertakan nama, alamat + pesanan dan sizenya

Pemesanan melalui Email ke omuniuum@gmail.com | nama + alamat + no hape + pesanan + sizenya

Pengiriman mulai tanggal 27 April dan sesudahnya jika pembayaran sudah dilakukan.

Sesudah tanggal 27 April harga berubah.

 

+ Omuniuum +

Ciumbuleuit 151 B lantai 2 Bandung 40141

ph. 022-2038279 – 087821836088

twitter : @omuniuum

w. http://omuniuum.net/

 

CLAPmusic Proudly Present:

‘TELEPATHY DREAMS’

Potluck Kitchen, Jl. H. Wasid 31 Bandung

30 April 2011 jam 19:00 WIB – selesai

Host by Duo Unyu ‘Niken Resti Pratiwi & Naluri Bella Wati

Ticket: PAY AS YOU WISH!

Event CLAPmusic kali ini bertemakan tentang pertunjukan musik yang mengajak kita semua untuk berimajinasi sekaligus menikmati sajian musik yang memiliki benang merah musik elektronik.

Seperti biasa, CLAPmusic selalu memfasilitasi musisi dari luar Indonesia untuk unjuk gigi di Indonesia, dan setiap eventnya akan dibuka oleh penampilan dari local-talent. Ada 5 band yang akan tampil di edisi kali ini, 1 dari Kuala Lumpur (Malaysia), 3 dari Bandung, dan 1 dari Jakarta.

***

FLICA (Malaysia)

Euseng Seto adalah dalang dari semuanya, ia adalah seorang seniman elektro-akustik dan desainer grafis yang tinggal di Kuala Lumpur, Malaysia, lahir pada tahun 1982. Setelah menyadari kebutuhan untuk mengeksplorasi lebih lanjut dan bereksperimen dengan gaya musiknya sendiri, Euseng Seto memulai Flica pada awal tahun 2007. Ia memproduksi album pertamanya, ‘Windvane & Windows’ yang menjadi salah satu album dengan penjualan teratas di jajaran rilisan album electronica di Jepang.

Mari dengarkan musiknya disini: http://www.myspace.com/flicasound

The Jakesperiment (Bandung)

The Jakesperiment adalah Dissa Kamajaya. Proyek ini adalah sebuah interpretasi dari eksperimental musik yang mengawinkan akar-akar musik post rock dan ambient yang akan membuat kegalauan semakin mengiba dan membawa anda seperti terjatuh di atas awan lalu tertidur lelap dan bermimpi indah.

Check it out: http://www.myspace.com/thejakesperiment

Space and Missile (Bandung)

Adalah Botfvck pada gitar & sequencer dan Tintus ada gitar & programs. Space and Missile banyak terpengaruh oleh Explotions in The Sky, Telefon tel Aviv, Flica, God is an Astronout, Mute Math, Ratatat. Ya, mereka mengusung aliran post rock instrumental.

Proses recording dan mixing lagu-lagu mereka dilakukan sendiri oleh para personil Space and Missile secara DIY ( Do It Your Self ) dengan menggunakan software dan hardware yang sederhana, tetapi tidak melupakan kualitas musik itu sendiri.

Teknik Bedroom music itulah yang membuat nyaman mereka untuk lebih bisa meng-explore kreatifitas dalam bermusik, sehingga berhasil merampungkan 4 lagu untuk mini album pertama Space and Missile yang berjudul “IT IS A SIGN OF INSANITY” dengan hit single nya berjudul “FREE” dan Single 2010 yang berisikan 2 track dan dirilis di web-blog www.spaceandmissile.tumblr.com

Asturiaz (Bandung)

Berdiri pada awal tahun 2005, beranggotakan Rizki Suciana (vocal & music programmer) dan Dimas Akhsin Azhar (guitar). Musik Asturiaz adalah musik electro downtempo yang cukup unik untuk scene musik cutting edge saat ini.

