Makin malam makin penuh dan makin seru. Kita masih punya teman sebangku, pemandangan dan bottlesmoker yang mau tampil. Hayuk! :))

@_SURI_ SPACERIDER RSD edition, wooden boxset 650k, 19 April #rsd2014bdg we’ve got only 4 copies!

Antologi CD Semak Belukar 2009-2013 Terlahir dan Terasingkan untuk #rsd2014bdg 19 April 2014 di IFI Bandung.

Untuk tanggal 19 April juga ada Cd EP Pemandangan Ini Hariku format CDR terbatas hanya ada 50pcs. #rsd2014bdg

Rundown buat yang mau dateng ke #RSD2014BDG yuks!

Berapa banyak diantara kita yang di bangun tidurnya menyempatkan diri untuk scroll timeline terlebih dulu sebelum melakukan hal lain? Saya yakin cukup banyak. Berapa banyak tweet yang menarik pada tiap pagi atau siang itu? Tidak banyak. Maka di suatu Minggu pada pertengahan Maret, berita besar itu datang dalam bentuk tweet dari @heretostayjkt yang sanggup membuat saya menunda untuk melakukan hal lain (tidur lagi), yakni Kylesa dipastikan bertandang ke Jakarta! Yang lebih menarik lagi, meski belum pasti, mereka akan tampil 2×24 jam, di Bandung juga, weits!

Meski tidak bisa dijadikan acuan baku, namun saya segera mengecek profil last.fm, untuk sekedar memastikan ada dimana posisi Kylesa dalam overall charts artists, atau daftar yang paling sering saya putar beberapa tahun terakhir. Ini disebabkan pesimisme berupa kayaknya-band-band-favorit-saya-baru-akan-ke-sini-kalo-saya-sudah-tua yang menerpa belakangan ini. Maka, di mana posisi mereka? Meski jumlah play-nya tidak berjarak terlalu jauh -yang menandakan saya tidak punya ‘band of my life’ tunggal-, band yang akan datang dalam jangka waktu kurang dari sebulan lagi ternyata adalah mereka yang paling sering menemani hari-hari saya, alias pemuncak klasemen di charts tersebut. Euforia segera melanda.

Euforia tersebut bertahan di hari-hari penantian dan semakin terasa begitu mendekati hari-H. Walaupun sempat merebak isu bahwa show di Bandung batal, empat hari saja sebelum tanggalnya, Maternal Disaster selaku penyelenggara akhirnya mengkonfirmasi bahwa show akan berlangsung di Bandung. Pada ketinggian di Maja House sana, alih-alih membiarkan Kylesa sendirian, justru ditemani para pembuka terbaik yang memungkinkan, SSSLOTHHH dan ((AUMAN)), nyaris tidak tersisa alasan untuk melewatkan hal ini begitu saja. Keputusan dengan ekspektasi tinggi pun dicanangkan.

Saya dan seorang kawan yang segera menjual tiket #KylesaJkt nya begitu #KylesaBdg dikonfirmasi, tiba di Maja House ketika petang menjelang,  mendapati Kylesa sedang menunggu waktu untuk soundcheck sembari nongkrong-nongkrong melihat pemandangan Bandung dari ketinggian. Pada suasana santai tersebut, kami segera masuk barisan antrean untuk berpose dengan Nyonya Laura Pleasants dan seorang oom-oom (Edley O’Dowd, drummer) yang belum pernah saya lihat di footage Kylesa manapun yang saya punya. Tidak berlama-lama menyaksikan soundcheck mereka dengan satu orang saja roadie, kami akhirnya memutuskan untuk menunggu di luar. Di sana sudah lumayan banyak calon penonton yang sedang duduk-duduk di tangga. Kombinasi cuaca lumayan dingin, malam yang mulai merayap, lampu-lampu kota di kejauhan, dan kumpulan orang-orang yang berbicara dengan tenang, segera melarutkan saya dalam keriaan menjelang pertunjukan yang sangat diantisipasi.

Pukul tujuh lewat berapa gitu, ketika lapak merchandise diserbu khalayak, dan beberapa detik setelah menyapa gitaris-vokalisnya di toilet, SSSLOTHHH segera menghajar Maternal Disaster Showcase Vol. 3, dengan kualitas sound yang kurang sedikit saja untuk mencapai kata sempurna. Seperti biasa, kualitas live mereka jauh melebihi kualitas rekaman, konsisten memastikan bahwa semua show-nya layak didatangi. Berikutnya ((AUMAN)), yang memang datang untuk menyaksikan Kylesa, sukses menandai kehadirannya yang kedua di Bandung dengan penampilan meyakinkan. Meski keluaran dua gitarnya terasa tidak maksimal malam itu, toh moshpit besar mulai dibuka ketika W.K.G.G. dimainkan, mengakhiri penampilan mereka sekaligus memberi ucapan selamat datang pada Kylesa.

