I Maret 2005, ketika itu Minor Books baru merintis penerbitan buku dengan debutnya Tiga Angka Enam karya Addy Gembel.. Untuk itu, saya meminta bantuan Ivan menggoreskan ilustrasi-ilustrasinya bagi cerpen-cerpen Addy Gembel. Ivan dipilih karena saya tau banget kalau karya-karya freehandnya pol! Selain itu, ia kawan Gembel sejak abg dan tau banget karakter Gembel. Ivan tak menyanggupi, karena saat itu ia sedang sibuk menggarap Beyond Coma and Despair. Tapi tak juga menolak. Ia bilang akan mencobanya dan baru menyelesaikan satu rancangan untuk cerpen “Republik Bintang Tengkorak”. Ketika Ivan memang tak bisa menyelesaikan ilustrasi-ilustrasinya, lini ilustrasi untuk Tiga Angka Enam langsung ditangani Bob-Yudo—sang penggila freehand dan desain gothic—yang gambarnya tak kalah mantap. Ivan memang tak jadi bekerja sama, namun selama proses penggarapan Tiga Angka Enam, saya melihat minatnya yang besar di bidang penulisan dan penerbitan. Ia memelihara harapan besar untuk menuliskan sebuah buku mengenai lirik-lirik yang ia buat. Mirip buku lirik The Beatles : lirik dimuat, lantas ada keterangan siapa yang bikin, kapan, pas dalam kondisi gimana, nyeritain apa, dll. Pada kelanjutannya, seiring dengan percakapan kami di kamar Ivan-Mery dikawani minuman-minuman ringan dan musik-musik keras, ide itu berkembang semakin liar. Ivan ingin menuliskan sejarah Burgerkill, band yang telah membesarkannya, membesarkan komunitas Ujungberung Rebels, semakin mengangkat nama Bandung sebagai barometer musik Indonesia, sekaligus band metal pertama yang menjebol label besar, kemudian berani meninggalkan label raksasa itu demi mengejar idealismenya yang semakin menggebu, serta seabrek pencapaian yang baginya sendiri-dan juga jelas buat kita-sangat fenomenal. Untuk itu, Ivan meminta saya membantunya dalam proses penulisan sejarah Burgerkill. Saya menyanggupinya. Dan sepertinya, Ivan sangat serius dengan ambisinya. Dalam beberapa buku catatan hariannya, ia menuliskan corat-coret kerangka utama sejarah Burgerkill yang akan ia tuliskan. Saya sendiri sangat percaya akan kepandaian Ivan dalam menyusun sebuah rancangan naskah. Karenanya, saya memutuskan untuk menunggu Ivan menyelesaikan rancangannya sebelum kepenulisan buku itu digarap bersama-sama. Namun, cita-cita adalah cita-cita. Belum selesai Ivan merampungkan rancangannya, ia keburu dipanggil oleh-Nya. Saya sangat terpukul. Saya merasakan ada satu hal di antara kami yang belum usai. Maka, di detik-detik terakhir hidup Ivan, saya membisikkan sebuah janji di telinga Ivan :”Van, ku aing béréskeun kahayang manéh! Ku aing tuliskeun biografi si Bé-Ka téh! Ku sorangan Van! Manéh boga lakonna!” Maka inilah janji itu. Sebuah biografi Ivan, Myself : Scumbag Beyond Life and Death. Saya begitu lelah mengerjakannya. Tapi saya juga begitu ngotot menyelesaikannya sampai saya tidak peduli dengan letih itu. Mungkin karena sebenarnya saya tidak sendiri mengerjakannya. Saya dibantu Ivan ‘dari sana’ dalam menuangkan segala kisah dalam biografi ini.