Mereka mengadopsi banyak elemen ke dalam musik mereka, mengharmonisasikan ritmik dan melodi dengan berbekalkan teori harmoni musik yang mereka pelajari. Nuansa musik Asturiaz berlainan dari lagu ke lagunya, dari suasana ceria, terang, bahagia, sedih, pesimis sampai keputus-asaan, semuanya mereka gambarkan di musik mereka.

Sampai saat ini Asturiaz belum memiliki album penuh ataupun EP. Namun lagu-lagu mereka sudah tersebar di internet, cukup banyak blog-blog yang membagikan musik mereka secara cuma-cuma seperti www.thesirenssound.com, www.indieshow.biz dan www.thebastardsofyoung.com . Mereka juga sudah mengikuti beberapa kompilasi netlabel, yang tentu saja gratis di unduh oleh siapa pun.

Everyday Sight (Jakarta)

Ini adalah solo project dari Juann Neli yang terbentuk di Jakarta pada pertengahan Agustus 2010. Juann lahir di Jakarta pada tanggal 14 September 1995. Ia mulai membuat lagu di kamarnya dengan nada-nada yang sederhana yang dihasilkan dari laptopnya. Awal September 2010 ia mengupload lagu pertamanya yang berjudul “For All Living” dan membagikannya secara gratis di internet. Ia mendapat inspirasinya dari banyak band diantaranya Bottlesmoker, Siguros, Piana, Flica, First Aid Kit, Rist, Radical Face, The American Dollar, I am robot and proud, Delphic, Radiohead dan masih banyak lagi.

Bila berkenan, silahkan berkunjung kesini: http://www.myspace.com/everydaysight

***

Supported by:

POTLUCK Kitchen – OUVAL RESEARCH – ROCKMEN INSD – DEMAKHOUSE

Media Partner:

99ers Radio – Oz Radio – Global Radio – Deathrockstar – Suave Magz – Scool Magz – Provoke! Magz – Uncluster – MusicBandung – Gigsplay – infobdg – indiebandung.com – wastedrockers – PR Belia – HAI Online – Cucokrowo Mekgejin – FORMagz – ZiggieWiggy STV – Omuniuum – Radiologia CommonRoom

Info:

Yulius Iskandar

+628122385759 – +6287867823369

www.twitter.com/clapmusic

 

Bandung, Dago Tea House, 14 April 2011 (mungkin Kamis Kliwon, horror!)

Akhahahaha, sialan, saya dituding semakin serius! Baiklah, supaya ga terlalu serius saya keluar dari kubikel saya di Omuniuum (#desasdesusOmu Omuniuum jadi kantor). Langsung beralih dari Ciumbeleuit yang hokinya bagus, saya tiger sprong dua kali dan berguling rol depan satu kali, sampailah di Dago Tea House, kamis malam 14 April kemarin, menyambangi konser tunggal Sarasvati yang juragan tiketnya Omuniuum (#desasdesusOmu Omuniuum is the new Ibu Dibyo). Mendaki gunung, lewati lembah, sungai mengalir indah, karena hujan DERASS hey, saudarasaudara, menjelang konser dimulai.

Sesampainya di venue, perhatian saya langsung tersita oleh seonggok booth yang di dalamnya ada tempat tidur rumah sakit dan boneka human size yang dibakar dan apinya menyala-nyala tidak kunjung padam. Edan..horror..dan akan semakin intens seiring berjalannya masuk ke venue konser. Disambut dengan karpet merah, mba mba berkemeja putih gombrong dan pants yang super hot PLUS stiletto. Horor bukaan..hmm. Tapi sebenernya maksud saya bukan itu, semakin masuk, penonton akan semakin dibangun sense horror nya dengan properti khas horror, seperti kaca dengan bingkai ukir kayu, bangku kayu usang yang kosong, boneka vodoo, ga cuma itu, ada banyak orang-orang yang sungguh berdedikasi pada perannya sebagai hantu. Bahkan ada non panitia dan non performer yang ikutan mejeng jadi hantu! Sungguh berdedikasi.