Saya mengambil posisi agak ke depan, tepat di bagian paling belakang moshpit, sebagai antisipasi atas setlist yang menggabungkan lagu-lagu yang lebih lembut untuk sekedar dibawa headbang, dan memudahkan saya untuk menyusup ke depan ketika lagu-lagu yang lebih keras mendapat giliran. Penantian ketika si roadie bolak-balik membantu mengatasi masalah pada (tampaknya) pedal milik Laura, segera berujung pada intro Bottom Line yang dalam hitungan detik langsung memicu pesta besar di baris depan. Pesta besar yang dua poin minusnya adalah asap rokok, dan satu-dua peserta moshpit yang nampaknya kurang sada, selebihnya menyenangkan. Kalau digeneralisir maka itu berupa: mengangguk masal ketika materi dari Ultraviolet dibawakan, ditambah dorongan-dorongan kecil ketika itu adalah bagian dari Spiral Shadow, dan meledak manakala amunisi dari Static Tensions dihunjamkan.

Moshpit menjadi lebih intens ketika dari panggung dilemparkan botol dan gelas air mineral yang sebagian pecah dan membuat lantai menjadi licin, termasuk diantaranya mengikutsertakan mas-mas sekuriti ikut berdiri di pit yang tak diketahui maksudnya apaan. Ada banyak bagian yang saya suka ketika melibatkan diri di moshpit ini, misalnya meneriakkan “What goes around comes back around!” pada We’re Taking This, “Dig Them Up!”-nya Scapegoat , hingga beraksi seolah esok tak akan datang pada Hollow Severer. Tapi untuk saya highlight-nya adalah, ‘ada’ di sana ketika tembang-tembang favorit seperti Unknown Awareness yang tarik menarik, dan Running Red yang menohok, dibawakan, serta sing-along para pria untuk bersikukuh tidak menoleh ke belakang pada Don’t Look Back. Saya pun bertubrukan, mengacungkan tinju, melompat-lompat, mengayunkan kepala baik dengan lembut/keras, jauh lebih banyak dari show musisi luar manapun yang pernah saya hadiri sejauh ini. Bahkan sejujurnya, masih dalam konteks menyaksikan band luar, ini pertama kalinya saya bisa ikut bernyanyi dan meneriakkan frasa-frasa yang saya hafal, dengan lantang, dan lepas. Selepas-lepasnya.

Yuk ke sabuga yuk sekarang yuk! #superguitarist

udah pernah dengerin rabu?

Info Rilisan #RecordStoreDay Bandung 19 April 2014 

Rilisan:

Komunal – Hitam Semesta CDGauth w/ Bahia split CDR Cyco Vision – EP 2014 cassetteHaramarah – Hardcore Dadakan cassetteDomestik Doktrin – Phundamentalphun cassetteMilisi Kecoa / Pusher split cassetteTerror of Dynamite Attack – The First of Two Years cassetteWRECK s/t cassette Sharkmove – Ghede Chokra’s 12” vinylDeath Vomit – The Prophecy 12” vinylSuri – Spacerider 12” vinyl (wooden box)Oracle – No Truth No Justice cassette (deluxe box)Deathless double cassette boxsetSore

Semuanya terbatas yaks. Jadi siap-siap aja. :)

Last Shop Standing. Ini trailer film yang nanti akan diputar di acara Recordstoreday 19 April nanti.

Pemutaran film kira-kira pukul 14.30. :)

Merchandise Sleborz buatan seniman pengamat likaliku kehidupan @amenkcoy sudah bisa didapatkan di #omuniuum .. Berwarna merah merona dengan judul P*L*S* Kamu Nakal Juga. Harga 160ribu. Size S M L XL yang mau pesan bisa sms 087821836088 (nama alamat pesanannya). Mari!

#InfoFRAU : paket Buku Partitur + CD Frau ‘Happy Coda’ + block note + tatakan gelas + ttd. IDR 125K. Rilis tanggal 9 April 2014. Kita cuma punya stok 30pcs. :)

RecordStoreDay2014 Portrait Fix

Berawal dari ketertarikan pada berita-berita tentang acara Record Store Day yang diadakan di Amerika dan Inggris dan beberapa negara lainnya setiap bulan April, kami tergelitik untuk ikut latah merayakan hari tersebut.

Kesulitannya adalah kami bukan record store seperti yang ada di luar negeri. Kami berjualan CD, kaset dan merchandise band juga beberapa piringan hitam, tidak seperti toko-toko musik yang ada di luar sana yang koleksi piringan hitamnya memenuhi seluruh toko.

Bagi yang berangkat dari Bandung dan bingung mau berangkat pake apa ke Hammersonic dan takut ga ada teman, sekarang ada angkutan “Rockavation” menuju ke sana nih.. Bayar 150ribu, bisa daftar di Omu.. Yukyukyuk!  

Info: @rockavationbdg

Ts skulleye by @aparatmati limited edition of 100. IDR 150K available size XS S M L XL \ order sms 087821836088 or omuniuum@gmail.com .. :)