II

November 2006. Bangkit dari shock akibat meninggalnya Ivan ternyata tak segampang yang saya kira. Tak ada yang mudah menyadari orang yang sangat dekat dengan kita telah tiada. Berat dan menyakitkan. Di atas segalanya, mengumpulkan keberanian dalam menuliskan biografi ini adalah proses paling berat yang saya rasakan. Betapa tidak, tokoh yang saya tulis adalah kawan saya, saudara di jalanan yang membangun sebuah komunitas dan scene bersama-sama, sekaligus orang besar yang tetap membumi di tengah kebesarannya. Kami memiliki begitu banyak kenangan terbaik dan terburuk bersama yang kadang begitu sulit saya ungkapkan. Kisah hidupnya yang keras membuat miris dan kadang saya tak berani berempati kepadanya. Namun saya ngotot. Maka semua berkas yang saya kumpulkan beberapa hari setelah Ivan meninggal dari Mery dan Jimbo mulai saya telaah. Sekali lagi ini bukan sebuah pekerjaan yang gampang karena ketika membaca kata-demi kata dalam syair, puisi, atau goresan gambarnya, Ivan bagai mau menyeret saya agar ikut merasakan betapa gila emosi sepanjang hidupnya. Dan betapa emosi ini menyiksanya seumur hidup, Tapi di sisi lain, mengangkat derajatnya sebagai seniman papan atas karena justru yang emosional inilah curahan hidupnya, kejujuran, dan ekspresi dirinya. Saya juga membongkar kembali dus-dus berisi foto-foto dan buku-buku harian tebal yang sering kami—saya, Ivan dan kawan-kawan Ujungberung Rebels—tulisi bersama sejak masa putih abu hingga tahun 2001an. Januari 2007 saya mulai menulis. Awalnya saya targetkan terbit April untuk mengejar ulang tahun Ivan tanggal 19 hingga buku yang bagi saya personal ini semakin personal. Tapi sekali lagi, bukan hal mudah meyelami gejolak jiwa Ivan. Saya jadi banyak sakit sendiri dan terbawa-bawa emosional dalam menuliskannya. Kadang saya berhenti di tengah penulisan yang bergejolak dengan napas terengah-engah lelah, atau tanpa sadar air mata menetes. Saat itulah saya harus berhenti. Biasanya saya pergi ke gunung dulu sebelum kembali dapat mengumpulkan energi, keberanian, kengototan saya. Terima kasih kepada kawan-kawan yang mendampingi saya kemping selama penulisan buku ini. Buku ini awalnya saya rancang tujuh bab. Pada kelanjutannya satu bab berjudul ”Jatinangor Blues, Purnawarman Fever” saya pecah menjadi tiga bab : “Tattoed Everything”, mengisahkan meninggalnya ayah Ivan, “Jatinangor Blues, Dua Sisi”, mengisahkan masa kuliah Ivan dan album Dua Sisi, dan “Purnawarman Fever”, mengisahkan Ivan ketika di Purnawarman. Pemecahan ini karena saya rasakan kurangnya eksplanasi histories dan pendekatan psikologis yang saya bangun sehingga hasil penulisan terasa datar. Saya juga kemudian menambahkan satu bab pendek sebagai penutup. Bagian yang sulit dari buku ini adalah menuliskan bab pertama, bab “Berkarat”, “Beyond Coma and Despair”, dan “The End”. Hal ini karena sulitnya saya berempati atas gaya hidup Ivan yang tidak jelas, penuh diwarnai gejolak emosi yang tidak stabil, penggunaan drugs yang berlebihan, serta penyakit yang mendera tubuh dan jiwanya. Namun di atas segalanya, bagian tersulit dalam penulisan buku ini adalah bagian “The End” yang mengisahkan awal jatuhnya kondisi Ivan hingga ia meninggal. Bab ini tak sebanyak bab-bab yang lain tapi melibatkan emosi yang dalam di jiwa saya. Sering saya tak kuat dan berhenti menulis. Lalu saya teruskan lagi sedikit, lalu berhenti lagi. Lebih dari dua bulan saya bereskan bab ini, walau Mery yang berada di samping Ivan selama masa ini hingga akhir hidupnya, begitu banyak membantu saya, bahkan menuliskan kesan-kesannya agar saya jauh lebih mudah mengolah kata-kata. Kendala saya adalah saya tak sanggup menggambarkan kesakitan Ivan dengan kata-kata. Sepertinya tak ada kata-kata yang dapat mewakili perasaan Ivan dan saya mentok. Saya yang semakin tak sangggup akhirnya hanya mengcopy-pastekan saja tulisan Mery. Dan itu menurut saya lebih mewakili semua tulisan yang saya rangkai. Bab lain yang tak kalah sulit adalah bab pertama. Bab ini baru selesai saya tulis setelah dummy pertama beres diedit oleh Ojel, editor saya. Saya menulisnya secara spontan dalam waktu kurang dari setengah jam. Saya tak mau mengulang-ulang lagi dan hasil tulisan saya untuk bab satu tak pernah saya lihat lagi. Saya, dalam hal ini percaya sebuah spontanitas. Begitu pula bab terakhir. Saya menuliskannya lebih singkat. Mungkin hanya sepuluh menit, ketika semua bab telah usai dilayout oleh Popup. Sekali lagi, saya percaya dengan spontanitas.

halo, yups, ada lagi merchandise dari band kesayanganmu, ada seringai yang ngeluarin lagi tshirt ‘evil’ dan ‘joker’ dan sweater ‘octane’, ada pure saturday dengan ‘jejak dan arah’ [siapa tau ada yang belum kebagian] dan ‘lamp’, juga ada yang baru dari extreme decay dan dead pits. silakan yang mau pesan, seperti biasa, kirim pesanannya [nama, alamat, telepon, design & size] via email ke omuniuum@gmail.com / order@omuniuum.net atau yang udah biasa pesan, silakan sms nomer saya seperti biasa.