Jam setengah delapan, kurang lebih, Risa menaiki panggung dan membuka konser tunggal nya dengan Fighting Club, dilanjut dengan Cut and Paste. Saya yang terburu-buru masuk dengan sepatu basah, kaki dingin, karena konser sudah dimulai, ga sempet kebagian lagu pertama dan kedua. Begitu saya masuk, yang sedang dinyanyikan adalah Question dan Oh I Never Know. Begitu denger saya langsung suka lagu ini. Lagu cinta. Haha. Nah, yang seru nya, setiap penonton konser diberi sebuah booklet cantik yang isinya narasi dari lagu-lagu Sarasvati yang dibawakan malam itu. Saya pun membaca kisah lagu ini..ternyata..semakin suka..ha ha, lagu cinta nya manis tapi tragis.

Yang seru lagi dari konser Sarasvati malam itu, mereka tidak hanya membawakan lagu-lagu Sarasvati di album Story of Peter, tapi juga membawakan lagu lain yang dirasa bagus dan inspiratif. Lagu kelima dibawakan: Melati Suci nya Guruh Soekarnoputra yang dulu dibawakan Tika Bisono. Ohh..hati saya drop sejenak. Dari dulu, suka sekali lagu ini..cita-cita saya bisa menyanyikan lagu ini untuk banyak orang! Dibawakan dengan manis, dan dilanjut dengan Bilur! Ha ha. Langsung orangorang di kanan kiri depan belakang saya mulai kasak-kusuk menceritakan pengalaman “unik” mereka sendiri atau teman-temannya bersangkutan dengan lagu Bilur ini. Risa juga sempat menyatakan opini beberapa fans nya yang tiba-tiba suka mendengar Bilur terputar dengan sendirinya di laptop mereka. Terlepas dari aura mistis dan horror nya, Bilur itu lagu yang cantik, kental dengan nuansa etnik Sunda, tidak hanya musik dan lirik, sekaligus ada part yang dinyanyikan pesinden asli dengan cengkoknya yang khas. Cantik sekali, tapi ceritanya sedih..mengisahkan seorang biduanita yang pada masa jayanya tidak cukup bijak mendengarkan nasihat ibunya, ia memperjuangkan apa yang disebutnya pada masa itu “cinta”..sayang nasib baik tidak berpihak padanya. Lagu ini mengisahkan penyesalannya karena sampai mati pun ia masih menderita.

Konser berjalan seperempat, Sarasvati membawakan lagu selanjutnya. Kembali keluar dari album, kali ini mereka membawakan Melati Putih, lagu dari Abah Iwan. Lagu selanjutnya, dibuka oleh sembilan orang dalam satu kelompok Taishogoto, alat musik Jepang. Seperti kecapi tapi ada tuts nya. Mereka memainkan sebuah intro yang akrab sekali di telinga. Saya rasa setiap anak di dalam teater tertutup Dago Tea House malam itu pasti sedang me-recall memorinya saat intro itu dimainkan..tidak lama mulai ada bisik-bisik, “Surya Tenggelam..”. Yak, Risa kembali membuat saya terhenyak, Kala Sang Surya Tenggelam yang dipopulerkan Chrisye dibawakannya malam itu, dibuka dengan alunan kecapi jepang pula! Ahey, syahdu sekali malam itu. Panggung kemudian berpindah fokus pada Karinding Attack. Selesai mereka beraksi, Vicky dari Burger Kill masuk dan membuka lagu selanjutnya, Tiga Titik Hitam. Yup, lagu selanjutnya adalah Tiga Titik Hitam yang dibawakan Sarasvati featuring Vicky, lead vocalist Burger Kill. Perjalanan dan Gloomy Sunday kemudian menyusul. Sepanjang lagu, suara burung tadahasih yang sekilas seperti suara perempuan mengikik tinggi terdengar beberapa kali menyelip. Horror. Sebelum konser berlanjut ke lagu selanjutnya, di jeda dengan sebuah tayangan di screen kanan dan kiri panggung. Potongan-potongan film. Film apakah? Kabayan. Potongan-potongan adegan di film Kang Ibing itu membuat para penonton tersenyum pada awalnya, mengingatkan pada rekaman-rekaman radio show Kabayan yang sempat beredar dalam bentuk mp3. Namun suasana hereuy itu tidak lama..ternyata temanteman Sarasvati ingin mendedikasikan sebentuk penghargaan pada Kang Ibing dan Kabayan-nya, karena ialah pahlawan kebudayaan masyarakat Jawa Barat, kebudayaan Sunda. Kepolosannya, kejujurannya, kebodorannya..lagu Gugur Bunga pun mengalun megah diiringi Bohemian Orchestra. “Betapa hatiku, takkan pilu, telah gugur pahlawanku..” medley dengan Syukur, dan kembali pada Gugur Bunga..yang ternyata di tengah-tengah lagu Cholil dari Efek Rumah Kaca memunculkan dirinya. Penonton heboh. Sayang sungguh sayang, performa Cholil malam itu tidak maksimal. Beberapa kali ia tampak ragu pada lirik, yang membuat suaranya yang khas, dan kalau lancer akan menambahkan suasana syahdu dalam lagu itu, tidak muncul.

Penghujung konser sudah dekat, Sarasvati membawakan lagu barunya. Sebelum lagu ini dimainkan, Risa mengutarakan niatnya untuk kembali berkarya dan menulis lagu, dan menelurkan album lagi. Aku dan Buih, lagu baru ini dinyanyikan oleh segenap musisi pendukung band Sarasvati pada awalnya..Risa kemudian mengenalkan personel-personel pendukung band, ditutup dengan menyanyi bersama. Lagu terakhir, lagu penutup konser tunggal Mancawarna malam itu, lagu yang memang sudah ditunggu-tunggu sebagian besar penonton, dibuka oleh lagu internasional rasa tradisional ber-lirik sunda, Boneka Abdi, dengan video pendek di screen kanan kiri yang berhasil membuat beberapa penonton berteriak kaget..juga orang-orang berpakaian putih yang datang di tengah-tengah penonton, membelah keramaian penonton dengan muka datar tegang setengah melotot. Kurang lebih sepuluh sampai empat belas orang. Perlahan mereka menuruni amphitheater menuju bawah panggung..dan lagu Story of Peter pun dibawakan..dan KEJUTAN! Si anak bule yang selama ini terpampang di album Sarasvati hadir dan menari-nari di panggung.

Konser pun ditutup dengan riuh rendah, ramai dan menyenangkan, walau atmosfer horror itu masih tetap dibangun. Yah, sekianlah konser Mancawarna pun berakhir, seperti hujan di luar amphitheater. Meninggalkan tanah yang basah, seperti konser ini meninggalkan kesan bagi setiap pengunjung malam itu, saya yakin. Worth to Watch, karena kamu mendapatkan yang tidak bisa kamu dapatkan di CD. Yah, tapi kalau kamu menyesal kemarin tidak sempat menonton, minimal kamu bisa beli CD nya lah..dimana lagi kalau bukan di Omuniuum, jalan Ciumbeleuit, depan Unpar lantai 2. Datangi saja toko yang paling banyak dan beranekariamacam barang-barangnya. Yang sekarang selain jadi toko juga jadi kantor serius (isu 1), mungkin sebentar lagi bertransformasi jadi agen tiket Ibu Dibyo (Isu 2). Hehe. Yuk ah, akhir kata, jangan lupa bilang punten dan terimakasih.. dimanapun kamu berada! C u, not in I.C.U!