ditunggu ordernya. yukmariiiii…

THE S.I.G.I.T Live perform @SXSW Texas 2009 18 March 2009 THE S.I.G.I.T featured in SxSW Festival Texas 2009, check it http://sxsw.com/music/shows/bands

and also featured in sonicbids, http://www.sonicbids.com/epk/epk.aspx?epk_id=121895

BEWARE FOR THE UPCOMING ALBUM AND VIDEO CLIP BY THE S.I.G.I.T! happy news for insurgent army in Semarang, Jogja, Solo, Surabaya, Malang, Bali, Jakarta, and Bandung, because THE SIGIT will held THE SIGIT JAVA TOUR 2009 in upcoming months

POLYESTER EMBASSY Check it out our trial website http://www.polyesterembassy.com/ “For now we only have my space” is an URL link…..

HOMOGENIC Still Progressing Their 3rd album, released at February 2009

MOCCA Live Perform @ Mosaic Music Festival Singapore 15-22 March 2009

RNRM on progress 2nd album

HOLLYWOOD NOBODY on progress debut album had a new member, Zara Medina Avisenna Hasibuan!congrats Dian and Ikrar, hope will be a nice girl in the family

regards, FFWD RECORDS

Hm. kali ini ada yang baru dari label love/merchandise conspiracy, ada seringai, jasad dan juga polyester embassy trus juga ada kaos koil ‘kenyataan dalam dunia fantasi’ yang dibuat oleh label deluciva kepunyaannya lusimers.

selain itu ada juga keluaran baru dari god.inc, berupa celana, jaket dan kubik ‘generator’. tambahannya, ada juga dari label obscene dengan ciri khas desainnya yang kelam dan gelap.

silakan yang mau pesan, seperti biasa, kirim pesanannya [nama, alamat, telepon, design & size] via email ke omuniuum@gmail.com / order@omuniuum.net atau yang udah biasa pesan, silakan sms nomer saya seperti biasa. ditunggu ya, ordernya. yukmariiiii…

Venue: Bulungan Outdoor Tanggal : 25 January 2009 Dari jam  10 pagi – selesai  Tiket : Rp.20.000 

Penampil : Noxa, ROXX, Netral, JPI Trio (J. Paul Ivan & friends), Seringai, Burgerkill, Purgatory, The Upstairs, The Brandals, Dead Vertical, Steven & Coconut Trees, Superglad, Komunal, Flowers, Deadsquad, Trauma, Angel of Death, Funeral Inception, Getah, Dreamer, Thrashline, Valiant, Gelap, Papergangster, Divine, Thinking Straight, 2000 Volt, 13th day before suicide, Friends of Mine, Alien Sick, Besok Bubar, Martyria, Incastory, UFO, Vision Eyes, MC : Ari Dagienk & Fadil  – supported by : Dapurletter.com, CSA Records dan Rolling Stones Magazine Indonesia

Yap, ini hanya sebagian, berhubung banyak, diurut secara abjad, campur antara fiksi dan nonfiksi. semoga tidak bingung. untuk harga rata-rata antara 40ribu sampe lupa sampe sekitar berapa. silakan email ke omuniuum@gmail.com untuk bertanya harga dan sms untuk yang udah punya nomer hape yang punya. semoga hari-hari kita selalu menyenangkan!

• 2001 A Space Odyssey – Arthur C.Clarke • 4th Of July – James Patterson • A Brief History Of Time – The Update And Expanded Tenth Anniversary Edition – Stephen Hawking • A Common Life – The Wedding Story – Jan Karon • A Series Of Unfortunate Events – The Grim Grotto – Lemony Snicket • A Series Of Unfortunate Events – The Vile Village – Lemony Snicket • A Study In Scarlet – Sir Arthur Conan Doyle • A Walk To Remember – Nicholas Sparks

Glory of Love diambil dari judul lagu band New Found Glory, terbentuk pada awal tahun 2002, karena memilliki hobi yang sama yaitu bermain skateboard.dan mempunyai selera musik yang sama.

Player Glory of Love :

– Ivan : Lead Vocals dan Guitar

– Sui : Lead Guitar

– Herli : Bass dan Backing Vocals

– Boriz : Drums

+ ada beberapa dvd yang sudah mulai bisa dipesan online, nanti akan terus bertambah judulnya.

harap diperhatikan kalau dvd ini non original alias bukan asli makanya harganya hanya 40ribu – 80ribu.

ini dia beberapa judul dvdnya yak.

Bullet for My Valentine Brixton - IDR 40,000 Bjork - Inside Bjork - IDr 40,000 Beatles Anthology Special Feat - IDR 40,000 The Zen Of Sreaming - IDR 40,000

+ ini kaos jav dipake ma jav.

buat yang mau kaosnya, baru datang lagi stoknya, masih lengkap sizenya S, M, L, XL. harganya 99ribu.