 

* Begitulah oleh-oleh Kak Katy Bon dari menonton konser Mancawarna Sarasvati. Seluruh Kru Omuniuum tentunya mengucapkan banyak terimakasih kepada Sarasvati, Aikon dan Djarum Super  yang mempercayakan penjualan tiket presale dan membebaskan Omuniuum berkreasi sedikit bikin stand merchandise. Tidak lupa tentunya buat kalian yang malam itu menembus hujan deras demi menonton konser. Tanpa kalian semua kami bukan apa-apa. :)

Oya, foto-foto lain bisa dilihat di : Facebook page [seluruh foto oleh : http://www.facebook.com/nasrul.akbar | @rabkalursan ]

Liga Musik Nasional

RAJASINGA KELELAWAR MALAM VROSK RENEO CAFE |Jl. Bukit Jarian no. 36 (belakang Unpar Ciumbuleuit)

Friday, April 15 | 6:00pm – 10:30pm

HTM IDR 20,000 | Tiket bisa dibeli di Omuniuum

RAJASINGA

Genre: Black Metal / Death Metal / Grindcore | Location bandung|Website myspace.com/grindcoresinga |Record Label Straineyes Productions

Kelelawar Malam

Genre: Metal / Punk | Location Lorong Gelap Jakarta | Website myspace.com/kelelawarmalam | Record Label Jenggo Records | YesNoWave | Cactus Records

Vrosk

Genre: Sludge/Doom  | Location Bandung

 

*Jangan lupa membawa uang bekal untuk membeli CD dan merchandise di venue! *

 

 

Leonardo | The Sun | Buttonijo / Demajors | IDR 30,000

Sekilas melihat cover album Leonardo yang catchy, saya mengharapkan akan mendapati jazzy-like music, tapi ternyata saya salah, haha. Tidak lama setelah CD masuk player terdengarlah sebuah lagu yang begitu masuk intro langsung mengingatkan saya pada lagu-lagu band indie pop Inggris era 80 awal. Intro Insecure terdengar lawas dengan vokal yang rendah dan berat.

Saya pikir satu album akan setipe ini, ternyata saya salah lagi. Wondrous Sky masuk lebih tenang dan mendayu, soothing and easy. Lights Over Me lebih terdengar country lengkap dengan genjrengan gitar a la Sheryl Crow. Nama Kartika Jahja menjamin lagu ini mendapat dukungan vokal yang kuat dan berkarakter. Sampai lagu ketiga ini, saya jadi tidak berani menduga-duga lagu selanjutnya akan seperti apa, dan menunggu saja ia  berputar dan mengungkap diri dengan sendirinya.

A Sad Man Belong In Corner terasa lebih balad dengan iringan akustik gitar dan sisipan siul. Cocok dengan judulnya, terdengar seperti seseorang yang spontan menciptakan lagu dan menyanyi untuk teman-temannya, menceritakan sedih yang dirasakan. Happy Suffering Song kemudian mengalun, menjanjikan keramaian dan keceriaan lebih, dengan eksplorasi bebunyian yang keluar dari mulut, choir, gitar, dan perkusi.  Lagu ini pun berlalu singkat. Blatant dibuka dengan suara rendah dan berat Leonardo. Lagi-lagi saya mendapat kesan cowboy yang bermusik dalam bar saloon lengkap dengan boots dan jeans belel, mengembalikan ingatan saya akan iklan komersial mustang, ha ha. Lagu  ini asik, Leonardo maupun Melanie Wilson (Lani Leyli) sebagai guest vocal terdengar  sangat menikmati dan lepas. Liriknya juga asik, “I believe the government, they will always be there..and I’m a fucking liar..” ha ha. Midnight Hooray, yang seperti judulnya, lagunya “hore”. Leonardo yang adalah juga drummer/vocalist/guitarist dari Zeke and The Popo membuat saya paham saat lagu ini mengingatkan saya pada “Mighty Love” nya ZATPP.

Tequila Lullaby sedih mengalun dengan dentingan piano yang minor. Leonardo membagikan banyak hal di album ini, bukan hanya jumlah tracks yang royal dan acuan musikalitas yang bervariasi, tapi juga cerita. Marah, kecewa, senang, sedih. Seperti pada Dawn, yang terasa megah dengan tambahan instrumen biola walau mood nya masih juga turun. Seconds to a Minute, lagu yang menurut saya bagus tapi sayangnya karakter vokal Leonardo kurang pas dan membuat lagu ini jadi kurang catchy. The Sun mengalun dengan iringan biola solo yang terasa oriental, yang lagi-lagi sayangnya dengan suara rendah Leonardo, lagu ini masih terasa kurang “menarik” kuping saya yang awam.  Akhir paragraf, akhir album, inilah lagu penutup, Something Between My Room and Yours. Dari keseluruhan satu album, lagu ini yang paling menarik perhatian saya sedari awal CD ini berputar. Semakin di dengar, saya semakin suka. Diawali dengan efek suara pemantik dan rokok yang terbakar dan dihisap, lalu vokal Leonardo yang bernyanyi tipis pada nada tinggi. Awalnya hanya diiringi petikan gitar yang sederhana, tapi tunggu dulu.. setelah itu masuk guest vocal Mian Tiara yang jazzy dan perkusi serta akordeon yang membuat lagu ini terdengar seksi dan soothing. Sungguh, lagu ini enak sekali!

Yak, akhir kata, album ini bisa kamu beli di you-know-where-dimana-lagi-kalo-bukan-di Omuniuum. Belilah album ini kalau kamu sudah mulai bosan dengan musik yang begitubegitu saja, mulai kekurangan referensi, atau mulai kebanyakan nonton acara musik pagi di televisi. Bener deh. Album ini refreshing dan kaya akan eksplorasi bermusiknya seorang Leonardo, yang ternyata sudah delapan belas tahun menjadi musisi dan berkontribusi dalam banyak album, sebelum akhirnya album solo ini lahir. Tempting, eh?

 

P.S. Review Kak Katy Bon ini makin lama makin serius ya, kurang seru nih.. hihihi.. Kalo ada yang mau kirim surat cinta untuk Kak Katy Bon bisa di imel ke order@omuniuum.net, nanti kami sampaikan. Eh, pesen CD bisa via sms ke 087821836088 yaks! Oh, biar keliatan update dan eksis, jangan lupa mention kita di twitter ya, @omuniuum atau @itbo

Konser Mancawarna Sarasvati Kamis, 14 April 2011 (19:00-end) Teater Tertutup Dago Tea House, Bandung Tiket : Rp 30.000 (Terbatas)

Tiket bisa didapatkan di Omunium Jl Ciumbuleuit No 151B lt.2 Bandung Tlf 022-2038279 / 087821836088 Mulai 7 April -13 April 2011 -Dago Tea House Mulai 14 April 2011 [Penjualan tiket di venue mulai jam 14.00 WIB. Open Gate 17.30 WIB ]

*Jangan lupa membawa uang bekal untuk membeli CD dan merchandise di venue! *

Dalam berbagai kepercayaan di seluruh dunia, diyakini bahwa alam semesta ini berawal dari ketiadaan, satu ruang hampa (void space) yang dihuni kegelapan, tanpa cahaya. Dari kehampaan tersebut lahirlah cahaya kehidupan, warna putih terang yang melahirkan beragam unsur kehidupan utama, yaitu Bayu (Angin), Pratiwi (Bumi/tanah), Agni (Api), dan Ap (Air).

Itulah mancawarna. Cahaya berwarna-warni yang juga menggambarkan cahaya yang menunjukkan lebih dari satu warna. Dalam bahasa sains kita mengenal istilah cahaya polikromatik, yaitu radiasi cahaya yang mengandung lebih dari satu panjang gelombang.Unsur-unsur kehidupan yang lahir dari mancawarna, diwakili oleh beragam warna. Bayu, diwakili oleh warna kuning, Pratiwi cokelat dan hijau, Agni dengan merah, serta Air oleh warna Biru. Seluruh warna kehidupan inilah yang membuat kehidupan menjadi ada, dan keberadaan semua unsur tersebut adalah satu hal yang musykil tanpa adanya mancawarna.

Filosofi mancawarna-lah yang menjadi jiwa dari konser “Mancawarna Sarasvati“. Musik Sarasvati yang selama ini diidentikkan dengan unsur kegelapan, kali ini menyajikan beragam warna yang mewakili berbagai pengaruh musikal. Ya, Mancawarna Sarasvati adalah kilauan-kilauan ragam warna kehidupan yang disajikan melalui nafas musik. Bak larikan cahaya putih, sumber kehidupan yang menyinari kelamnya kehampaan yang menghasilkan beragam warna (baca: unsur) kehidupan.Mancawarna Sarasvati adalah serangkaian warna musik yang beragam, mewakili berbagai unsur-unsur musik yang telah memberikan pengaruh terhadap warna musik Sarasvati. Nafas musik khas Sunda, pengaruh musik elektronik, kecintaan Risa Saraswati terhadap lagu-lagu perjuangan dan lagu pop legendaris Indonesia, ketertarikan terhadap musik-musik baru dan instrumen musik tradisional lokal dan manca negara, serta gairah atas iringan orkestrasi nan megah. Semuanya terangkai dalam gelaran Konser Mancawarna Sarasvati. Sebuah konser musikal yang tidak sekedar memberikan sajian musik semata, namun beragam ekspresi seni yang mendukungnya. Sajian tarian khas Sunda, penampilan teatrikal dari para pelakonnya, serta beragam pengalaman estetis yang harus dinikmati sendiri.

Hari ini, Kamis (14/4), dengan dukungan AIKON CREATIVE EXPERT sebagai penyelenggara acara serta support penuh dari DJARUM SUPER, kami dari Sarasvati, mengajak Anda untuk menikmati Konser Mancawarna Sarasvati yang kaya warna.

______________________________________

Main Vocal : Risa Saraswati

Band : Egi Anggara “Cherry Bombshell” (guitar), Hinhin “Beside” (guitar, main arranger), Dimas Ario “Ballads of The Cliche” (bass), Ferry Nurhayat (keys), Yunita Rachman (keys), Riana Rizki (keys), Sheryta Arsalia “These ‘R Fake” (drums), Tengku Irfansyah (sequencer).

Backing Vocal : Marshela Shafira, Diantra Irawan of Hollywood Nobody

Guest Vocal : Vicky “Burgerkill”, Cholil “Efek Rumah Kaca”, Muhammad Tulus, Ida Widawati (sinden).

Mini Orchestra by Bohemian Ensemble

Karinding by Karinding attack

Taisho Goto by Hima Sastra Jepang Universitas Pendidikan Indonesia

Theatrical Performance by Apostrophe Theatre Sastra Prancis universitas Padjadjaran.

Sundanese Dance by STSI Bandung

Drama by Alison Thackray and Son

Cosplay by Fajar Abadi

Sarasvati adalah proyek musikal dari Risa Saraswati, singer/songwriter asal Bandung, dibantu oleh sejumlah musisi scene Indie Bandung dan Jakarta. Dibantu Egi Anggara “Cherry Bombshell”, sebagai produser utama, Sarasvati telah merilis EP bertajuk “Story of Peter” pada Juli 2010. EP ini meraih peringkat keempat dalam “20 album terbaik 2010” versi majalah Rolling Stones Indonesia. Kiprah Sarasvati sudah mulai merambah dunia mancanegara lewat penampilannya dalam ajang Mosaic Music Festival pada Maret 2011.

Untuk keterangan dan informasi lebih lanjut berkenaan acara dan Sarasvati, silakan menghubungi:Syauqy, Sarasvati Management (+628122025697; syauqylukman@gmail.com) – Tanya, AIKON Creative Expert (+628122021355; tanyaaaish@yahoo.com